Category  |  Santapan Rohani

Sampah Siapa?

Apa mereka tak bisa membuang sampah mereka sendiri ke tempat sampah sedekat ini?” gerutu saya kepada Jay sembari memunguti botol-botol kosong di tepi pantai dan melemparnya ke tempat sampah yang jauhnya kurang dari 6 M. “Apakah meninggalkan pantai dalam keadaan kotor dan berantakan untuk orang lain membuat mereka merasa lebih baik? Aku berharap mereka itu turis. Aku tak bisa membayangkan kalau ada penduduk di sini yang memperlakukan pantai kita seenaknya saja.”

Memegang Pensil

Dahulu di kelas satu, ketika saya belajar menulis huruf, ibu guru mengharuskan saya memegang pensil dengan cara tertentu. Manakala ia mengawasi saya, saya berusaha memegang pensil sesuai dengan cara yang diajarkannya. Namun saat ia berpaling ke arah lain, saya pun bersikeras kembali memegang pensil dengan cara yang saya anggap lebih nyaman.

Pemeriksaan Rutin

Tibalah saatnya bagi saya untuk pergi ke dokter guna menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan. Meskipun saya merasa baik-baik saja dan tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun, saya tahu bahwa pemeriksaan rutin itu penting karena pemeriksaan tersebut dapat menyingkapkan masalah-masalah tersembunyi, yang jika dibiarkan akan dapat berkembang menjadi penyakit serius. Saya tahu bahwa dengan memberikan izin kepada dokter untuk menemukan dan mengobati masalah kesehatan yang tak kelihatan itu, saya akan memiliki kesehatan yang baik untuk jangka panjang.

Hati yang Mengabdi

Seorang pebisnis Kristen yang sukses membagikan ceritanya kepada kami di gereja. Ia begitu jujur dan terbuka menyebutkan pergumulannya dalam iman dan kekayaannya yang melimpah. Ia menyatakan, “Kekayaan membuatku takut!”

Berjalan Bersama Tuhan

Sebuah pamflet kecil yang saya terima dari seorang teman diberi judul “An Attempt to Share the Story of 86 Years of Relationship with the Lord” (Kerinduan untuk Membagikan Pengalaman 86 Tahun Bersekutu dengan Tuhan). Di pamflet itu, Al Ackenheil menyebutkan sejumlah nama dan kejadian penting dalam perjalanan imannya selama hampir sembilan dekade. Perbuatan yang seolah-olah biasa pada masa lalu—menghafal ayat Alkitab, mengikuti persekutuan doa, bersaksi kepada tetangga tentang Yesus—ternyata menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya. Sungguh menarik membaca tentang karya tangan Allah dalam menuntun dan menguatkan Al.

Bersuara

Ketika mendengar cerita mengenai anak-anak muda yang sering mengalami intimidasi, saya memperhatikan adanya paling sedikit dua tingkat penderitaan. Tingkat pertama yang paling nyata datang dari mereka yang mempunyai niat jahat, yaitu mereka yang melakukan intimidasi. Perbuatan itu saja sudah sangat buruk. Namun ada lagi derita lain yang lebih dalam dan dampaknya bisa jauh lebih parah daripada derita yang pertama: Sikap diam membisu dari orang-orang yang mengetahuinya.

Bahan yang Ajaib

Siaran berita CNN menyebut suatu senyawa grafit sebagai “bahan yang ajaib” yang dapat mempengaruhi masa depan kita secara luar biasa. Grafena (graphene)—serat yang terdiri hanya dari satu lapis atom karbon—disebut-sebut sebagai satu-satunya material dua dimensi di tengah dunia tiga dimensi yang kita diami ini. Grafena berdaya tahan 100 kali lebih kuat daripada baja, lebih keras daripada intan, dapat mengalirkan listrik 1.000 kali lebih baik daripada tembaga, dan lebih lentur daripada karet.

Pertukaran

Jen duduk di teras rumahnya sambil merenungkan sebuah pertanyaan yang menakutkan: Apakah ia perlu menulis sebuah buku? Selama ini ia suka menulis di blog dan berbicara di depan umum, tetapi ia merasa bahwa Allah mungkin menghendakinya berbuat lebih banyak lagi. “Aku bertanya kepada Allah apakah Dia mau aku melakukan ini,” katanya. Ia berbicara kepada Allah dan memohon bimbingan-Nya.

Menemani

Sahabat saya sedang menghadapi sejumlah masalah berat dalam hidupnya dan keluarganya. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan atau lakukan, dan saya mengungkapkan hal itu kepadanya. Ia menatap saya dan berkata, “Cukup temani aku.” Itulah yang saya lakukan, dan kemudian kami berbicara tentang kasih Allah.