Mengabdi dengan Senang Hati
Andrew Card menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih di bawah Presiden George W. Bush. Dalam sebuah wawancara mengenai perannya, Card menjelaskan, “Dalam ruang kantor setiap anggota staf tergantung sebuah tulisan tentang tujuan kami: ‘Kami mengabdi kepada keinginan Presiden’. Namun, itu tidak berarti kami berusaha menyenangkan hati Presiden atau mengikuti apa saja kemauannya. Sebaliknya, kami mengabdi dengan memberi tahu Presiden apa yang perlu diketahui agar beliau dapat melaksanakan tugasnya.” Tugas Presiden tersebut adalah memerintah negara Amerika Serikat.
Itu Bukan Urusanmu
“Kenapa aku dapat permen rasa stroberi tetapi kakak dapat permen rasa anggur?” tanya keponakan saya yang berumur enam tahun. Keponakan-keponakan itu mengajarkan kepada saya bahwa anak-anak sering membanding-bandingkan apa yang diberikan kepada mereka dengan apa yang diterima orang lain. Sebagai bibi yang sayang kepada mereka, saya harus memberi tanggapan yang bijaksana!
Kekasih TUHAN
Untuk mengungkapkan kesedihannya, seorang gadis muda bernama Allie menulis kalimat-kalimat berikut di atas sepotong kayu dan meletakkannya di taman: “Sejujurnya, aku sedih. Tak ada yang mau main denganku, dan aku kehilangan satu-satunya orang yang mau mendengarkanku. Aku hanya bisa menangis setiap hari.”
Melihat Masa Depan Penuh Harapan
Setelah mengalami kehancuran akibat Badai Katrina tahun 2005, New Orleans perlahan-lahan dibangun kembali oleh warganya. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Lower Ninth Ward, dengan penduduk yang tidak memiliki akses kepada persediaan hidup yang paling mendasar, sekalipun bencana Badai Katrina sudah bertahun-tahun berlalu. Burnell Cotlon bertekad untuk bekerja keras mengubah hal itu. Pada bulan November 2014, ia membuka toko kelontong pertama di Lower Ninth Ward setelah bencana tersebut. “Saat saya membeli gedung itu, semua orang berpikir bahwa saya sinting,” kenang Cotlon. Namun, “pelanggan pertama kami menangis karena ia . . . tidak mengira [lingkungan kami] akan dibangun kembali.” Ibu Cotlon berkata bahwa putranya itu “melihat sesuatu yang tidak saya lihat. Saya senang [ia] . . . mengambil kesempatan itu.”
Ziarah Kehidupan
Lebih dari dua ratus juta orang dari berbagai kepercayaan melakukan ziarah setiap tahunnya. Dari zaman ke zaman, tugas seorang peziarah adalah melakukan perjalanan ke sebuah tempat suci untuk menerima berkat tertentu. Tujuan perjalanan mereka adalah sebuah kuil, katedral, tempat suci, atau suatu lokasi, tempat berkat itu dapat diterima.
Belajar dari Satu Sama Lain
Bertahun-tahun sebelum Zoom menjadi alat komunikasi yang mudah diakses, seorang teman pernah meminta saya menghubunginya dengan panggilan video untuk mendiskusikan sebuah pekerjaan. Membaca email saya, ia dapat merasakan kebingungan saya, jadi ia menyarankan agar saya mencari seorang remaja untuk mencari tahu caranya melakukan panggilan video.
Jørn yang Rendah Hati
Orang-orang tidak mengira seorang penggarap lahan seperti Jørn bakal menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Meski mempunyai penglihatan yang lemah ditambah keterbatasan fisik lainnya, Jørn mencurahkan segenap dirinya untuk warga desanya di Norwegia, dengan mendoakan mereka pada malam-malam ketika rasa sakit membuatnya terjaga. Dalam doanya, ia mendaftarkan rumah demi rumah, menyebutkan nama setiap orang di dalam rumah itu, bahkan anak-anak yang belum pernah ditemuinya. Orang-orang senang padanya karena jiwanya yang penuh kelembutan, dan mereka suka datang kepadanya untuk meminta nasihat. Jika Jørn tidak dapat membantu secara praktis, orang tetap merasa diberkati setelah menemuinya, karena mereka dapat merasakan kasihnya. Saat Jørn meninggal dunia, pemakamannya adalah yang terbesar yang pernah diadakan di desa itu, meski ia tidak memiliki keluarga di sana. Doa-doanya berkembang dan membuahkan hasil melebihi apa yang dapat ia bayangkan.
Kagum kepada Allah
Definisi phobia (fobia) adalah “ketakutan irasional” terhadap benda atau situasi tertentu. Arachnophobia adalah ketakutan pada laba-laba (meski ada yang berpendapat bahwa fobia seperti itu sangat masuk akal!). Contoh fobia lain adalah globophobia dan xocolatophobia. Masih ada sekitar 400 jenis fobia lainnya yang tercatat dan benar-benar terjadi. Tampaknya hampir semua hal bisa membuat manusia takut.
Kaya dalam Kebajikan
Setelah bekerja keras sebagai penatu selama 70 tahun—menggosok, mengeringkan, dan melicinkan baju dengan tangan—Oseola McCarty akhirnya pensiun di usia 86 tahun. Ia sudah menabung penghasilannya yang tidak seberapa dengan sangat cermat selama bertahun-tahun, dan kemudian melakukan sesuatu yang membuat takjub komunitasnya. Oseola memutuskan untuk mendonasikan 150.000 dolar AS kepada universitas setempat sebagai dana beasiswa bagi para mahasiswa yang membutuhkannya. Ratusan orang yang terinspirasi oleh pemberian tanpa pamrih tersebut ikut berdonasi hingga mencapai hasil tiga kali lipat dari donasi Oseola.