
Mengenali dan Mengasihi Sesama
Hippokrates (±460–375 SM) memisahkan ilmu kedokteran dari takhayul, dan menjadikannya sebagai disiplin yang ilmiah dan dapat diteliti. Namun, ia tetap menekankan sisi manusiawi dalam pengobatan. Ia berkata, “Jauh lebih penting mengetahui orang seperti apa yang menderita penyakit itu, daripada penyakit apa yang diderita orang itu.”

Kotak Jus yang Kosong
Ketika saya memimpin pelayanan bagi para ibu dari anak-anak balita, kami mencari sebuah gambaran yang dapat mewakili beratnya tugas para ibu sehari-hari: mengganti popok, membersihkan ingus, membereskan mainan. Lalu kami menemukannya dalam sebuah kotak jus yang sudah kosong dan penyok. Demikianlah perasaan para ibu: terkuras dan hampa. Pelayanan kami hadir untuk menolong mereka berjumpa dengan Yesus, Sumber air hidup yang sanggup memenuhi kembali semangat mereka.

Sukacita dan Kekuatan dalam Allah
Di Museum New Orleans, di antara karya-karya warna-warni dari botol plastik bekas yang dipotong menyerupai bulu dan kap lampu, seorang pemandu wisata menjelaskan alasan penggunaan bahan tersebut. Ia berkata, “Bagi sebuah kota yang telah mengalami banyak masalah, kami belajar untuk menciptakan kebahagiaan dan keindahan dari apa yang kami miliki. Kami tidak hanya berfokus pada masa-masa sulit; kami merayakan ketangguhan.”

Mengembangkan Sikap Bersyukur
“Papa, bisa tolong ambilkan air minum?” pinta putri bungsu saya. “Ini ya,” jawab saya, sambil menyodorkan secangkir penuh. Ia menerimanya tanpa sepatah kata pun. Tak lama kemudian, putri sulung saya meminta hal yang sama—dan reaksinya sama: diam. Dengan nada kesal, akhirnya saya berkata, “Mengapa tidak ada yang mengucapkan terima kasih? Apa susahnya?”
