Category  |  Santapan Rohani

Doa Terselubung

Setelah mengalami kekejaman di kamp konsentrasi Auschwitz, Elie Wiesel kehilangan imannya. “Di mana Engkau, Allah yang penuh kemurahan?” tanyanya, saat mengingat kekejian yang ia dan orang lain alami. “Dari kecil, aku tak berharap banyak dari sesama manusia. Namun, aku berharap banyak dari-Mu.”

Selalu dalam Penjagaan Allah

Setelah menerima selembar tiket gratis untuk menghadiri sebuah acara yang laku keras, Trina menyelipkannya ke dalam Alkitab miliknya. Tak lama kemudian, putra Trina melihatnya panik mengobrak-abrik dapur. Ketika Trina mengatakan bahwa ia kehilangan Alkitab, putranya bertanya mengapa ia mencarinya di lemari dapur. “Karena aku sudah mencarinya ke mana-mana, dan acaranya dimulai 30 menit lagi,” jawabnya. “Aku tidak ingin ketinggalan sedikit pun.” Putranya tertawa, “Tenang, Ma. Kurasa Mama sedang FOMO (fear of missing out, atau rasa takut ketinggalan).” Trina ikut tertawa. Lalu, suaminya masuk sambil membawa Alkitab. “Kau meninggalkannya di dalam mobil,” katanya.

Menunggu dan Berserah

Tidak banyak yang kita ketahui tentang Adelaide Pollard, dan mungkin itu memang yang dikehendakinya. Ia adalah hamba Tuhan yang rendah hati dan tidak mencari pengakuan bagi dirinya sendiri. Pada usia 40 tahun, Adelaide merasa terpanggil untuk melayani sebagai misionaris di Afrika. Namun, kesempatan itu tertutup baginya sehingga ia pun sangat berkecil hati. Di tengah kekecewaan, Adelaide teringat firman Tuhan: “Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku” (Yer. 18:6). Dari perenungan itu lahirlah sebuah himne dengan lirik: “Ku tanah liat Kau Penjunan.”

Upaya Restorasi

Pada April 2019, kebakaran melanda Notre-Dame de Paris, katedral abad pertengahan yang terkenal, menghancurkan menara serta balok-balok kayu ek yang menyangga atap berbahan timah. Tak lama setelah itu, rencana restorasi langsung disusun. Donasi mengalir dari seluruh dunia, dan para perajin mulai bekerja dengan menerapkan teknik pembangunan, kayu, dan batu yang sama seperti yang digunakan pada struktur aslinya.

Melayani seperti Kristus

Saat mengunjungi seorang rekan yang dirawat di rumah sakit, saya terkesan dengan tindakan seorang dokter muda yang hadir bersama rekan-rekan dokter muda lainnya. Mereka sedang mendengarkan penjelasan seorang dokter senior tentang kondisi pasien. Tiba-tiba, rekan saya dengan cemas berkata bahwa ia perlu ke kamar mandi, tetapi kesulitan untuk bangun. Ia bahkan tidak sanggup menunggu perawat untuk datang membantunya.

Sungai untuk Diseberangi

Ketika Chris McCandless menyimpang dari jalan utama dan masuk ke dalam kawasan liar Alaska, ia berharap itu hanya untuk sementara. Ia menyeberangi Sungai Teklanika pada bulan April, tetapi es yang mencair pada musim panas membuat sungai itu meluap dengan arus deras yang tak terseberangi. McCandless tidak bisa kembali, dan berbulan-bulan kemudian, dalam kondisi kehabisan makanan, ia pun mati dengan tragis. Pengalamannya yang mengenaskan itu kemudian diabadikan dalam buku dan film.

Melangkah Seirama

Lillian Colón, yang tumbuh besar di panti asuhan, berhasil mengalahkan 400 penari lainnya untuk meraih posisi yang sangat didambakan dalam kelompok tari ternama di dunia. Hingga usia 40-an, Lillian berpentas bersama kelompok itu dalam sinkronisasi koreografi yang kompak. Kini, sebagai pelatih tari di usianya yang ke-70, ia berusaha menanamkan pelajaran terbesar kepada para siswanya: Bekerja sama agar tetap seirama. “Di atas maupun di bawah panggung, hidup kita saling terkait erat,” katanya, “dan kita semua akan berhasil jika kita mendukung dan memperhatikan satu sama lain.”

Ikut dalam Karya Penyelamatan Allah

Saat Taliban dengan cepat mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada tahun 2021, puluhan ribu orang terjebak di negara itu tanpa jalan keluar. Banyak yang merasa terisolasi dan putus asa. Warga sipil pun bergerak, termasuk seorang pemuda yang mengadakan kampanye melalui Instagram dan berhasil mengumpulkan tujuh juta dolar AS untuk membiayai evakuasi dengan pesawat terbang carteran. “Kami berhasil mengesampingkan perbedaan politik dalam situasi seperti ini,” katanya kepada media, “dan berbagai lapisan masyarakat sungguh-sungguh bersatu demi menyelamatkan orang-orang di sana.” Mereka semua ikut turun tangan dalam misi penyelamatan tersebut.