Category  |  Santapan Rohani

Waktunya Berubah

Banyak orang percaya yang rindu untuk menyediakan waktu bersama Allah setiap hari dengan cara berdoa dan membaca firman-Nya. Ironisnya, mereka sering teralihkan oleh jadwal yang padat. Rasa frustrasi memuncak ketika kesibukan sepertinya memenuhi setiap celah waktu dalam jadwal mereka.

Allah Memiliki Rencana Lain

Sejak kecil, sahabat saya Linda, bercita-cita ingin menjadi misionaris dalam bidang medis. Ia sungguh mengasihi Tuhan dan ingin melayani-Nya sebagai seorang dokter sembari memberitakan Injil kepada orang-orang sakit di berbagai belahan dunia yang sangat membutuhkan bantuan medis. Namun Allah memiliki rencana lain. Linda memang menjadi misionaris dalam bidang medis, tetapi tidak melalui cara yang diharapkannya.

Allah Dalam Keindahan Alam

Di lokasi tempat tinggal saya, saya dimanjakan oleh pemandangan luar biasa yang menyingkapkan hasil karya penciptaan Allah yang mengagumkan dan spektakuler. Baru-baru ini, ketika sedang berkendara melintasi suatu hutan, saya begitu terpukau oleh pemandangan menakjubkan dari pepohonan musim gugur yang dihiasi warna merah tua dan beragam warna kuning. Semuanya itu tertata indah secara artistik dengan latar belakang langit biru yang luar biasa cerahnya.

Kehendak Allah

Kita sering mencari kehendak Allah—terutama ketika kita berada dalam situasi yang sulit. Kita bertanya-tanya, Apa yang akan saya alami di sini? Haruskah saya tinggal ataukah Allah menginginkan saya berada di tempat lain? Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti adalah dengan melakukan apa yang Allah kehendaki supaya Anda lakukan sekarang—tanggung jawab untuk saat ini—dan menantikan Allah menyatakan langkah selanjutnya.

Hidup Yang Bersinar

Menurut Federasi Bola Basket Internasional, bola basket merupakan olahraga terpopuler kedua di dunia, dengan sekitar 450 juta orang penggemar dari berbagai negara di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, di tengah semarak turnamen bola basket antarkampus tahunan pada bulan Maret, orang-orang sering teringat pada pelatih legendaris John Wooden. Selama 27 tahun melatih di UCLA, tim besutan Wooden berhasil meraih gelar Juara Nasional sebanyak 10 kali, suatu rekor yang tidak pernah dicapai tim lain. Namun saat ini, John Wooden yang telah wafat pada tahun 2010 itu tidak hanya dikenang oleh karena prestasi yang dicapainya, tetapi juga karena kepribadian dirinya.

Rahmat Yang Tak Berkesudahan

Ketika saya sedang berjalan-jalan menyusuri bandara O’Hare di Chicago, sesuatu memikat perhatian saya—sebuah topi yang dikenakan oleh seseorang yang melintas terburu-buru di tengah tempat terbuka dalam bandara itu. Yang memikat perhatian saya adalah pesan tertulis pada topi itu yang hanya terdiri dari dua kata: “Sangkal Semuanya”.Saya bertanya-tanya apa maksud dari kalimat pendek itu. Apakah itu berarti jangan pernah mengakui kesalahan? Atau bersikap untuk menolak kesenangan dan kemewahan hidup? Saya bertanya-tanya dalam hati sambil memikirkan apa arti dari dua kata sederhana tersebut, “Sangkal Semuanya”.

Ayah Yang Pantas Untuk Diteladani

Ketika saya memikirkan tentang ayah saya, saya teringat pada ungkapan ini: “Ia tak memberi tahu saya bagaimana caranya menjalani hidup; ia menjalani hidupnya, dan membiarkan saya melihat bagaimana ia melakukannya.” Pada saat saya masih muda, saya melihat bagaimana ayah saya hidup dalam iman kepada Allah. Ia menghadiri kebaktian Minggu pagi di gereja, mengajar kelas pendalaman Alkitab bagi kaum dewasa, menolong dalam menghitung persembahan, dan melayani sebagai diaken. Di luar gereja, ia dengan setia membela kebenaran Injil dan membaca Alkitabnya. Saya melihat ayah saya mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan melalui perbuatan-perbuatannya.

Kuasa Yang Bermanfaat

Olahraga tinju dan kompetisi adu kekuatan sejenisnya memiliki suatu aspek unik yang terkandung di dalamnya. Dalam suatu pertandingan, para atlit bertarung secara individu dengan tujuan untuk menunjukkan keunggulan kekuatan mereka. Hal tersebut sama seperti ketika Anda ikut adu panco—Anda melakukannya untuk membuktikan bahwa Andalah orang yang terkuat di antara lawan-lawan Anda.

Semua Karena Kasih

Saya melihat satu tulisan pada papan penanda di depan sebuah gereja yang menurut saya sangat tepat untuk menjadi moto dalam hubungan kita dengan sesama: Terimalah kasih. Berilah kasih. Terus ulangi demikian.