Month: Agustus 2026

Mempengaruhi Generasi Mendatang

Sewaktu latihan bola basket, Enrique dan temannya diminta ayahnya untuk menunjukkan cara mengoper bola dengan benar di depan seluruh tim. Enrique telah berlatih selama berminggu-minggu, tetapi ia masih takut melakukan kesalahan. Ia berdoa, lalu melakukan apa yang diminta darinya, dan berkata, “Terima kasih, Tuhan!” Setelahnya, sang ayah berkata, “Ayah bangga karena kamu bekerja keras, Nak. Namun, ayah lebih bangga karena kamu berdoa dan memuji Tuhan.” Sambil mengangkat bahu, Enrique menjawab, “Aku hanya melakukan yang biasa Ayah lakukan.”

Allah Lebih Besar

Sebelum menjadi terkenal, panglima perang Mongolia, Jenghis Khan (±1162–1227), membunuh saudara tirinya sendiri demi memperkuat kedudukannya dalam keluarga. Setelah kekuasaannya semakin kokoh, ia mulai membangun kekaisaran yang lebih luas daripada yang pernah dimiliki oleh Alexander Agung, membentang dari pesisir Pasifik di Asia hingga Eropa Timur. Dengan taktik yang kejam, Khan dan pasukannya yang disebut “Gerombolan Emas” meninggalkan jejak kematian dan kehancuran di setiap wilayah yang mereka serbu. Penaklukan militernya yang dahsyat sungguh tidak tertandingi dalam sejarah.

Bagian dari Kisah Allah

Arkeolog Jodi Magness dan timnya sedang melakukan ekskavasi pada sebuah sinagoge di Huqoq, desa kuno di Galilea Hilir, ketika mereka menemukan koleksi mosaik, lukisan, dan ukiran yang luar biasa. Di antara benda-benda tersebut, terdapat mosaik langka yang menceritakan kisah Alkitab tentang Debora dan perannya dalam pertempuran Israel melawan orang Kanaan; sejauh ini belum ada penemuan benda kuno lainnya yang menceritakan kisah kepahlawanan perempuan itu.

Keluarga dalam Allah

“Apa yang membuatmu tersenyum saat memikirkan tentang anakmu?” tanya saya kepada Clarence, seorang pemuda yang sedang saya bimbing. Dengan bangga, ia membagikan beberapa pencapaian cemerlang dari putranya yang berusia empat tahun. Ada satu hal yang membuat saya takjub. Bukan hanya si anak memiliki nama depan dan nama belakang yang sama dengan ayahnya, tetapi wajahnya pun sangat mirip sehingga ia dapat membuka ponsel pintar ayahnya dengan menggunakan fitur pengenalan wajah!

Pertolongan dari Allah

Ketika nelayan Scott Thompson terjatuh dari kapalnya pada malam yang gelap di Selat Santa Barbara, lepas pantai California, ia tidak tahu apakah dirinya akan selamat. Ia berenang sekuat tenaga mengejar kapalnya, tetapi kapal yang digerakkan oleh mesin itu semakin menjauh. Jadi, ia pun berupaya berenang menuju sebuah anjungan minyak yang jauh di tengah kegelapan. Ketika mulai kehilangan harapan, Scott mendengar suara percikan air di dekatnya. Ternyata seekor anjing laut ikut berenang bersamanya untuk sesaat, sambil mendorongnya ke arah anjungan tersebut. Setelah berenang selama lima jam, Thompson berhasil mencapai tujuannya. Ia menyebut anjing laut tadi sebagai “malaikat” yang datang untuk menolongnya.

Donasi Rutin

Melalui donasi rutin, Anda ikut ambil bagian agar pelayanan ini dapat terus hadir, bertumbuh, dan membawa firman Tuhan kepada lebih banyak orang setiap bulan.
Donasi rutin adalah persembahan yang dikirim secara otomatis sesuai nominal dan jadwal yang Anda pilih. Praktis, aman, dan dapat diubah atau dihentikan kapan saja.
Cara memulai:
  1. Mengisi formulir komitmen di bawah ini.
  2. Pilih bank yang Anda gunakan.
  3. Ikuti panduan pengaturan autodebet/transfer berkala.
  4. Hubungi…

Nantikanlah Tuhan

Kazuto dan istrinya Migiwa menunggu hasil pemeriksaan USG dengan sangat cemas. Migiwa telah mengalami gagal hati selama lebih dari sembilan bulan, dan ia sangat membutuhkan transplantasi hati segera. Kazuto dapat mendonorkan sebagian hatinya untuk sang istri, tetapi dengan satu syarat: kondisi jantung Migiwa harus kuat. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan sedikit perbaikan pada jantungnya. Apakah ada kemajuan untuk kali ini?

Berjalan dalam Kejujuran

Pengemudi jasa transportasi daring Uber bernama Esbon Kamau menjemput seorang penumpang berusia 16 tahun yang dalam perjalanan untuk membeli sepeda motor sebagai hadiah dari ayahnya. Setelah Kamau menurunkannya, ia menyadari bahwa tas remaja itu tertinggal di kursi belakang. Ada uang tunai sebesar 8.000 dolar AS di dalamnya—jumlah yang dibutuhkan untuk membeli sepeda motor. Kamau segera menghubungi perusahaan Uber agar membantu melacak penumpang tersebut. Tak lama kemudian, Kamau pun berhasil mengembalikan uang itu kepada si anak muda yang merasa lega dan bersyukur. “Saya hanya berusaha melakukan apa yang benar saat dibutuhkan,” kata Kamau, “dan tidak membiarkan keegoisan menguasai saya.”

Negeri yang Lebih Baik dari Allah

Perasaan Michele campur aduk ketika merasa sang ayah sudah menjelang ajalnya. Ia sangat sedih mendengar ayahnya berkata, “Sayang, maafkan Ayah tidak akan bisa mengantarmu ke pelaminan.” Namun, ia meyakinkan beliau akan kasihnya, dengan berpegang teguh pada pengharapan yang didapatkannya dari Ibrani 11. Michele berkata, “Ayah, engkau sedang menuju negeri yang lebih baik, negeri di surga.” Ia percaya bahwa ketika ayahnya meninggal, beliau akan bersama dengan Allah selamanya. Ia merenungkan, “Pasti surga itu sangat indah!”