Category  |  Santapan Rohani

Penyeberangan Domba

Lalu lintas terhenti, tetapi saya tidak tahu alasannya. Tidak banyak mobil di jalan, jadi saya tidak mengerti mengapa harus berhenti. Lalu, saya sangat terkejut sekaligus senang melihat ribuan ekor domba muncul dan menyeberangi jalan raya. Sebagai pendatang baru di Idaho, saya belum terbiasa dengan migrasi tahunan yang dijalani domba-domba ke kaki bukit Boise setiap musim semi. Para peternak lokal mengawal kawanan mereka ke kaki bukit, tempat mereka merumput langsung dari sumbernya selama musim panas.

Menjadi Berkat

Dalam pertandingan sengit antara Eagles dan Pioneers, dua tim sepak bola SMA lokal yang sudah lama bersaing, pemain Eagles berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Bola memang masuk ke gawang, tetapi keluar lagi melalui lubang pada jaring di belakang gawang. Wasit tidak melihat bola masuk ke gawang, dan karena melihat bola berada di luar gawang, ia memutuskan gol itu tidak dihitung. Pelatih Pioneers yang melihat gol tersebut bisa saja tetap diam, tetapi dengan sukarela ia menguatkan gugatan pelatih Eagles atas gol tadi. Wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut, dan Pioneers pun kalah dengan skor 3-2.

Tuhan Ada di Mana-Mana

Seorang pemain biola yang berpenampilan biasa-biasa saja, mengenakan topi bisbol dan kaus oblong, berdiri di dekat stasiun kereta bawah tanah L’Enfant Plaza di Washington, DC. Ia menggesekkan busur di atas senar biolanya dan menghasilkan melodi-melodi yang indah. Namun, orang-orang bergegas melewatinya begitu saja. Sampai ia selesai, hanya segelintir orang yang berhenti untuk mendengarkannya. Seandainya orang banyak itu tahu bahwa mereka sedang melewati Joshua Bell, salah seorang virtuoso terbesar di generasinya, yang pada malam sebelumnya baru saja memberikan pertunjukan di Perpustakaan Kongres AS. Bell memainkan beberapa musik biola yang paling sulit dan memukau di dunia, dengan menggunakan biola Stradivarius 1713 yang bernilai sekitar 3,5 juta dolar.

Leluhur Rohani

Setelah mengikuti tes keturunan beberapa tahun lalu, muncul rasa ingin tahu yang lebih dalam terhadap para leluhur saya. Saya bersyukur bisa mendengar cerita tentang sejumlah kerabat dari almarhum ayah dan juga ibu saya. Mendengar kisah mereka membantu saya merasa terhubung dengan akar keluarga saya dan menolong saya belajar dari pengalaman mereka.

Melihat dengan Hati Allah

Setelah Chantale merayakan ulang tahunnya yang ketiga belas dengan pesta berjam-jam, tiba-tiba suara tembakan senjata memecah ketenangan desanya malam itu. Chantale dan saudara-saudaranya mematuhi perintah ibunya untuk bersembunyi dan lari ke hutan. Sepanjang malam, mereka meringkuk dengan dilindungi sebatang pohon. “Matahari muncul keesokan paginya, tetapi orangtua kami tidak,” kenang Chantale. Ia dan saudara-saudaranya menjadi yatim piatu dan pengungsi, tinggal bersama dengan puluhan ribu orang di sebuah kamp pengungsian.