Category  |  Santapan Rohani

Menantikan Allah

Semasa kecil, saya selalu bersemangat setiap kali melihat rambu-rambu tertentu muncul di tepi jalan. Saya mengira papan rambu warna-warni itu menandakan bahwa kami sudah tiba di taman hiburan yang kami tuju. Saya yang tadinya mulai mengemasi barang-barang dengan gembira, akhirnya kecewa ketika menyadari masih ada banyak rambu berikutnya dan perjalanan kami masih berlanjut. Akhirnya saya mengerti bahwa rambu-rambu itu hanya menyatakan kepada pengunjung bahwa lokasi yang dituju sudah dekat, tetapi masih beberapa kilometer di depan.

Itu Salah Saya

Dalam sebuah film komedi lama, seorang pemrogram komputer yang ceroboh nan jenius terpilih untuk mengikuti misi berawak manusia pertama ke planet Mars. Meski terus membuat kesalahan-kesalahan konyol, ia punya kebiasaan spontan untuk berseru, “Bukan salahku!” Sewaktu awak pesawat luar angkasa itu mendarat di Mars, sang pemrogram tergelincir dari atas tangga dan jatuh ke permukaan planet, tepat sebelum rekannya menjejakkan kaki di sana. Jadi, kata-kata pertama yang terucap di Mars adalah, “Bukan salahku!”

Sukacita dari Yesus

Perawatan kanker yang dijalani Nancy mengakibatkan banyak sariawan dalam mulut dan tenggorokannya, sampai-sampai ia tidak bisa menelan sepotong roti. Ia terpaksa minum susu untuk mengisi perutnya selama berhari-hari. Namun, satu hal tetap memunculkan senyum di wajah perempuan berusia 60 tahun itu, yakni sukacita dari mengenal Tuhan Yesus—dan kebersamaan dengan para cucu lelakinya. Waktu yang ia habiskan bersama mereka setiap minggu menolongnya untuk tidak larut memikirkan keadaannya. “Kalau bukan karena mereka, aku pasti sudah menyerah,” kata Nancy.

Hidup Berintegritas

Suatu kali, Sarah tanpa sadar menjatuhkan cincin berlian pertunangannya ke dalam cangkir seorang pria tunawisma. Billy Ray, pengemis itu, sempat menaksir nilai cincin tersebut, bahkan terpikir untuk menjualnya. Namun, ia memilih untuk bersikap jujur dan mengembalikannya ketika Sarah datang kembali beberapa hari kemudian. Sarah dan suaminya lalu menggalang donasi untuk membantu Billy Ray. Tindakan mereka menggerakkan banyak pihak untuk ikut memberi bantuan. Tidak hanya dukungan finansial, Billy Ray juga menerima bantuan hukum, hingga akhirnya dapat membeli sebuah rumah. Ia juga dipertemukan kembali dengan keluarganya yang telah lama terpisah.

Mendapat Istirahat

“Taktik tidur” adalah serangkaian panduan bagi tentara untuk tidur dengan efektif selama 10 hingga 30 menit. Karena mengalami gejolak adrenalin, kesepian, atau kecemasan, para tentara yang kurang tidur sering mengalami kesulitan untuk beristirahat. Saran yang diberikan panduan itu termasuk menggunakan penyumbat telinga dan membaca sebelum tidur. Di dalamnya juga disediakan permen karet dengan kadar kafein khusus untuk mengurangi rasa pening setelah bangun dari tidur singkat.

Jawaban yang Allah Sediakan

“Siapa nama ibu kandungku?” Pertanyaan polos dari putri saya yang berusia tujuh tahun menghunjam hati saya. Ketika mengadopsi dirinya, kami hanya diberikan informasi dasar tentang orangtua kandungnya—tinggi, berat, usia, warna mata dan rambut mereka. Bagaimana saya harus menjawab pertanyaannya? Sesuatu yang tidak mungkin dijawab! Saya menghela napas dan berdoa, “Tuhan, apa yang harus kukatakan?” Sebuah kalimat lalu terucap dari mulut saya, “Nama apa yang kamu pilih untuknya?” Ia tersenyum lebar dan berseru, “Aku suka Madeline!” “Kalau begitu, namanya Madeline!” jawab saya. Saya percaya Allah yang menyediakan jawaban itu ketika saya tidak tahu harus berbuat apa.