Tempat Pemancingan Terbaik
Teman saya, Gus, meninggal dunia beberapa bulan yang lalu. Gus adalah sesama pemancing ikan trout. Pada akhir pekan ia biasa berada di atas perahu kecilnya untuk memancing ikan di danau terdekat. Suatu hari saya menerima sepucuk surat dari Heidi, putrinya. Heidi menceritakan bahwa ia terus membicarakan tentang surga bersama cucu-cucunya sejak Gus berpulang ke rumah Bapa. Cucu lelaki Heidi yang berusia 6 tahun juga senang memancing dan ia mencoba untuk memberikan gambaran tentang surga dan apa yang sedang dilakukan Gus, kakek buyutnya di sana: “Surga pasti sangat indah,” ia membayangkan, “dan Yesus sedang menunjukkan tempat pemancingan terbaik dengan ikan yang paling banyak pada Kakek Gus.”
Terlalu Berat Bagiku
Tuhan tak mungkin membebani kita lebih daripada yang dapat kita tanggung,” kata seseorang kepada seorang ayah yang baru saja kehilangan putranya yang berusia lima tahun karena kanker. Kata-kata tersebut dimaksudkan untuk menguatkan sang ayah, tetapi ternyata justru membuat ia tertekan dan menyebabkannya bertanya-tanya mengapa ia sama sekali tidak dapat “menanggung” rasa pedih dari kepergian putranya sendiri. Kepedihan itu begitu membebaninya, sehingga ia pun sulit bernapas. Ia menyadari bahwa kepedihan itu terlalu berat baginya dan ia sangat membutuhkan Allah untuk merengkuh dirinya erat-erat.
Jangan Khawatir!
George Burns, seorang aktor dan humoris asal Amerika Serikat, berkata, “Kalau Anda bertanya, ‘Apakah kunci utama untuk hidup panjang umur?’ Saya akan menjawab: jangan khawatir, stres, dan tegang. Kalau pun Anda tidak bertanya kepada saya, saya tetap akan mengatakannya.” Burns, yang hidup hingga usia 100 tahun, suka sekali membuat orang lain tertawa, dan rupanya ia mengikuti nasihatnya sendiri.
Berdoa Dahulu
Manakala saya dan suami mengawasi latihan piano putra kami, kami biasa memulainya dengan meminta Allah supaya menolong kami. Kami berdoa terlebih dahulu karena kami berdua sama sekali tidak bisa memainkan piano. Kami bertiga sama-sama belajar untuk memahami serba-serbi dalam musik, seperti arti istilah “staccato” dan “legato” dan waktu yang tepat untuk memainkan bilah-bilah hitam pada piano.
Itu Milikku!
Sungai Nil di Afrika, yang membentang sepanjang 6.650 km dan mengalir ke utara melintasi beberapa negara di timur laut Afrika, adalah sungai terpanjang di dunia. Selama berabad-abad, sungai Nil telah menjadi sumber pangan dan mata pencaharian bagi jutaan orang di negara-negara yang dilaluinya. Saat ini, Etiopia sedang membangun bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Afrika pada sungai Nil. Hal itu akan membawa manfaat yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Ketika Kita Dikecewakan
Pada 4 Agustus 1991, kapal pesiar MTS Oceanos dihantam badai besar di lepas pantai Afrika Selatan. Ketika kapal mulai tenggelam, kapten kapal dan anak buahnya memutuskan untuk meninggalkan kapal dan tidak memberi tahu penumpang tentang bahaya yang mengancam. Moss Hills, seorang penumpang dan musisi asal Inggris, menyadari adanya bahaya dan mengirimkan isyarat tanda bahaya ke penjaga pantai Afrika Selatan. Lalu, Moss dan Tracy, istrinya, beserta rekan-rekan pemusik yang berada di kapal itu mengambil inisiatif untuk mengevakuasi seluruh penumpang dengan menolong mereka naik ke helikopter.
Berbagi Burger
Lee Geysbeek dari Compassion International bercerita tentang seorang wanita yang berkesempatan pergi ke suatu tempat yang jauh untuk mengunjungi anak yang didukungnya. Ia pun mengajak anak yang hidup sangat berkekurangan itu ke suatu restoran.
Genangan Lumpur
Ed, teman saya, bercerita tentang putranya yang masih kecil. Anak itu sedang berdiri dalam sebuah genangan lumpur, jadi Ed memintanya untuk keluar dari situ. Namun anaknya justru berlari melintasi genangan itu. “Jangan lari-lari di situ,” kata Ed. Anaknya lalu berjalan-jalan di genangan itu. Ketika Ed berkata, “Tak boleh jalan-jalan!” anak itu berdiri dengan memasukkan jempol-jempol kakinya di genangan itu, sambil melihat dengan tatapan menantang ke arah ayahnya. Anak itu tahu apa yang dikehendaki ayahnya, tetapi ia tidak mau melakukannya.
Kehidupan yang Harum
Saya bersyukur karena Allah telah memberikan kepada kita indera penciuman sehingga kita bisa menikmati berbagai aroma harum dalam hidup ini. Saya senang menghirup aroma yang sederhana, seperti bau menyegarkan dari losion bercukur saya di pagi hari, atau aroma lembut dari rumput-rumput yang baru dipotong di musim semi. Saya pun sangat menikmati bau harum semerbak di udara dari bunga mawar kesukaan saya saat duduk-duduk di halaman belakang rumah. Tentu saja, saya juga menikmati aroma yang menggiurkan dari santapan yang lezat.