Category  |  Santapan Rohani

Berbicara Tentang Yesus

Tony Graffanino, seorang mantan pemain di liga utama bisbol, menceritakan tentang pelayanan yang berlangsung di sebuah negara di Eropa. Setiap tahun, lembaga pelayanan-nya mengadakan pelatihan bisbol selama seminggu penuh. Sepanjang minggu tersebut, mereka juga mengadakan kelas pendalaman Alkitab harian. Pada tahun-tahun sebelumnya, para pengajar berusaha mencari cara-cara yang masuk akal untuk meyakinkan para peserta tentang keberadaan Allah agar mereka mau beriman kepada-Nya. Setelah 13 tahun, hanya 3 peserta saja yang memutuskan untuk percaya dan mengikut Yesus.

Orang-Orang Seperti Saya

Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah kebaktian, Pendeta Ray Stedman naik ke mimbar dan membacakan bagian Alkitab yang menjadi dasar khotbahnya hari itu: “Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu” (1Kor. 6:9-11).

Masalah Hati

Jantung kita berdenyut sebanyak 70-75 detak per menit. Meskipun rata-rata beratnya hanya 300 gram, setiap hari sebuah jantung yang sehat memompa 7.500 liter darah lewat pembuluh darah sepanjang kurang lebih 96,5 km. Setiap harinya, jantung menghasilkan energi yang besar, cukup untuk mengemudikan sebuah truk sejauh 32 km. Jika hal itu berlangsung sepanjang hidup kita, jaraknya sama dengan perjalanan pulang-pergi ke bulan. Sebuah jantung yang sehat dapat melakukan hal-hal yang luar biasa. Sebaliknya, jika jantung kita gagal berfungsi, seluruh tubuh kita akan mati.

Siapa Yang Seharusnya Dipuji?

Nilai IQ Chris Langan lebih tinggi dari IQ Albert Einstein. Lingkar bisep Moustafa Ismail berukuran sekitar 79 CM dan ia dapat mengangkat beban seberat 272 kg. Bill Gates diperkirakan memiliki kekayaan milyaran dolar. Orang-orang yang berkemampuan luar biasa atau kaya-raya mungkin tergoda untuk memandang diri mereka lebih tinggi daripada yang sepantasnya. Namun tanpa perlu menjadi seseorang yang sangat pintar, kuat, atau kaya, kita bisa saja memuji diri sendiri atas semua prestasi yang kita raih. Setiap pencapaian mengandung pertanyaan: Siapa yang seharus-nya dipuji?

Air Mata Syukur

Dalam ibadah perjamuan kudus yang saya hadiri bersama istri, anggota jemaat diundang maju ke depan untuk menerima roti dan anggur dari salah seorang pendeta atau penatua. Mereka memberikan ucapan kepada satu demi satu anggota jemaat yang maju tentang arti pengorbanan Yesus bagi masing-masing dari mereka. Pengalaman tersebut sangat menyentuh sehingga meninggalkan kesan yang berbeda dari suatu kegiatan yang sudah dilakukan secara rutin. Setelah kami kembali ke bangku, saya menyaksikan jemaat berjalan kembali dengan perlahan dan hening. Mengharukan sekali melihat banyak jemaat yang matanya berkaca-kaca. Bagi saya, dan orang lain yang berbicara dengan saya kemudian, air mata itu adalah air mata syukur.

Dia Mengubah Hidupku

Semenjak wafatnya sang pelopor komputer Steve Jobs pada tahun 2011, lebih dari satu juta orang di seluruh dunia telah menulis pesan penghormatan kepadanya lewat dunia maya. Tema yang umumnya mewarnai pesan mereka adalah tentang bagaimana Jobs telah mengubah hidup mereka. Mereka berkata bahwa sekarang mereka menjalani hidup secara berbeda oleh karena inovasi-inovasi Jobs yang kreatif, dan mereka ingin menyata-kan penghargaan sekaligus dukacita mereka yang mendalam lewat pesan tersebut. Pada layar sebuah komputer tablet tertulis dengan huruf yang besar: iSad (akuSedih).

Pohon Peristirahatan

Awalnya saya tidak mengerti mengapa ada sebatang pohon tumbuh sendirian di ladang yang ada di seberang kantor saya. Berhektar-hektar pohon di sekitarnya telah ditebang agar para petani dapat menanam jagung di ladang itu. Namun sebatang pohon disisakan dan tidak ditebang, dengan ranting-ranting yang menjulang ke atas dan terbentang ke sana-kemari. Pertanyaan saya akhirnya terjawab saat saya tahu bahwa pohon itu tidak ditebang demi satu tujuan. Pada zaman dahulu, para petani biasanya menyisakan sebatang pohon untuk tetap berdiri agar mereka dan ternaknya memiliki suatu tempat teduh untuk beristirahat ketika terik sinar matahari di musim panas membakar kulit mereka.

“Jika Tuan Mau”

Molly ingin meminta bantuan ayahnya, tetapi ia takut untuk memintanya. Ia tahu bahwa ayahnya tidak mau diganggu apabila sedang bekerja dengan komputernya. Ayah mungkin akan marah padaku, pikir Molly, sehingga akhirnya ia tidak jadi meminta bantuan ayahnya.

Sudah Terlambat

Kejadian ini hampir selalu terjadi di tiap semester. Saya sering berkata pada para mahasiswa tingkat satu dalam mata kuliah menulis bahwa mereka harus menyelesaikan berbagai tugas menulis untuk syarat kelulusan mereka. Namun hampir di setiap semester, ada saja murid yang tidak mempercayai per-kataan saya. Mereka itu biasanya mengirimi saya e-mail di hari terakhir semester dengan nada panik serta menjabarkan alasan mereka tidak menyelesaikan tugas. Saya tidak suka melakukannya, tetapi saya harus tetap mem-beritahukan kepada mereka, “Maafkan saya. Sekarang sudah terlambat. Anda tidak lulus mata kuliah menulis.”