Category  |  Santapan Rohani

Letupan Kemarahan

Entah apa yang dipikirkan para tetangga saat mereka memandang ke luar jendela dan melihat saya sedang berdiri di depan rumah dengan memegang sekop pada suatu hari di musim dingin. Sambil marah-marah, saya memukulkan sekop itu sekeras-kerasnya pada gundukan es yang telah menggunung di bawah talang sudut rumah. Setiap kali memukul, saya mengucapkan kata-kata yang kurang lebih sama artinya: “Aku tak bisa melakukannya.” “Aku tak sanggup lagi.” Sebagai seorang pengasuh dengan tanggung jawab yang menumpuk, saya tak sanggup lagi menghadapi masalah dengan gundukan es itu!

Allah Kita yang Pencemburu

Pada tahun 2014, seorang peneliti dari Universitas California memakai boneka anjing untuk menunjukkan bahwa binatang bisa merasa cemburu. Sang dosen, Christine Harris, meminta pemilik anjing untuk menunjukkan perhatian pada sebuah boneka anjing di depan anjing peliharaan mereka. Ia mendapati bahwa 75 persen anjing peliharaan itu jelas terlihat cemburu. Beberapa anjing berusaha mencari perhatian dengan menyentuh atau menyenggol pemiliknya. Yang lain berusaha menyela di antara pemiliknya dengan boneka itu. Ada juga anjing yang bereaksi keras dengan menyambar boneka yang dianggap sebagai saingannya itu.

Rutinitas Sehari-Hari

Bahasa Latin merupakan pelajaran wajib selama 4 tahun di SMA. Saya bersyukur atas disiplin itu sekarang. Namun, saat SMA, saya bersusah payah mempelajarinya. Guru mengharuskan kami berlatih dengan pengulangan. Beberapa kali dalam sehari, ia berkata, “Repetitio est mater studiorum” yang berarti, “Pengulangan adalah kunci pembelajaran”. Kami bergumam, “Repetitio est absurdum” atau “Pengulangan itu sangat tak masuk akal”.

Perkataan Orang Berhikmat

Baru-baru ini, suami dari keponakan saya menulis kata-kata berikut di akun media sosialnya: “Kalau bukan karena bisikan lembut yang mengingatkanku, pasti aku akan menulis lebih banyak lagi di sini. Sebagai seorang pengikut Yesus, mungkin Anda berpikir bisikan itu datang dari Roh Kudus. Bukan. Bisikan itu datang dari Heidi, istriku.”

Air dan Kehidupan

Ketika Dave Mueller mengulurkan tangannya dan memutar pegangan keran, air pun mengalir deras dari keran ke dalam sebuah ember. Orang-orang di sekitarnya bertepuk tangan. Mereka merayakan hadirnya air bersih yang segar mengalir di lingkungan mereka untuk pertama kalinya. Memiliki sumber air bersih akan mengubah hidup masyarakat di Kenya itu.

Diperbaiki atau Diganti?

Sudah tiba saatnya untuk memperbaiki kosen jendela di rumah kami. Maka saya pun mengelupaskan kosen itu, mengamplasnya, dan menggunakan dempul untuk membuat kosen kayu yang sudah tua itu siap dicat ulang. Setelah melakukan semua itu—termasuk melapisinya dengan cat dasar dan cat yang lumayan mahal—kosen itu terlihat cukup baik. Namun tetap saja tidak terlihat seperti baru lagi. Satu-satunya cara untuk membuat kosen itu terlihat baru adalah mengganti kayunya yang sudah tua.

Badai Kehidupan

Dalam Injil Markus, kita membaca tentang badai yang dahsyat. Waktu itu para murid sedang bersama Yesus di dalam perahu untuk menyeberangi Danau Galilea. Ketika “mengamuklah taufan yang sangat dahsyat,” para murid—di antaranya nelayan-nelayan yang sangat berpengalaman—merasa sangat ketakutan (4:37-38). Apakah Allah tidak peduli? Bukankah mereka dipilih langsung oleh Yesus sendiri dan paling dekat dengan Dia? Bukankah mereka sedang menaati Yesus yang meminta mereka “bertolak ke seberang” (ay.35)? Jika demikian, mengapa mereka harus mengalami keadaan sulit itu?

Jangan Sentuh Pagarnya!

Ketika masih anak-anak, saya pernah pergi bersama orangtua mengunjungi buyut saya yang tinggal dekat sebuah ladang peternakan. Halamannya dipagari dengan pagar listrik, yang mencegah sapi-sapi memakan rumput di ladangnya. Ketika saya meminta izin kepada orangtua saya untuk bermain di luar, mereka mengizinkan, tetapi juga memperingatkan, jika saya menyentuh pagar kawat berduri itu, saya akan tersetrum oleh aliran listrik.

Ke Mana Fokus Saya Tertuju?

Pada awal September 2011, terjadi kebakaran besar yang menghabiskan 600 tempat tinggal di dalam dan seputar kota Bastrop di pusat Texas. Beberapa minggu kemudian, judul artikel dalam surat kabar American-Statesman di Austin tertulis: “Korban yang mengalami kerugian terbesar, berfokus pada apa yang tidak mungkin musnah.” Artikel itu menceritakan tentang kemurahan hati yang ditunjukkan anggota masyarakat dan kesadaran dari mereka yang menerima bantuan bahwa para tetangga, sahabat, dan komunitas mereka jauh lebih berharga daripada apa pun milik mereka yang telah musnah oleh api.