Kasih yang Mengampuni
Delapan puluh tahun usia pernikahan! Pete dan Ruth, paman dan bibi buyut suami saya, merayakan pencapaian luar biasa tersebut pada tanggal 31 Mei 2021. Mereka bertemu pada tahun 1941 ketika Ruth masih di SMA. Pasangan muda itu begitu bersemangat untuk menikah sehingga mereka memutuskan langsung menikah sehari setelah Ruth lulus. Pete dan Ruth percaya bahwa Allah telah menyatukan dan membimbing mereka selama ini.
Menolak Hal-Hal yang “Berkilauan”
Suatu kali, dalam The Andy Griffith Show, acara TV dari era 1960-an, seorang pria memberi tahu Andy bahwa ia harus membiarkan putranya, Opie, memutuskan sendiri bagaimana ia ingin menjalani hidupnya. Andy tidak setuju. “Anda tidak dapat membiarkan anak muda mengambil keputusan sendiri. Ia akan menyambar benda berkilauan pertama yang dibungkus dengan pita mengilap di hadapannya. Lalu, ketika ia menyadari jebakan di balik benda itu, semuanya sudah terlambat. Gagasan-gagasan yang sesat selalu dikemas dengan sangat memikat sehingga sulit untuk meyakinkan mereka bahwa ada banyak hal yang mungkin lebih baik untuk jangka panjang.” Ia menyimpulkan bahwa penting bagi orangtua untuk memberi contoh perilaku yang benar dan membantu anak untuk “menampik godaan”.
Buah yang Bertahan Selamanya
Teman saya Ruel menghadiri reuni SMA yang diadakan di rumah teman sekelasnya dahulu. Rumah temannya yang terletak di tepi laut dekat Teluk Manila itu tampak megah dan dapat menampung dua ratus orang, tetapi membuat Ruel merasa kecil.
Hilang, Ditemukan, Bersukacita
“Mereka menjuluki saya ‘si penemu cincin’. Tahun ini saja saya sudah menemukan 167 buah cincin yang hilang.”
Menjangkau Saya
Dalam postingannya baru-baru ini, blogger Bonnie Gray bercerita saat kesedihan yang luar biasa mulai merasuk ke dalam hatinya. Katanya, “Tiba-tiba saja, saat saya sedang bahagia-bahagianya . . . saya mulai mengalami serangan panik dan depresi.” Ia mencoba menempuh berbagai cara untuk mengatasi masalahnya, tetapi segera menyadari bahwa ia tidak cukup kuat untuk menanganinya sendiri. “Saya tidak ingin orang mempertanyakan iman saya, jadi saya merahasiakannya dan berdoa agar depresi saya lenyap. Namun, Allah ingin menyembuhkan kita, bukan mempermalukan atau membuat kita bersembunyi dari rasa sakit kita.” Gray menemukan kesembuhan melalui kehadiran Allah yang menghiburkan dirinya; Dia sajalah jangkar yang dapat diandalkan di tengah ombak yang mengancam untuk menelannya.
Bau Tidak Enak
Pada suatu pagi bertahun-tahun lalu, anak bungsu saya turun menghampiri saya yang sedang duduk. Ia langsung berlari dan duduk di pangkuan saya. Saya memeluknya, mengecup kepalanya dengan lembut, dan ia pun menjerit senang. Namun, kemudian ia mengernyit, mengerutkan hidung, dan menatap cangkir kopi saya dengan pandangan menuduh. “Papa,” katanya serius. “Aku sayang Papa, aku suka Papa, tapi aku tidak suka bau Papa.”
Cinta Seperti Nyala Api
Penyair, pelukis, dan pencetak William Blake menikmati empat puluh lima tahun kehidupan pernikahan bersama istrinya, Catherine. Mereka selalu bekerja sama sejak hari pernikahan mereka sampai kematiannya pada tahun 1827. Catherine mewarnai sketsa-sketsa yang dibuat William, dan kesetiaan mereka bertahan melewati masa-masa penuh kemiskinan dan tantangan. Bahkan pada minggu-minggu terakhir ketika kondisi kesehatannya semakin menurun, Blake tetap berkarya, dan sketsa terakhirnya adalah wajah istrinya. Empat tahun kemudian, Catherine meninggal dunia sambil menggenggam pensil milik suaminya.
Tetapi Aku Berkata Kepadamu
“Ibu tahu apa yang mereka katakan. Tapi, Ibu bilang sama kamu . . .” Waktu masih kecil, mungkin ribuan kali saya mendengar ibu saya mengucapkan petuah seperti itu. Konteksnya selalu soal tekanan dari teman sebaya. Ibu mencoba mengajarkan kepada saya untuk tidak begitu saja ikut arus. Namun, meski bukan anak-anak lagi, mentalitas untuk ikut arus masih cukup kuat bercokol dalam diri ini. Contohnya nasihat ini: “Tempatkanlah dirimu di antara orang-orang yang berpandangan positif.” Meski kalimat itu sudah umum, kita patut mengujinya dengan bertanya: “Apakah itu sesuai dengan ajaran Kristus?”
Persoalan Hati
“Coba Anda lihat, Saudara Tim.” Teman saya, Sam, seorang pendeta di Ghana, mengarahkan senternya ke benda berukir yang disandarkan pada sebuah pondok yang dindingnya terbuat dari lumpur. Ia berbisik, “Inilah berhala desa ini.” Setiap Selasa sore, Sam mengunjungi desa terpencil itu untuk membagikan firman Tuhan.