Category  |  Santapan Rohani

Mengenal Jalan yang Benar

Tak seorang pun mengira bahwa pemain skateboard Brasil berusia enam belas tahun, Felipe Gustavo, akan menjadi “salah satu pemain skateboard paling legendaris di planet ini”. Ayah Gustavo yakin sang putra perlu mengejar mimpinya untuk menjadi pemain skateboard profesional, tetapi mereka tidak punya uang. Ayahnya lalu menjual mobil mereka dan membawa putranya mengikuti kompetisi skating Tampa Am yang terkenal di Florida. Tak seorang pun pernah mendengar tentang Gustavo . . . sampai ia menang. Kemenangan itu menjadi batu loncatannya menuju karier yang luar biasa.

Kekuatan untuk Melepaskan

Paul Anderson adalah atlet angkat besi asal Amerika Serikat yang pernah dikenal sebagai Manusia Terkuat di Dunia. Meski mengalami infeksi telinga parah dan menderita demam hingga 39 derajat Celcius, ia berhasil mencetak rekor dunia dalam ajang Olimpiade tahun 1956 di Melbourne, Australia. Awalnya ia sempat tertinggal dari para pesaingnya, dan satu-satunya kesempatan meraih medali emas adalah dengan mencetak rekor kejuaraan baru pada partai terakhirnya. Namun, dua upaya pertamanya gagal total.

Menyerahkan Kendali kepada Allah

Bayangkan pohon ek megah yang cukup kecil untuk ditempatkan di atas meja dapur. Itulah bonsai, pohon hias yang cantik, versi mini dari pohonnya yang dapat Anda temukan di alam. Tidak ada perbedaan genetik antara bonsai sebagai hiasan dan pohon ukuran besarnya. Ukuran bonsai hias tetap kecil karena batang dan akarnya sengaja dipangkas dan ditempatkan dalam pot kecil untuk menghambat pertumbuhan.

Kita Membutuhkan Pertolongan Yesus

Akhirnya hari itu tiba—hari ketika saya menyadari ayah saya bukan orang yang tidak terkalahkan. Sewaktu saya kecil, saya mengenal kekuatan dan keteguhan tekad Ayah. Namun, ketika saya beranjak dewasa, beliau mengalami cedera punggung, dan saya pun tersadar bahwa beliau hanyalah manusia biasa. Saya tinggal bersama orangtua saya agar saya dapat menolong ayah saya ke kamar mandi, membantunya berpakaian, bahkan membantunya minum. Tidak mudah bagi beliau untuk mengakui segala keterbatasan itu. Awalnya ia mencoba melakukan beberapa hal kecil sendirian, tetapi ia mengakui, “Aku tak bisa melakukan apa-apa tanpa pertolonganmu, Nak.” Akhirnya kekuatannya pulih kembali, tetapi pengalaman tadi mengajarkan hal penting bagi kami berdua. Manusia hidup saling membutuhkan. 

Tanggung Jawab sebagai Pengelola

Ketika sedang berlibur, saya dan suami berjalan-jalan menyusuri pantai dan melihat sebidang besar pasir berbentuk bujur sangkar yang ditutup dengan pagar darurat. Seorang pemuda menjelaskan bahwa ia dan beberapa sukarelawan menjaga telur-telur penyu di setiap sarang itu siang malam. Begitu tukik-tukik meninggalkan sarangnya, kehadiran binatang dan manusia akan mengancam kelangsungan hidup mereka. “Bahkan dengan segala upaya kami, para ilmuwan memperkirakan hanya satu dari setiap lima ribu ekor tukik yang berhasil mencapai usia dewasa,” katanya. Namun, persentase yang suram itu tidak membuat pemuda tersebut patah semangat. Semangatnya dalam menjaga tukik-tukik itu tanpa pamrih telah mendorong saya untuk semakin peduli pada pelestarian penyu. Kini saya mengenakan liontin berbentuk penyu yang mengingatkan saya pada tanggung jawab dari Allah untuk melestarikan ciptaan-Nya. 

Ketika Doa Mengguncang Bumi

Dr. Gary Greenberg adalah ahli dalam bidang penelitian pasir, yang disebut arenology. Beliau melakukannya dengan memotret pasir dari pantai-pantai di seluruh dunia. Ketika tampilan foto-foto itu dibesarkan, kita sering dapat melihat warna-warna cerah tak terduga yang dihasilkan oleh berbagai unsur mineral, cangkang, dan serpihan karang yang terkandung dalam pasir tersebut.

Teguran yang Membawa Kehidupan

“Aku sudah mengajaknya bicara baru-baru ini, dan itu tidak mudah,” kata Shellie. “Membicarakan masalahnya memang tidak nyaman, tetapi aku rasa sikap dan tindakannya perlu diluruskan agar ia tidak lagi menyakiti orang-orang di sekitarnya.” Shellie sedang berbicara tentang seorang wanita muda yang ia bimbing. Meski tidak nyaman, percakapan tersebut membuahkan hasil dan justru memperkuat hubungan mereka. Bahkan, beberapa minggu kemudian, kedua wanita itu dapat berbicara tentang tema kerendahan hati dalam kebaktian doa di gereja mereka.

Menjalani Bersama

Ketika pandemi COVID-19 merebak, Kelly tengah berjuang melawan kanker otak yang dideritanya. Jantung dan paru-parunya sempat dipenuhi air, dan itu membuatnya harus kembali diopname. Karena pandemi, keluarganya tidak dapat menjenguk. Suaminya, Dave, bertekad untuk melakukan sesuatu bagi Kelly.

“Jadi Kamu Banget!”

Tanggal 11 Juni 2002, kompetisi menyanyi American Idol tayang untuk pertama kalinya di televisi. Setiap minggu, para peserta yang berharap akan menjadi idola menyanyikan lagu-lagu pop dalam versi mereka sendiri, dan penonton memberi suara untuk menentukan siapa yang akan maju ke tahap berikutnya.