Category  |  Santapan Rohani

Suatu Daftar Permohonan Baru

Seorang sahabat mengatakan kepada saya bahwa ia baru saja menyelesaikan salah satu hal dalam daftar permohonannya (daftar yang berisi hal-hal yang ingin dilakukan sebelum meninggal dunia) ketika ia berhasil mengajak saudarinya ke Eropa. Walaupun sahabat saya itu pernah berkunjung ke Eropa beberapa kali, saudarinya belum pernah ke sana. Yang membuat saya kagum adalah sikapnya yang tidak mementingkan diri sendiri dengan mencantumkan keinginan untuk saudarinya itu dalam daftar permohonan miliknya. Hal itu membuat saya bertanya-tanya ada berapa banyak kerinduan dan tujuan saya yang dimaksudkan untuk kebaikan orang lain, dan bukan untuk diri saya sendiri.

Muncul Ke Permukaan

Manusia hidup di dalam realitas yang kelihatan dan tidak kelihatan—yang natural dan supernatural. Saya terpikir tentang kedua realitas itu dalam suatu perjalanan di atas sebuah perahu untuk melihat ikan paus di lepas pantai Selandia Baru. Seekor paus biasanya beristirahat sebentar di permukaan laut, mengambil napas dalam-dalam untuk beberapa kali, lalu mengeluarkan hembusan napas yang menciptakan semburan yang menakjubkan, kemudian menyelam kembali ke dalam lautan untuk memangsa cumi-cumi.

Banyak Penasihat

Thomas à Kempis, seorang teolog dari abad ke-15, berkata, “Adakah seseorang yang begitu bijak sehingga ia memiliki pengetahuan yang sempurna akan segala sesuatu? Oleh karena itu, janganlah terlalu bergantung pada pendapat Anda sendiri, tetapi hendaklah Anda mau juga mendengar pendapat orang lain. Walaupun pendapat Anda itu mungkin baik, tetapi apabila demi kasih Allah Anda melepaskan pendapat Anda itu dan mengikuti nasihat orang lain, Anda pun akan lebih beruntung.” Thomas menyadari pentingnya meminta nasihat dari orang-orang yang dapat dipercaya dalam perencanaan hidup kita.

Penyembuhan Yang Lambat

Baru 4 minggu anak kami, Mark, ber-gabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat, ia menderita luka serius pada lututnya dalam suatu latihan. Alhasil, ia dibebastugas-kan dari ketentaraan. Jadi, pada usia 19 tahun, ia sudah harus menggunakan sebatang tongkat untuk membantunya berjalan sementara waktu; dan karena cederanya yang parah itu, ia harus menjalani masa pemulihan, istirahat, dan rehabilitasi selama dua tahun penuh. Akhirnya, Mark dapat melepaskan penyangga lutut yang telah ia kenakan sejak kecelakaan tersebut. Walaupun ia masih merasakan sedikit nyeri yang tersisa, proses pemulihan yang lambat dan memakan waktu panjang tersebut telah membuatnya kembali dapat mengguna-kan kakinya secara utuh.

Terlihat Baik

Rambut Anda sungguh sehat,” ujar penata rambut saya setelah ia memotong rambut saya. “Saya harap ini karena Anda memakai produk kami.” “Sayang sekali, bukan,” jawab saya. “Saya menggunakan produk apa saja yang murah dan wangi.” Kemudian saya menambahkan, “Saya juga berusaha makan dengan baik. Saya rasa itu memberi pengaruh yang besar.”

Perkataan Yang Dilakukan

Selama bertahun-tahun, saya menyimpan sebuah map berkas yang diberi label “Ceramah”. Map tersebut telah menjadi tebal dan penuh dengan beragam artikel, kutipan, dan ilustrasi yang mungkin berguna bagi ceramah saya. Baru-baru ini saya menelusuri map itu kembali untuk membuang hal-hal yang sudah ketinggalan zaman. Saya mengalami kesulitan untuk membuang kebanyakan materi tersebut, bukan karena saya belum pernah menggunakannya dalam sebuah ceramah tetapi karena saya belum menerapkannya dalam hidup saya sendiri. Saya menutup map tersebut dan berpikir, “Perkataan-perkataan itu bukan untuk diucapkan saja, tetapi harus dilakukan.”

Garis Akhir Bagi Ibu

Ketika Jeff menyadari bahwa kesehatan ibunya menurun drastis, ia pun segera berangkat untuk dapat menemani ibunya. Ia duduk di sisi tempat tidur sang ibu sambil memegang tangannya, menyanyikan pujian, menghiburnya, dan mengungkapkan cintanya kepada beliau. Sang ibu pun meninggal dunia, dan pada pemakamannya banyak yang mengatakan kepada Jeff betapa ibunya telah menjadi berkat. Ibunya mempunyai karunia dalam mengajarkan Alkitab, memberikan konseling, dan memimpin kelompok doa. Hal-hal tersebut merupakan bagian penting dalam pelayanan ibunya bagi Kristus hingga menjelang akhir hidupnya. Ia telah mencapai garis akhir hidupnya dengan baik bagi Kristus.

Jalan Keluar

Ketika berada di London baru-baru ini, saya memutuskan untuk naik kereta bawah tanah menuju ke tempat tujuan saya. Lalu saya membayar ongkos tiket dan turun ke bagian bawah kota London untuk mengejar kereta saya. Namun perjalanan keluar dari stasiun kereta itu bisa menjadi pengalaman yang menakutkan bagi seseorang yang tidak terlalu mengenal sistem perjalanan yang ada. Apabila seseorang tidak menemukan jalan keluarnya, ia pun bisa tersesat di dalam terowongan itu.

Janji Yang Terjamin

Pada zaman kuno di dunia Timur Dekat, suatu perjanjian antara pihak yang lebih tinggi (penguasa atau raja) dengan pihak yang lebih rendah (rakyat jelata) disebut perjanjian suzerain. Upacara pengesahannya mewajib-kan adanya binatang yang dikorbankan dan kemudian dipotong menjadi 2 bagian. Kedua belah potongan binatang tersebut disusun menjadi dua baris di atas tanah dan mem-bentuk sebuah jalur di tengah-tengahnya. Dengan berjalan di antara potongan-potongan tersebut, sang penguasa sedang menyatakan di depan umum bahwa ia akan menjamin kelangsungan perjanjian tersebut dan akan bernasib seperti binatang yang dipotong itu apabila ia gagal memenuhi janjinya.