Category  |  Santapan Rohani

Pemeliharaan Allah

Bersama ibunya, Buddy yang berusia tiga tahun pergi ke gereja setiap minggu untuk membantu menurunkan bahan makanan dari truk yang melayani pembagian makanan. Suatu hari, setelah mendengar ibunya bercerita bahwa truk tersebut rusak, Buddy berkata, “Aduh . . . bagaimana mereka bisa membagi makanan?” Ibunya menjelaskan bahwa gereja harus mengumpulkan uang untuk membeli truk baru. Buddy tersenyum. “Aku punya uang,” katanya, seraya meninggalkan ruangan. Ia kembali dengan membawa stoples plastik berhias stiker warna-warni berisi uang receh, yang berjumlah 38 dolar lebih sedikit. Meski uang Buddy tidak banyak, Allah menggabungkan persembahannya dengan persembahan dari jemaat lain untuk membeli truk pendingin yang baru, sehingga gereja dapat terus melayani komunitas mereka.

Berjalan bersama Orang Lain

Billy, seekor anjing yang lucu dan setia, menjadi terkenal di dunia maya pada tahun 2020. Russell, pemiliknya, mengalami patah pergelangan kaki dan harus menggunakan kruk untuk berjalan. Tak lama kemudian Billy juga mulai berjalan terpincang-pincang setiap kali berjalan bersama pemiliknya. Karena prihatin, Russell membawa Billy ke dokter hewan, tetapi dokter berkata tidak ada masalah apa pun dengan anjing itu! Billy dapat berlari ketika sedang sendirian. Ternyata, anjing tersebut berpura-pura pincang saat berjalan dengan pemiliknya. Itulah gambaran kesungguhan untuk ikut merasakan penderitaan orang lain!

Di Saat Kelam, Berdoalah!

“Saya pernah mengalami masa kelam.” Lima kata itu menggambarkan penderitaan batin seorang pesohor wanita selama pandemi COVID-19. Menyesuaikan diri dengan kenormalan yang baru adalah salah satu tantangan yang dihadapinya, dan di tengah pergumulannya itu, ia mengaku bergulat dengan niat bunuh diri. Namun, upayanya untuk keluar dari situasi yang menjerumuskan itu terbantu ketika ia menceritakan pergumulannya kepada seorang teman yang mempedulikannya.

Di Balik Salib

Pada pertengahan abad ke-20, di wilayah India tengah pernah terjadi ketegangan antara orang-orang non-Kristen dan umat Kristen. Seorang pemuda disuruh memanjat gedung setinggi tiga tingkat dan mencabut salib dari atapnya. Namun, bukan saja tidak berhasil, ia juga terjatuh dari atap ke jalan di bawahnya dan terluka parah. Ketika dibawa ke rumah sakit, ia ditempatkan di sebuah kasur lipat bersebelahan dengan seorang pasien Kristen.

Tindakan Drastis

Sebuah hiasan busur dan tempat anak panah telah bertahun-tahun tergantung pada dinding rumah kami di Michigan. Ayah saya, yang mendapatkannya sebagai kenang-kenangan ketika kami melayani sebagai misionaris di Ghana, mewariskannya kepada saya.

Kelebihan Mencukupkan Kekurangan

Kantin sekolah, seperti bisnis katering besar lainnya, sering kali menyediakan lebih banyak makanan daripada yang dikonsumsi. Hal ini karena mereka tak dapat memperkirakan dengan tepat jumlah yang dibutuhkan. Alhasil, sisa makanan jadi mubazir, sementara ada banyak siswa yang kekurangan makanan di rumah mereka dan kelaparan pada akhir pekan. Sebuah distrik sekolah di Amerika Serikat bekerja sama dengan lembaga nirlaba setempat untuk menemukan solusi bagi masalah ini. Mereka membungkus sisa makanan dari kantin dan membagi-bagikannya kepada para murid. Dengan demikian, mereka mengatasi masalah sisa makanan yang mubazir sekaligus masalah kelaparan para murid.

Allah Membela Kita

Seorang ibu di Colorado membuktikan bahwa ia akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Suatu ketika ia mendengar putranya yang berusia lima tahun menjerit saat sedang bermain di luar. Sang ibu yang segera berlari keluar itu sangat kaget melihat “teman main” anaknya yang tak disangka-sangka—seekor singa gunung. Singa besar tersebut menindih anaknya, dan kepala si anak berada dalam mulutnya. Dengan mengerahkan segenap keberanian dalam dirinya untuk melawan si singa, ibu itu lalu membuka paksa mulut hewan tersebut demi menyelamatkan putranya. Aksi heroiknya mengingatkan kita bagaimana sosok ibu digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan kegigihan kasih Allah dalam membela dan melindungi anak-anak-Nya.

Kasih yang Dapat Dipercaya

Mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya? Emosi saya bercampur aduk antara sedih, merasa bersalah, marah, dan bingung.

Bukan Lagi Seorang Yatim

Guy Bryant hidup melajang dan tidak memiliki anak kandung. Ia bekerja di dinas kesejahteraan anak-anak kota New York. Karena setiap hari ia menghadapi besarnya kebutuhan akan orangtua asuh, Bryant pun memutuskan untuk melakukan sesuatu. Selama lebih dari satu dekade, Bryant mengasuh lebih dari lima puluh anak, bahkan pernah mengasuh sembilan anak pada saat bersamaan. “Selalu saja ada anak yang membutuhkan tempat tinggal,” Bryant menjelaskan. “Saya pikir, karena saya memiliki tempat di rumah dan hati saya bagi mereka, jadi saya melangkah saja tanpa pikir panjang.” Sampai sekarang, anak-anak asuh Bryant yang telah dewasa dan mandiri masih menyimpan kunci apartemennya dan sering berkunjung pada hari Minggu untuk makan siang bersama orang yang mereka juluki “Pops” itu. Bryant telah menunjukkan kasih seorang ayah kepada banyak orang.