Category  |  Santapan Rohani

Harapan Bagi Yang Ragu

Sebagai seorang pembina rohani di dunia kerja, saya punya kesempatan istimewa untuk berbincang-bincang dengan banyak orang. Beberapa dari mereka memandang iman Kristen dengan skeptis. Saya menemu-kan tiga kendala utama yang menghambat mereka untuk percaya kepada Kristus.

Persaingan Memberi

Sebuah iklan televisi di masa Natal yang saya sukai menampilkan dua orang tetangga yang saling bersaing secara baik-baik untuk melihat siapa yang paling banyak bisa menyebarkan sukacita Natal. Mereka berdua mengamati satu sama lain ketika menghias rumah mereka dan pohon-pohon dengan lampu yang berkelap-kelip. Kemudian mereka memperbaiki rumah masing-masing supaya yang satu lebih baik daripada yang lain. Selanjutnya, mereka mulai bersaing untuk melihat siapa yang bisa memberi paling banyak kepada tetangga-tetangga yang lain, dan mereka pun berlarian dengan riang gembira sambil membagi-bagikan hadiah.

Yang Baik Dan Yang Buruk

Kisah Nabi Yunus yang memberontak menunjukkan kepada kita bagaimana Allah rindu menggunakan baik berkat maupun ujian untuk menantang kita dan mengubah kita agar menjadi lebih baik. Lima kali dalam kitab Yunus disebutkan bahwa Tuhanlah yang merencanakan keadaan yang dialami Yunus—keadaan yang baik maupun yang buruk.

Ketakutan Yang Besar

Setelah menjalani persiapan selama berminggu-minggu, akhirnya malam pertunjukan musikal tahunan oleh paduan suara anak untuk Natal tahun 1983 itu pun tiba. Anak-anak yang sudah memakai kostum mereka mulai memasuki auditorium ketika tiba-tiba kami mendengar bunyi gaduh di pintu belakang. Saya dan istri menengok dan melihat anak kami, Matt. Ia menangis dengan keras dan tampak sangat ketakutan. Ia memegang kencang-kencang pegangan pintu dan menolak untuk masuk ke dalam auditorium. Setelah berunding cukup lama, sang sutradara akhirnya memberi tahu Matt bahwa ia tidak harus tampil di panggung. Sebagai gantinya, Matt duduk bersama kami, dan ketakutannya pun segera berkurang.

Lampu-Lampu Natal

Setiap bulan Desember tiba, ada 13 keluarga yang tinggal di dekat tempat tinggal kami yang akan memasang 300.000 lampu Natal untuk menampilkan suatu pertunjukan cahaya yang memukau. Orang-orang yang tinggal di tempat yang jauh rela datang dan mengantri berjam-jam untuk menyaksikan pertunjukan dari serangkaian lampu berwarna-warni dan mendengar musik yang telah diatur sesuai dengan kelap-kelip lampu-lampu tersebut. Paduan sinar dan musik tersebut begitu rumit sampai-sampai dibutuhkan 64 unit komputer untuk mengatur seluruh pertunjukan tersebut.

Lebih Dari Cukup

Ketika menjamu sekelompok besar tamu di rumah saya, saya mengkhawatirkan kalau-kalau makanan yang saya siapkan tidak akan cukup untuk dinikmati oleh seluruh tamu. Namun seharusnya saya tidak perlu khawatir. Tanpa saya duga, beberapa orang teman membawa makanan tambahan dan kami semua dapat menikmati makanan yang tiba-tiba berlimpah itu. Kami punya makanan yang lebih dari cukup dan saling berbagi dari kelimpahan itu.

Perbaiki Nafsu Anda

Semasa istri saya masih muda dan tinggal di Austin, Texas, keluarganya bertetangga dan bersahabat dengan Carlyle Marney, gembala dari gereja yang mereka hadiri. Salah satu ujaran Dr. Marney tentang kecukupan diri telah menjadi semacam semboyan bagi keluarga istri saya. Beliau berkata, “Kita hanya perlu memperbaiki nafsu kita.”

Batu Eureka

Pada tahun 1867, di sebuah ladang di Afrika Selatan, seorang anak 15 tahun bernama Erasmus Jacobs melihat sebuah batu yang memantulkan cahaya berkilauan di bawah sinar matahari. Ia bercerita tentang batu yang berkilau itu kepada seorang tetangga yang kemudian ingin membelinya dari keluarga Erasmus. Karena tidak mengetahui nilai dari batu itu, ibu Erasmus berkata kepada tetangganya, “Ambil saja batunya kalau engkau mau.”

Satu Regangan

Selama bertahun-tahun, Sarah telah menderita sakit punggung bagian bawah yang makin memburuk. Dokter mendorongnya untuk menjalani terapi fisik, dan ia diminta untuk melakukan 25 kali peregangan setiap hari. Sakitnya memang berkurang tetapi tidak hilang sepenuhnya. Jadi dokter mengadakan pemeriksaan dengan sinar-X dan memintanya untuk ke terapis yang lain. Sarah diminta berhenti melakukan peregangan seperti yang dianjurkan terapis sebelumnya dan cukup melakukan satu kali peregangan saja dalam satu hari. Ajaibnya, justru satu kali peregangan sederhana itulah yang berhasil menolongnya.