Anugerah Untuk Perdamaian
Alfred Nobel menjadi kaya raya karena penemuan bahan dinamit, suatu benda yang juga mengubah cara orang berperang. Mungkin karena diliputi perasaan ngeri atas peperangan yang berlangsung dengan menggunakan dinamit, ia pun membuat suatu persyaratan dalam surat wasiatnya tentang suatu penghargaan yang akan dianugerahkan tiap-tiap tahun kepada orang-orang yang bekerja untuk mengupayakan perdamaian. Saat ini, penghargaan itu disebut Anugerah Nobel dalam bidang Perdamaian.
Tempat Yang Sulit
Seorang ilmuwan yang sangat cakap dalam bidangnya memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran cepat saji ketika ia harus mundur dari pekerjaannya karena adanya suatu perkembangan teknologi yang membuat tenaganya tidak lagi dibutuhkan. Suatu malam, seusai kegiatan pendalaman Alkitab yang kami ikuti, ia menceritakan bahwa keadaan tersebut memang menyulitkan, tetapi sekaligus menyadarkan dirinya. Ia berkata, “Ada satu hal baik yang dapat kulihat, yaitu anak-anak muda di tempat aku bekerja sekarang kelihatannya sangat tertarik dengan imanku.” Seorang anggota kelompok kami menanggapi, “Aku mengagumimu karena kerendahan hatimu. Aku yakin imanmu yang telah membuatmu dapat bersikap demikian.”
Waktunya Berubah
Banyak orang percaya yang rindu untuk menyediakan waktu bersama Allah setiap hari dengan cara berdoa dan membaca firman-Nya. Ironisnya, mereka sering teralihkan oleh jadwal yang padat. Rasa frustrasi memuncak ketika kesibukan sepertinya memenuhi setiap celah waktu dalam jadwal mereka.
Allah Memiliki Rencana Lain
Sejak kecil, sahabat saya Linda, bercita-cita ingin menjadi misionaris dalam bidang medis. Ia sungguh mengasihi Tuhan dan ingin melayani-Nya sebagai seorang dokter sembari memberitakan Injil kepada orang-orang sakit di berbagai belahan dunia yang sangat membutuhkan bantuan medis. Namun Allah memiliki rencana lain. Linda memang menjadi misionaris dalam bidang medis, tetapi tidak melalui cara yang diharapkannya.
Allah Dalam Keindahan Alam
Di lokasi tempat tinggal saya, saya dimanjakan oleh pemandangan luar biasa yang menyingkapkan hasil karya penciptaan Allah yang mengagumkan dan spektakuler. Baru-baru ini, ketika sedang berkendara melintasi suatu hutan, saya begitu terpukau oleh pemandangan menakjubkan dari pepohonan musim gugur yang dihiasi warna merah tua dan beragam warna kuning. Semuanya itu tertata indah secara artistik dengan latar belakang langit biru yang luar biasa cerahnya.
Kehendak Allah
Kita sering mencari kehendak Allah—terutama ketika kita berada dalam situasi yang sulit. Kita bertanya-tanya, Apa yang akan saya alami di sini? Haruskah saya tinggal ataukah Allah menginginkan saya berada di tempat lain? Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti adalah dengan melakukan apa yang Allah kehendaki supaya Anda lakukan sekarang—tanggung jawab untuk saat ini—dan menantikan Allah menyatakan langkah selanjutnya.
Hidup Yang Bersinar
Menurut Federasi Bola Basket Internasional, bola basket merupakan olahraga terpopuler kedua di dunia, dengan sekitar 450 juta orang penggemar dari berbagai negara di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, di tengah semarak turnamen bola basket antarkampus tahunan pada bulan Maret, orang-orang sering teringat pada pelatih legendaris John Wooden. Selama 27 tahun melatih di UCLA, tim besutan Wooden berhasil meraih gelar Juara Nasional sebanyak 10 kali, suatu rekor yang tidak pernah dicapai tim lain. Namun saat ini, John Wooden yang telah wafat pada tahun 2010 itu tidak hanya dikenang oleh karena prestasi yang dicapainya, tetapi juga karena kepribadian dirinya.
Rahmat Yang Tak Berkesudahan
Ketika saya sedang berjalan-jalan menyusuri bandara O’Hare di Chicago, sesuatu memikat perhatian saya—sebuah topi yang dikenakan oleh seseorang yang melintas terburu-buru di tengah tempat terbuka dalam bandara itu. Yang memikat perhatian saya adalah pesan tertulis pada topi itu yang hanya terdiri dari dua kata: “Sangkal Semuanya”.Saya bertanya-tanya apa maksud dari kalimat pendek itu. Apakah itu berarti jangan pernah mengakui kesalahan? Atau bersikap untuk menolak kesenangan dan kemewahan hidup? Saya bertanya-tanya dalam hati sambil memikirkan apa arti dari dua kata sederhana tersebut, “Sangkal Semuanya”.
Ayah Yang Pantas Untuk Diteladani
Ketika saya memikirkan tentang ayah saya, saya teringat pada ungkapan ini: “Ia tak memberi tahu saya bagaimana caranya menjalani hidup; ia menjalani hidupnya, dan membiarkan saya melihat bagaimana ia melakukannya.” Pada saat saya masih muda, saya melihat bagaimana ayah saya hidup dalam iman kepada Allah. Ia menghadiri kebaktian Minggu pagi di gereja, mengajar kelas pendalaman Alkitab bagi kaum dewasa, menolong dalam menghitung persembahan, dan melayani sebagai diaken. Di luar gereja, ia dengan setia membela kebenaran Injil dan membaca Alkitabnya. Saya melihat ayah saya mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan melalui perbuatan-perbuatannya.