Tujuan Hidup Anda
Ada satu nasihat yang saya baca di sebuah buku pengembangan diri yang terdengar cukup baik: Lakukan saja apa yang paling mahir Anda lakukan, pada saat itulah Anda akan merasa paling berhasil. Penulis buku tersebut berusaha menolong para pembaca untuk mencapai suatu hidup yang mereka idam-idamkan. Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi jika saya hanya melakukan apa yang paling mahir saya lakukan, tidak ada banyak hal yang bisa saya hasilkan!
Yang Kita Bicarakan
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan, “Orang yang berpikiran luas suka membicarakan gagasan; orang yang berpikiran rata-rata suka membicarakan peristiwa; orang yang berpikiran kerdil suka membicarakan orang lain.” Memang, bisa saja kita membicarakan orang lain dengan cara yang menghormati mereka. Namun ungkapan di atas merujuk pada perbuatan kita yang tak pantas. Dengan hadirnya media sosial maupun profesional di mana-mana, kita pun terus-menerus diperhadapkan dengan kabar tentang kehidupan pribadi orang lain yang terkadang tak pantas untuk kita ketahui.
Cara Sulit Untuk Menjadi Kuat
Berlian adalah batu perhiasan yang indah dan bernilai tinggi, tetapi awalnya berlian hanyalah karbon biasa—hitam, kotor, dan mudah terbakar. Setelah mengalami tempaan panas tinggi dan tekanan hebat selama ber-tahun-tahun, karbon ini menjadi murni dan kuat. Proses ini menjadi perumpamaan yang tepat untuk kekuatan rohani; Allah memakai kekuatan dari luar yang sangat hebat untuk menghapus kecemaran kita dan menyempur-nakan kekuatan-Nya di dalam diri kita.
Membaca Terbalik
Saya harus mengakui bahwa terkadang saya membaca akhir dari sebuah buku sebelum saya membaca awal kisahnya. Dengan cara itu, saya akan tahu tokoh mana yang tetap bertahan dan mana yang tidak. Ketika saya sudah mengetahui akhir kisahnya, saya bisa membaca buku itu dengan tenang sambil tetap menghargai dan menikmati alur cerita serta perjalanan setiap tokoh di dalamnya.
Tanda Peringatan
Di suatu pantai berpasir di Uruguay, terdapat patung semen berbentuk jari-jari raksasa yang terkubur separuh dan sedang menggapai ke angkasa. Patung ini dinamai Monumen Bagi Orang yang Tenggelam. Orang setempat menyebutnya La Mano atau “Tangan”. Monumen ini dibuat oleh Mario Irarrázabal, seniman asal Chili, sebagai rambu peringatan bagi para perenang akan bahaya tenggelam. “Tangan” itu kini menjadi objek pariwisata, tetapi tujuan utamanya tetaplah untuk mengingatkan orang agar waspada terhadap bahayanya berenang di tengah laut.
Hidup Yang Kita Idamkan
Festival Buku Texas yang diadakan setiap tahun di Austin menarik perhatian ribuan orang yang suka melihat-lihat buku, meng-hadiri diskusi yang dipandu penulis ternama, dan mendengar nasihat penulis profesional. Dalam festival ini, seorang penulis buku fiksi untuk kaum dewasa muda menasihati para penulis pemula, “Tulislah buku yang Anda sendiri ingin baca.” Ini saran yang luar biasa, bukan saja bagi mereka yang hendak menulis, tetapi juga bagi kita dalam menjalani hidup. Apakah yang terjadi ketika kita bertekad untuk menjalani hidup dengan sikap yang kita inginkan dimiliki oleh orang lain juga?
Itu Yesus!
Sebagai seorang anak keturunan Yahudi yang besar di New York, Michael Brown tak punya minat terhadap hal-hal rohani. Ia menjalani hidup dengan mengejar keinginan untuk menjadi penggebuk drum dalam suatu band, lalu ia terlibat dalam narkoba. Namun kemudian beberapa teman mengundang Michael untuk datang ke gereja, di mana ia merasa begitu terkesan dengan kasih dan doa-doa dari jemaat gereja tersebut. Setelah mengalami suatu pergumulan rohani yang singkat, Michael pun mempercayai Yesus sebagai Juruselamatnya.
Jalan Yang Berliku
Dalam bukunya A Sweet and Bitter Providence (Pahit-Manisnya Penyertaan Allah), John Piper menyajikan pemikiran tentang penyertaan Allah dan tuntunan-Nya: “Hidup bukanlah sebuah garis lurus yang membawa kita dari satu berkat ke berkat lain hingga akhirnya kita sampai di surga. Hidup adalah sebuah jalan yang berliku dan penuh masalah. . . . Allah tak hanya muncul untuk membereskan suatu masalah yang telah terjadi. Dia sedang mengatur jalan hidup kita dan mengelola masalah-masalah yang ada dengan suatu maksud besar demi kebaikan kita dan demi kemuliaan Yesus Kristus.”
Berdiri Teguh
Semasa SMA, saya dan seorang teman membuat sebuah miniatur sungai sebagai tugas akhir dalam mata pelajaran ilmu bumi. Dengan dibantu ayah saya, kami membuat kotak panjang dari kayu lapis dengan engsel di tengahnya. Lalu kami membungkusnya dengan plastik dan mengisinya dengan pasir. Di salah satu ujung, kami mengikatkan sebuah selang, dan di ujung yang lain ada lubang pembuangan. Setelah selesai merakit, kami mengangkat salah satu ujung miniatur sungai tersebut, mengisinya dengan air, dan memperhatikan bagaimana air langsung mengalir ke lubang di ujung yang lain. Tahap selanjutnya dari eksperimen ini adalah menempatkan batu di tengah aliran tersebut dan memperhatikan bagaimana batu itu mengubah jalannya aliran air.