Category  |  Santapan Rohani

Perang Kata-Kata

Pada 28 Juli 1914, Kekaisaran Austria-Hongaria mendeklarasikan perang terhadap Serbia sebagai pembalasan terhadap pembunuhan Adipati Franz Ferdinand dan istrinya, Sophie. Hanya dalam waktu 90 hari, negara-negara Eropa lainnya telah melibatkan diri dan mengambil sikap memihak demi menjunjung aliansi militer mereka sekaligus mengejar ambisi mereka masing-masing. Satu peristiwa tunggal akhirnya memicu pecahnya Perang Dunia I, salah satu konflik bersenjata paling berdarah di era modern.

Fondasi Yang Benar

Saya punya kabar buruk untuk Anda,” kata tukang bangunan yang merenovasi sebuah rumah tua yang saya warisi. “Waktu kami berusaha merombak bagian belakang garasi untuk menjadi ruang kantor, kami menemukan bahwa dindingnya nyaris tidak mempunyai fondasi. Kami harus merobohkan dindingnya, menanam fondasi yang benar, dan membangun ulang dindingnya.”

Sahabat Sejati

Novel Shane mengisahkan tentang ter-jalinnya persahabatan antara Joe Starrett, seorang petani di daerah perbatasan Amerika yang masih liar, dengan Shane, seorang pria misterius yang mampir untuk beristirahat di rumah Joe. Kedua pria itu mulai akrab ketika mereka bekerja sama mencabut sebuah tunggul pohon raksasa dari pekarangan rumah Joe. Hubungan mereka menjadi semakin akrab ketika Joe menyelamatkan Shane dari sebuah perkelahian dan Shane menolong Joe mengembangkan dan menjaga lahan pertaniannya. Kedua pria tersebut menghormati dan setia terhadap satu sama lain. Sikap mereka mencerminkan apa yang dikatakan Kitab Suci: “Berdua lebih baik dari pada seorang diri . . . . Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya” (Pkh. 4:9-10).

Melihat Lalu Mencari

Ketika putri kami masih terlalu kecil untuk berjalan atau merangkak, ia melakukan sesuatu untuk bersembunyi dari orang banyak atau saat ia ingin sendirian dan menuruti kemauannya sendiri. Ia cukup memejamkan matanya. Kathryn berpikir, orang yang tidak bisa dilihatnya juga tidak akan bisa melihat dirinya. Ia menggunakan taktik itu di dalam mobil ketika orang yang belum dikenalnya ingin menyapanya; ia juga melakukannya saat duduk di kursi makan apabila ia tidak menyukai makanannya; ia bahkan melakukannya saat kami memintanya untuk siap-siap tidur.

Jalan Memutar Yang Misterius

Sebelum saya dan istri menempuh per-jalanan dengan mobil sejauh 640 KM, saya telah mengatur alat navigasi GPS dengan memasukkan alamat tujuan kami, yaitu rumah putri kami di negara bagian Missouri. Saat berkendara menyusuri Illinois, GPS meng-arahkan kami untuk keluar dari jalan raya. Kami pun harus menyimpang ke kota Harvey, sampai GPS mengarahkan kami kembali ke jalan raya. Saya tidak mengerti mengapa kami diarahkan untuk keluar dari jalan raya yang mulus itu dan harus menempuh jalan memutar yang misterius.

Melihat Dengan Terbalik

Di India, saya beribadah di antara para penderita kusta. Kebanyakan dari kemajuan medis dalam bidang perawatan untuk para penderita kusta merupakan buah usaha dari para dokter misionaris. Dokter-dokter ini memilih untuk tinggal di antara para penderita kusta dan berisiko terjangkiti penyakit yang mengerikan tersebut. Alhasil, gereja-gereja pun bertumbuh subur di kebanyakan pusat perawatan utama bagi para penderita kusta. Di Myanmar, saya pernah mengunjungi panti asuhan bagi para penderita AIDS yang yatim piatu. Di sana para relawan Kristen berusaha memberikan perhatian yang tidak lagi diberikan oleh orangtua para penderita karena penyakit mereka. Kebaktian gereja paling meriah yang pernah saya hadiri berlangsung di dalam penjara di negara Cili dan Peru. Di antara kaum yang hina, malang, dan tertindas—mereka yang tidak dianggap oleh dunia ini—Kerajaan Allah teguh berdiri.

Perkataan Yang Tepat Pada Waktunya

Anda mungkin pernah mendengar pepatah, “Waktu yang menentukan segalanya.” Menurut Alkitab, waktu yang tepat berlaku juga pada perkataan kita. Pikirkanlah suatu waktu ketika Allah pernah memakai Anda untuk menyampaikan perkataan yang tepat bagi seseorang yang membutuhkan penghiburan, atau justru di kesempatan lain, ketika Anda ingin berbicara, Anda merasa lebih baik untuk tidak mengucapkan apa-apa.

Tempat Beristirahat

Memasuki sebuah gereja di Klang, Malaysia, saya tertarik dengan pesan pada papan penanda yang menyambut kami di depan gedung tersebut. Penanda itu menyatakan bahwa gereja tersebut adalah “Tempat Beristirahat bagi yang Berbeban Berat.”

Kuasa Untuk Mengubah

Tony Wagner, seorang pendidik dan penulis buku terlaris, adalah orang yang sangat meyakini bahwa “inovasi yang mendobrak” telah mengubah cara dunia berpikir dan bergerak maju. Dalam bukunya Creating Innovators: The Making of Young People Who Will Change the World (Menciptakan Inovator: Membentuk Generasi Muda yang Akan Mengubah Dunia), ia menulis: “Inovasi terjadi dalam setiap aspek dari usaha umat manusia,” dan “kebanyakan orang akan dapat menjadi lebih kreatif dan inovatif—apabila mereka diberi kesempatan dan lingkungan yang tepat.”