Category  |  Santapan Rohani

Lihatlah dari Buahnya

“Silakan [nama orang] yang asli berdiri.” Inilah kalimat pemungkas acara televisi To Tell the Truth. Panel berisi empat orang selebriti mengajukan serangkaian pertanyaan kepada tiga orang yang mengaku sebagai orang yang sama. Tentu saja, dua dari mereka bukan orang yang asli, tetapi juri harus menebak mana yang asli. Dalam satu episode, para selebriti mencoba menebak “Johnny Marks yang asli”, penulis lirik lagu Rudolph the Red-Nosed Reindeer. Meski sudah mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang jitu, para panelis kesulitan menebak Johnny Marks yang asli. Kedua Johnny yang palsu berhasil mengecoh mereka, sehingga menghasilkan suatu acara televisi yang sangat menghibur.

Ke Mana Harus Berpaling

Semua orang di SMA mengagumi sikap ramah dan keterampilan Jack dalam berolah raga. Ia merasa paling bahagia saat melayang di udara, di atas luncuran berbentuk setengah lingkaran—dengan satu tangan memegang skateboard, dan tangan yang lain terentang untuk menjaga keseimbangan.

Mangkuk Biji Kopi

Saya bukan peminum kopi, tetapi sehirup aroma biji kopi dapat melipur lara sekaligus membangkitkan kesedihan. Dahulu, putri remaja kami, Melissa, sering menata kamarnya dengan menaruh mangkuk berisi biji-biji kopi agar aromanya yang hangat dan menenangkan memenuhi kamarnya.

Keluar dari Hati

Misi penyelamatan “Operasi Bahtera Nuh” mungkin terdengar menyenangkan bagi kelompok pecinta hewan, tetapi sebenarnya tidak demikian bagi kelompok Pencegahan Kekerasan terhadap Hewan di Nassau. Setelah menerima banyak keluhan tentang suara berisik dan bau busuk yang berasal dari sebuah rumah di Long Island, para petugas memasuki rumah tersebut dan menemukan (serta menyelamatkan) lebih dari empat ratus ekor hewan yang berada dalam kondisi memprihatinkan.

Pertolongan Allah untuk Masa Depan

Menurut psikolog Meg Jay, kita cenderung memikirkan diri kita di masa depan seperti bagaimana kita memikirkan orang asing. Mengapa? Hal itu mungkin disebabkan oleh sesuatu yang kadang-kadang disebut sebagai “kesenjangan empati”. Sulit bagi kita untuk berempati dan peduli pada orang yang kita tidak kenal secara pribadi—bahkan diri sendiri versi masa depan. Karena itu, dalam pekerjaannya, Jay berusaha menolong orang-orang muda membayangkan diri mereka di masa depan dan mengambil langkah untuk peduli. Hal ini termasuk menyusun rencana bagi diri mereka di masa depan, supaya terbuka jalan bagi mereka untuk mengejar impian mereka dan terus berkembang.

Mukjizat Keselamatan

Hidup Kevin Lynn, seorang blogger, sempat hancur berantakan. Dalam sebuah artikel baru-baru ini, ia menulis: “Saya sudah menodongkan pistol ke kepala saya . . . Dan Allah secara ajaib melangkah ke dalam kamar dan hidup saya. Saat itu, saya sungguh-sungguh menemukan apa yang sekarang saya tahu adalah Allah.” Allah campur tangan dan mencegah Lynn mengambil nyawanya sendiri. Dia memenuhi hati Lynn dengan keyakinan dan mengingatkannya pada kehadiran-Nya yang penuh kasih. Alih-alih menyimpan sendiri perjumpaan yang luar biasa ini, Lynn membagikan pengalamannya kepada dunia, membuat pelayanan melalui YouTube untuk membagikan kisah transformasinya hidupnya dan juga kisah-kisah orang lain.

Memilih dengan Bijak

Sebagai komandan kru penerbangan yang dijadwalkan untuk berangkat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, astronaut Chris Ferguson harus mengambil keputusan sulit. Namun, keputusan itu tidak berhubungan dengan teknis penerbangan atau keamanan rekan-rekan astronautnya. Sebaliknya, Ferguson memutuskan apa yang ia anggap sebagai tugasnya yang terpenting: keluarganya. Ferguson memilih untuk tetap berada di bumi agar dapat menghadiri pernikahan putrinya.

Kekuatan Sebuah Nama

Ranjit menciptakan sebuah lagu berisikan nama anak-anak jalanan di Mumbai, India, untuk menyenangkan dan menguatkan mereka. Ia menciptakan melodi yang unik bagi setiap nama dan mengajarkan mereka lagu tersebut, dengan harapan anak-anak itu memiliki kenangan yang indah tentang nama mereka. Bagi anak-anak yang jarang mendengar nama mereka disebutkan dengan penuh kasih, Ranjit memberikan penghormatan sebagai hadiah bagi mereka.

Cerita Belum Berakhir

Ketika episode terakhir serial drama Inggris, Line of Duty, ditayangkan, banyak orang ingin tahu bagaimana akhir dari perjuangan para tokohnya melawan kejahatan terorganisir. Namun, banyak penonton akhirnya kecewa ketika dalam episode terakhir itu justru tersirat kejahatan yang akhirnya menang. “Saya ingin orang-orang jahat diseret ke pengadilan,” kata seorang penggemar. “Kita butuh akhir yang bermoral seperti itu.”