Aku Sudah Ditebus!
Suatu hari, ketika mengunjungi suaminya di rumah sakit, Ann mengobrol dengan seorang perawat pria yang sedang melayani suaminya. Ann senang bercakap-cakap dengan siapa saja di mana pun ia berada, dan selalu berusaha mencari celah untuk berbicara tentang Yesus kepada mereka. Ann bertanya apakah perawat itu tahu apa yang ingin dilakukannya di masa depan. Ketika perawat itu menjawab bahwa ia masih ragu, Ann menyebut tentang pentingnya mengenal Allah terlebih dahulu, agar Allah bisa menolongnya mengambil keputusan tentang masa depannya. Perawat pria itu lalu menggulung lengan bajunya dan menunjukkan tato di sepanjang lengannya yang bertuliskan, “Aku sudah ditebus!”
Di Manakah Engkau?
Ketika mendengar suara mobil orangtua mereka mendekati rumah, kedua remaja pria itu menjadi panik. Bagaimana mereka akan menjelaskan kekacauan yang terjadi di rumah? Pagi itu, sebelum orangtua mereka pergi ke luar kota, sang ayah sudah jelas-jelas memberikan instruksi: tidak boleh berpesta-pora dan tidak boleh mengundang teman yang ugal-ugalan. Namun kedua remaja itu mengabaikan peringatan sang ayah, dan mengizinkan teman-teman mereka yang nakal untuk datang dan tinggal di rumah mereka. Sekarang rumah mereka porak-poranda dan kedua anak tersebut dalam keadaan mabuk dan berantakan. Mereka pun bersembunyi karena ketakutan.
Membaik Atau Memburuk?
Pada setiap permulaan tahun baru, ada ahli-ahli dari berbagai bidang yang mencoba memaparkan perkiraan mereka tentang keadaan ekonomi, politik, cuaca, dan banyak lagi topik yang lain. Akankah terjadi perang atau perdamaian? Akankah masyarakat semakin miskin atau bertambah sejahtera? Adakah kemajuan atau justru stagnasi? Semua orang mengharapkan tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya, tetapi tidak seorang pun mengetahui apa yang akan terjadi.
Berdiri Di Tepi
Putri kecil saya berdiri gelisah di pinggir kolam renang. Karena tidak bisa berenang, ia sedang belajar untuk merasa nyaman berada di dalam air. Guru renangnya menunggu di dalam kolam dengan kedua lengan yang terbuka lebar. Saat putri saya ragu, ada beragam pertanyaan tebersit di matanya: Apakah kau akan menangkapku? Apa yang akan terjadi bila kepalaku masuk ke dalam air?
Dia Membimbingku
Di Istanbul, Turki, pada tahun 2005, ada seekor domba meloncat dari sebuah tebing, lalu hampir 1.500 domba lain ikut terjun! Alhasil, kira-kira sepertiga dari kawanan domba itu mati. Karena tidak tahu ke mana harus melangkah, domba akan tanpa sadar mengikuti saja apa yang dilakukan domba-domba lain dalam kawanannya.
Penundaan Bukan Berarti Penolakan
Putra-putra saya berulang tahun di bulan Desember. Dahulu ketika mereka masih kecil, Angus tahu betul bahwa jika ia belum mendapatkan mainan yang didamba-dambakannya untuk hadiah ulang tahunnya di awal bulan, hadiah itu mungkin akan ditemukannya di dalam gantungan kaus kakinya pada hari Natal. Dan jika David belum menerima hadiahnya pada hari Natal, mungkin hadiah itu akan diterimanya pada hari ulang tahunnya empat hari kemudian. Penundaan tidak selalu berarti penolakan.
Apakah Yesus Masih Di Sini?
Rumah Ted Robertson di Colorado, Amerika Serikat, adalah satu dari 500 lebih rumah yang musnah akibat kebakaran hutan yang dikenal sebagai peristiwa Black Forest Fire pada bulan Juni 2013. Ketika Ted diperbolehkan pulang dan menyusuri debu dan puing rumahnya, ia sangat berharap dapat menemukan sebuah peninggalan keluarga buatan istrinya yang sangat berharga—sebuah patung bayi Yesus dari bahan keramik yang berukuran hanya sebesar perangko. Sambil mencari di antara barang-barang yang telah hangus terbakar, ia terus bertanya-tanya, “Apakah bayi Yesus masih ada di sini?”
Keluar Dari Mesir
Suatu waktu keluarga kami sedang bepergian menuju rumah Nenek dan melintasi Ohio, Amerika Serikat. Kami tiba di kota Columbus bersamaan dengan dikeluar-kannya peringatan tentang bahaya tornado. Rencana kami berubah total karena kami mengkhawatirkan keadaan anak-anak kami.
Di Antara Kita
Ada kabar menghebohkan yang tersebar di lingkungan perumahan kami. Seorang pemain sepakbola profesional yang terkenal baru saja pindah ke perumahan kami dan tempat tinggalnya hanya berjarak dua rumah dari tempat kami tinggal. Kami sering melihatnya di televisi dan membaca tentang kemampuannya yang hebat di atas lapangan, tetapi kami tidak pernah membayangkan bahwa ia akan memilih untuk tinggal di antara kami. Semula, kami semua berharap dapat menyambutnya di lingkungan kami dan kami semua akan menjadi teman baiknya. Namun hidupnya ternyata begitu sibuk sehingga tidak seorang pun dari lingkungan kami yang dapat mengenalnya secara dekat.