Category  |  Santapan Rohani

Surat Untuk Seorang Anak

Bahkan menjelang akhir hidupnya, C. S. Lewis tetap menunjukkan minatnya untuk membangun pertumbuhan rohani orang Kristen yang masih muda. Meskipun dalam keadaan sakit keras, ia masih menyediakan waktu untuk menanggapi sepucuk surat dari seorang anak bernama Philip. Sambil memuji gaya penulisan yang baik dari anak itu, Lewis menyatakan sukacitanya karena Philip memahami bahwa sang singa Aslan dalam Hikayat Narnia itu melambangkan Yesus Kristus. Keesokan harinya, Lewis meninggal dunia di rumahnya di Kilns, Oxford, Inggris, satu minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-65.

Penyajian

Istri saya, Martie, adalah seorang koki yang hebat. Setelah menjalani satu hari yang berat, satu hal yang saya nanti-nantikan adalah menghirup aroma kaya bumbu yang menjanjikan terhidangnya makanan yang lezat. Martie tidak hanya tahu cara memasak makanan yang enak, ia juga seorang penyaji yang andal. Aneka makanan disajikannya di atas piring, lengkap dengan tatanan indah dari lauk-pauk, nasi putih, dan sayur-sayuran yang telah disiapkannya. Semua itu mendorong saya untuk segera duduk dan menikmati hasil karya tangannya. Namun sebelum Martie mengolah beragam bahan makanan itu, semuanya tampak tidak begitu menarik. Tadinya daging itu mentah dan lembek, berasnya masih keras dan rapuh, dan sayur-mayurnya perlu dibersihkan dan dipotong.

Tantangan Dari Batasan

Pada usianya yang ke-86, Ken Deal mengakhiri lebih dari 3 dekade masa pelayanannya sebagai sukarelawan dalam pelayanan penjara dengan memberikan sebuah khotbah Minggu. Pesan yang Ken sampaikan kepada para narapidana adalah tentang melayani Tuhan meski berada di penjara. Banyak contoh yang disebutnya dalam khotbah berasal dari para narapidana yang diantaranya menjalani hukuman penjara seumur hidup. Di suatu tempat di mana setiap orang enggan untuk tinggal, Ken justru mendorong mereka untuk terus bertumbuh dan membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada orang lain.

Kehadiran

Setelah 20 anak dan 6 karyawan terbunuh di sebuah sekolah di Connecticut, seluruh bangsa tertegun karena tidak pernah menyangka bahwa peristiwa mengerikan seperti itu bisa terjadi. Perhatian semua orang berfokus pada tragedi itu dengan pertanyaan-pertanyaan: Orang macam apa yang dapat melakukan hal seperti itu, dan apa alasannya? Bagaimana mencegah agar hal itu tidak terjadi lagi? Bagaimana cara menolong korban yang selamat? Di tengah kekacauan itulah sebuah kelompok yang tidak terduga telah melakukan aksi yang berpengaruh besar.

Christingle

Di Republik Ceko dan di tempat-tempat lain, perayaan Natal melibatkan sesuatu yang disebut “Christingles”. Christingle merupakan sebuah jeruk yang melambang-kan dunia dengan sebatang lilin yang ditempatkan di atasnya untuk melambang- kan Kristus yang adalah Terang dunia. Pita merah pun dililitkan pada jeruk ini untuk melambangkan darah Yesus. Ada empat tusuk gigi dengan buah-buahan kering yang ditancapkan dengan menembus pita merah itu pada sisi-sisi dari jeruk tersebut, dan ini melambangkan segala buah yang ada di bumi.

Satu Malam Yang Sunyi

Simon telah beremigrasi dari Belanda ke Amerika Serikat. Istrinya, Kay, dan ketiga anak mereka, Jenny, Bill, dan Lucas, lahir di Amerika Serikat. Kemudian Jenny menikah dengan Roberto asal Panama. Bill menikahi Vania dari Portugal. Dan Lucas menikah dengan Bora dari Korea Selatan.

Allah Menyertai Kita

Kehadiran sang pemuda di dalam ruangan itu jelas menjadi pusat perhatian. Semua orang berpakaian agak formal kecuali dirinya. Pemuda ini mengenakan celana jeans, kaos oblong, dan topi bisbol yang sudah pudar warnanya. Mata saya tidak bisa tidak memperhatikannya saat saya menyapa para mahasiswa pada suatu hari ketika saya melayani dalam sebuah kebaktian di sebuah seminari di Bukares, Rumania. Saya tidak tahu mengapa ia tidak menaati aturan berpakaian dalam seminari itu, tetapi nama-nya akan selalu saya ingat.

Keajaiban Natal

Setelah melalui semester pertama saya di seminari, keluarga kami diberi tiket pesawat untuk pulang merayakan Natal. Pada malam sebelum penerbangan kami, kami menyadari bahwa uang yang kami miliki masih kurang $20 (±Rp. 200.000) untuk biaya parkir, transportasi, dan hal-hal tak terduga lainnya di sepanjang perjalanan. Dengan hati sedih, kami memutuskan untuk mendoakan hal ini. Meskipun anak-anak masih kecil (usia 6 dan 2 tahun), kami mengajak mereka untuk berdoa bersama.

Sinar Dan Bayangan

Seymour Slive, seorang sejarawan dalam bidang seni, menyebut Rembrandt, sang seniman besar asal Belanda (1606–1669), sebagai pakar dalam penggunaan sinar dan bayangan. Rembrandt disebutnya sebagai seorang pencerita yang ulung dengan kanvas lukisnya. Lukisan Rembrandt yang bertajuk The Adoration of the Shepherds (Pemujaan oleh Para Gembala) menggambarkan sebuah kandang gelap di Betlehem di mana ada dua gembala berlutut di samping palungan sementara sejumlah orang lainnya berdiri di kejauhan. Salah seorang dari mereka terlihat memegang lentera, tetapi cahaya yang bersinar paling terang bukan bersumber dari lentera itu, tetapi datang dari Kristus sang bayi, cahaya terang yang menyinari setiap orang yang berada di dekat-Nya.