Category  |  Santapan Rohani

Menyebut Allah

Ya Allah, berkatilah tanah air kami, Ghana” merupakan baris pertama dari lagu kebangsaan negara Ghana. Contoh lagu kebangsaan negara-negara Afrika lainnya: “Oh Uganda, kiranya Allah menopangmu”, “Tuhan, berkatilah bangsa kami” (Afrika Selatan), dan “Ya Allah Pencipta, tuntunlah perjuangan luhur kami” (Nigeria). Dengan menggunakan lagu kebangsaan sebagai doa, para pendiri negara-negara tersebut memohon kepada Allah untuk memberkati tanah air dan bangsa mereka. Banyak lagu kebangsaan dari negara-negara Afrika dan lainnya di dunia menyebut Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara. Selanjutnya, lagu-lagu kebang-saan itu menyerukan terjadinya perdamaian, perubahan, dan pengharapan bagi anak bangsa yang sering terpecah-belah karena perbedaan suku, politik, dan status sosial.

Ketika Tuhan Diam

Saya suka sekali memotret matahari terbenam di Danau Michigan. Mataharinya terkadang menampilkan pemandangan dengan warna pastel lembut; sementara di lain waktu, warna mataharinya begitu cerah dengan garis-garis yang tajam. Adakalanya matahari dengan tenang terbenam di belakang danau, dan di kesempatan lain matahari turun seperti api yang menyala-nyala dengan dahsyatnya.

Harus Bertindak

John Lewis, seorang anggota Kongres Amerika Serikat, baru berusia 23 tahun saat ikut serta dalam suatu gerakan bersejarah untuk mendorong persamaan hak asasi manusia yang disebut March on Washington, yang dipimpin oleh Dr. Martin Luther King Jr. pada tahun 1963. Setengah abad kemudian, seorang wartawan bernama Bill Moyers menanyakan kepada Lewis bagaimana pengaruh pidato Dr. King, I Have A Dream (Aku Mempunyai Mimpi), terhadap dirinya. Lewis menjawab, “Setelah mendengar pidatonya, kami tak bisa bersikap biasa-biasa saja dan kembali ke kehidupan kami yang lama. Kami merasa harus melakukan sesuatu, kami harus bertindak. Kami harus bergerak. Kami harus pergi keluar dan memberitakan kabar baik tersebut.”

Ajaibnya Penglihatan

Di situs livescience.com, saya membaca sepenggal informasi yang sangat menak-jubkan: “Jika Anda berdiri di puncak suatu gunung dan mengarahkan pandangan pada suatu bercak di atas bumi yang tampak lebih besar daripada biasanya, mata Anda akan dapat menangkap cahaya terang yang berada ratusan mil jauhnya. Dan di suatu malam yang gelap, Anda bahkan dapat melihat kerlip sebatang lilin yang jaraknya sejauh 30 mil (48 km).” Anda tidak memerlukan teleskop atau kacamata khusus untuk malam hari—karena mata manusia dirancang sedemikian luar biasa sehingga dengan mata telanjang pun kita bahkan dapat melihat dengan jelas benda yang sedemikian jauh.

Meninggalkan

Kira-kira satu tahun setelah putra kami memperoleh SIM-nya dan mulai membawa dompet, kami mulai menerima beberapa kabar melalui telepon dari orang-orang yang menemukan dompet tersebut di suatu tempat. Kami pun mengingatkan putra kami untuk lebih berhati-hati dan tidak meninggalkan dompetnya di sembarang tempat.

Ucapan Allah Yang Menyegarkan

Ketika saya masih kanak-kanak, keluarga kami sesekali bepergian melewati gurun Nevada. Kami menyukai hujan badai yang terjadi di tengah gurun. Hujan yang sangat lebat, disertai kilatan petir dan bunyi guntur yang menggelegar berbalasan, terlihat seperti selaput yang melapisi panasnya pasir gurun sejauh mata memandang. Air hujan yang sejuk menyegarkan tanah—dan juga kami.

Kebaikan Yang Tersebar Luas

Berita tentang suatu perbuatan baik sederhana yang terjadi dalam suatu gerbong kereta bawah tanah di New York telah tersebar ke seluruh dunia. Seorang pria muda sedang terlelap, dengan tudung kaos menutupi kepalanya. Kepalanya itu juga bersandar di bahu seorang penumpang yang lebih tua. Ketika seorang penumpang lain tergerak untuk membangunkan pria muda itu, pria tua tadi berkata perlahan, “Ia pasti telah melalui suatu hari yang berat. Biarkan ia tidur. Kita semua pernah mengalami hal serupa.” Pria tua itu membiarkan penumpang yang kelelahan tadi tidur di bahunya selama hampir satu jam, sampai ia perlahan-lahan bangkit dari duduknya karena hendak turun di stasiun tujuannya. Sementara itu, seorang penumpang mengabadikan kejadian itu dan memasang fotonya pada media sosial, dan foto itu pun tersebar luas.

Layak Untuk Diperjuangkan

Aku tak bisa melakukannya,” kata Robert yang putus asa sembari melempar pensilnya. “Ini terlalu sulit!” Membaca, menulis, dan mengeja seakan mustahil bagi seorang penderita disleksia (gangguan pada penglihatan dan pendengaran karena kelainan saraf pada otak sehingga anak mengalami kesulitan membaca) seperti anak kami yang berusia 9 tahun. Akhirnya kami ditawari sebuah solusi yang baik, tetapi berat untuk dijalankan. Kami harus melakukan latihan membaca dan mengeja bersamanya selama 20 menit setiap malam—tanpa kecuali. Ada-kalanya kami merasa enggan melakukannya, dan adakalanya kami merasa putus asa melihat minimnya perkembangan yang dihasilkan. Namun kami sudah berketetapan untuk mendidik Robert agar dapat memiliki kemampuan membaca sesuai usianya, jadi kami terus berjuang melakukannya.

Keluar Dari Kegelapan

Saya tidak mengetahui persis keadaan menyedihkan apa yang mencengkeram Asaf, penulis Mazmur 77, tetapi saya pernah mendengar, bahkan mengucapkan ratapan seperti yang diucapkannya. Selama belasan tahun sejak saya kehilangan putri saya, banyak orang, yang juga pernah kehilangan seseorang yang mereka kasihi, telah membagikan kepedihan mereka kepada saya.