Category  |  Santapan Rohani

Amani

Amani, yang berarti “damai” dalam bahasa Swahili, merupakan nama seekor anak anjing jenis Labrador yang memiliki teman-teman istimewa. Amani hidup bersama dua ekor cheetah muda di Kebun Binatang Dallas. Para ahli ilmu hewan sengaja menempatkan binatang-binatang yang berbeda itu bersama supaya kedua cheetah itu dapat mempelajari sifat Amani yang tenang. Karena anjing pada umumnya bersikap tenang di depan umum, para ahli itu memperkirakan bahwa seiring pertumbuhan mereka bersama, Amani akan memberikan “pengaruh yang menenangkan” dalam kehidupan kedua cheetah itu.

Pelajaran Dalam Pujian

Mazmur 150 tidak hanya menjadi suatu ungkapan pujian yang indah, melainkan juga merupakan pelajaran dalam memuji Tuhan. Mazmur 150 mengajarkan kepada kita tentang di mana kita patut memuji, mengapa kita memuji, bagaimana kita memuji, dan siapa yang seharusnya memberi pujian kepada Allah.

Allah Berbisik, “Ikan”

Beberapa tahun yang lalu, saya dan anak-anak saya menikmati kebersamaan selama beberapa hari dengan menyusuri dan memancing di sungai Madison di Montana. Kami ditemani oleh dua pemandu memancing yang juga menjadi awak dari perahu kami.

Mengandalkan Allah

Waktu itu adalah liburan keluarga kami yang terakhir sebelum putra sulung kami pergi untuk menempuh kuliahnya. Ketika kami duduk di barisan belakang dalam sebuah gereja kecil di tepi pantai, hati saya begitu terharu ketika saya melirik ke arah lima anak saya yang sedang duduk di dekat kami. “Tolong jaga iman mereka dan dekatkan mereka selalu kepada-Mu, ya Tuhan.” Saya berdoa dalam keheningan, sambil memikirkan beragam tekanan dan tantangan yang akan dihadapi oleh mereka masing-masing.

Pengharapan Dalam Penderitaan

Ketika saya membuka Alkitab untuk membaca Yeremia pasal 1–4, sub judul yang diberikan untuk bagian tersebut sempat mengejutkan saya: “Pengharapan di Tengah Kedukaan”. Saya sempat menangis. Saat itu saya sedang berduka atas kepergian ibu saya, jadi pengalaman itu sangat tepat waktunya.

Mengenyahkan Kepahitan

Keluarga Corrie ten Boom memiliki usaha pembuatan jam tangan di Belanda. Selama Perang Dunia II, mereka sering memberi perlindungan kepada keluarga-keluarga keturunan Yahudi sebelum akhirnya seluruh anggota keluarga ten Boom ditawan dan dikirim ke kamp konsentrasi. Ayah Corrie meninggal 10 hari kemudian. Betsie, saudari Corrie, juga meninggal di kamp itu. Ketika Betsie dan Corrie berada di kamp tersebut, iman Betsie telah menguatkan iman Corrie.

Hangatnya Mentari

Suatu hari pada bulan November 1963, Brian Wilson dan Mike Love dari grup musik The Beach Boys menulis sebuah lagu dengan nada yang jauh berbeda dari lagu-lagu riang yang menjadi ciri khas dari grup musik tersebut. Lagu tersebut adalah sebuah lagu sedih tentang cinta yang telah hilang. Di kemudian hari, Mike mengatakan, “Seberat apa pun perasaan kehilangan itu, satu hal baik yang muncul dari perasaan itu adalah pengalaman pernah jatuh cinta itu sendiri.” Mereka memberikan judul The Warmth of the Sun (Hangatnya Mentari) pada lagu tersebut.

Mengatasi Gangguan

Seorang pemilik restoran di desa Abu Ghosh, yang terletak di pinggir kota Yerusalem, menawarkan potongan harga sebesar 50 persen bagi para pelanggan yang bersedia mematikan telepon genggam mereka. Jawdat Ibrahim percaya bahwa penggunaan telepon pintar pada saat jamuan makan telah menggeser perhatian seseorang dari menikmati percakapan dan keakraban menjadi kegiatan menjelajah dunia maya, kirim-mengirim pesan singkat, dan menjawab telepon untuk membahas urusan bisnis. “Teknologi itu sangat baik,” kata Ibrahim. “Namun pada saat Anda sedang bersama keluarga dan teman-teman Anda, seharusnya Anda bisa menahan diri selama setengah jam, lalu menikmati makanan yang terhidang serta menikmati kebersamaan dengan mereka.”

Bisakah Anda Membantu?

Pengurus suatu Sekolah Menengah Atas di Barrow, Alaska, telah jenuh melihat 50 persen dari murid mereka terjerumus masalah hingga harus berhenti sekolah. Untuk membuat para siswa tetap tertarik bersekolah, mereka membentuk sebuah tim sepakbola. Tim itu akan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan keteram-pilan diri, kerja sama tim, dan berbagai pelajaran-pelajaran tentang hidup. Akan tetapi, kegiatan sepakbola di Barrow menemui hambatan karena sulitnya membuat lapangan dari rumput di tengah iklim dingin yang mereka alami sepanjang tahun. Akibatnya, para siswa harus bertanding di atas lapangan yang dipenuhi dengan kerikil dan debu tanah.