Category  |  Santapan Rohani

Delapan Puluh Persen Lainnya

Baru-baru ini saya membaca sebuah papan reklame yang menyatakan bahwa 80 persen dari seluruh makhluk hidup di bumi ini terdapat di dalam laut. Persentase sebesar itu rasanya sulit untuk dibayangkan, terutama karena sebagian besar dari makhluk hidup tersebut tidak terlihat oleh kita.

Luangkan Waktu Untuk Merenung

Para orangtua biasanya suka mengenang tahap-tahap perkembangan anak mereka. Mereka akan merekam dalam buku catatan perkembangan bayi mereka kapan saatnya si kecil pertama kali berguling, kemudian merangkak, lalu melangkah untuk pertama kalinya. Mereka sering mengabadikannya lewat foto dan menyimpan pakaian bayi milik anak mereka untuk mengenang kembali pengalaman-pengalaman berharga tersebut.

Corine

Musim dingin yang lalu, ketika kami sedang menyusun paket-paket berisi materi untuk suatu acara pertemuan dengan para pembaca Our Daily Bread di Orlando, Corine datang dan menyapa kami. Saat itu sudah menjelang siang dan ia merasa bahwa kami pasti lapar dan haus. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami “baik-baik saja,” tetapi ia menjawab, “Aku tahu kalian baik-baik saja, tetapi kalian perlu makan.” Selang beberapa menit, ia kembali dengan membawa minuman dingin dan makanan ringan.

Teruskanlah

Selama bertahun-tahun saya memperhatikan bahwa orang-orang yang pernah meng-alami penderitaan biasanya akan dengan sigap menawarkan penghiburan bagi orang lain yang menderita. Ketika ada pasangan muda yang kehilangan anak mereka, pasangan lain yang pernah kehilangan anak di masa lalu akan bertanya apakah mereka bisa membantu. Jika ada pasangan yang kehilangan sumber penghasilan mereka, dengan segera pasangan lain akan menawarkan bantuan, karena mereka teringat masa sulit yang pernah mereka lalui beberapa tahun lalu saat harta mereka 
disita. Berulang kali kita melihat tubuh Kristus saling mendukung dan menguatkan. Orang-orang Kristen ini telah belajar bahwa mereka dapat menggunakan pencobaan yang pernah mereka alami untuk menjangkau orang lain yang mengalami kesulitan yang serupa.

Pikiran Yang Menggertak, Menggeram

Bertahun-tahun yang lalu, saya dan Ayah berjalan lintas alam melalui Big Bend di Texas. Saat ini tempat tersebut sudah dijadikan taman nasional, tetapi pada waktu itu masih merupakan daerah yang belum terawat.

Pasti Terbang

Badai yang hebat menunda penerbangan kami ke Frankfurt, dan akibatnya kami ketinggalan pesawat untuk penerbangan selanjutnya. Kami diberi tahu bahwa kami dipastikan bisa terbang dengan penerbangan lain besok malam. Namun ketika malam itu kami tiba di gerbang, mereka mengumum-
kan bahwa kami masih harus menunggu. Penerbangan itu ternyata penuh.

Seorang Yang Berpengaruh

Kalau Anda mencari “orang yang berpengaruh” di Google, hasil pencarian akan menyajikan beragam daftar “tokoh paling berpengaruh di dunia”. Daftar itu biasanya mencantumkan para pemimpin politik, wirausahawan dan atlet; tidak ketinggalan para tokoh dari dunia ilmu pengetahuan, seni, dan hiburan. Anda tidak akan menemukan nama-nama tukang masak dan tukang cuci yang bekerja untuk mereka. Meski demikian, mereka yang biasanya dianggap memiliki posisi rendah justru sering mempengaruhi orang yang mereka layani.

Apakah 
Kasih Itu?

Ketika ditanya, “Apakah kasih itu?”, anak-anak punya jawaban yang luar biasa. Noelle, usia 7 tahun, berkata, “Kasih itu adalah saat seorang wanita bilang ia menyukai baju seorang pria, dan pria itu memakai baju itu setiap hari.” Rebecca, usia 8 tahun, menjawab, “Sejak nenek mengidap radang sendi, ia tak bisa membungkuk untuk mengecat kuku kakinya. Jadi kakek yang melakukannya setiap saat, bahkan setelah tangan kakek juga terkena radang sendi. Itu namanya kasih.” Jessica, yang juga berusia 8 tahun, menyimpulkan, “Jangan berani bilang ‘Aku sayang kamu’ kecuali kamu memang sungguh-sungguh. Jika kamu sungguh-sungguh sayang, katakan itu berulang-ulang. Orang itu gampang lupa.”

Hikmat 
Orang Banyak

Deskripsi online tentang buku The Wisdom of Crowds (Hikmat Orang Banyak) menyatakan, “Dalam buku yang memukau ini, kolumnis bisnis dari mingguan New Yorker, James Surowiecki, membedah ide sederhana yang sering terabaikan: Sekelompok besar orang terbukti lebih cerdas daripada sekelompok kecil kaum elit, sehebat apa pun kelompok elit ini—kelompok besar ini lebih baik dalam memecahkan masalah, mendorong inovasi, mengambil keputusan yang bijak, bahkan memprediksi masa depan.”