Mendambakan Dia
Mengapa setelah berjanji, “Ini keripik kentang terakhir yang akan saya makan,” lima menit kemudian kita ingin menyantapnya lagi? Michael Moss menjawab pertanyaan ini dalam bukunya yang berjudul Salt Sugar Fat (Garam Gula Lemak). Ia menjelaskan bahwa para produsen camilan terbesar di Amerika sangat tahu bagaimana “menolong” orang mendambakan junk food (makanan dengan kandungan gizi rendah). Salah satu perusahaan terkenal bahkan menghabiskan 30 juta dolar setahun dan menyewa konsultan khusus untuk menentukan titik kepuasan konsumen supaya mereka dapat mengeksploitasi keranjingan kita pada makanan.
Keberanian yang Tidak Lazim
Pada tahun 1478, Lorenzo de Medici, penguasa kota Firenze, Italia, berhasil lolos dari serangan yang ditujukan kepadanya. Anak buah Lorenzo mencoba membalas serangan itu sehingga timbullah perang. Ketika situasi memburuk, Raja Ferrante I dari Napoli yang kejam pun semakin memusuhi Lorenzo. Namun, satu tindakan Lorenzo yang gagah berani mengubah segalanya. Ia mengunjungi sang raja seorang diri tanpa membawa senjata. Keberanian ini, ditambah dengan karisma dan kecerdikannya, membuat Ferrante kagum dan mengakhiri perang di antara mereka.
Pertarungan yang Sengit
Pada tahun 1896, seorang penjelajah bernama Carl Akeley dikejar-kejar oleh seekor macan tutul berbobot 36 kg di sebuah kawasan terpencil di Etiopia. Ia ingat macan tutul itu menerkam, mencoba “menancapkan gigi-giginya pada leherku.” Namun, macan tutul itu meleset dan gigi-giginya justru merobek lengan kanan Akely dengan ganas. Keduanya berguling-guling di pasir dalam pertarungan yang panjang dan sengit. Akeley sempat melemah, dan “tinggal menunggu, siapa yang menyerah lebih dulu.” Akhirnya, dengan mengerahkan sisa-sisa tenaganya, Akeley berhasil mencekik kucing besar itu dengan tangan kosong.
Mengotak-atik Alam Semesta
Pada awal 1980-an, seorang astronom terkemuka yang tidak percaya kepada Tuhan menulis, “Penafsiran akal sehat atas fakta-fakta yang ada menunjukkan bahwa sebuah kecerdasan super telah mengotak-atik fisika, juga kimia dan biologi.” Di mata sang ilmuwan, bukti itu menunjukkan adanya sesuatu yang telah merancang segala sesuatu yang kita amati di alam semesta. Ia menambahkan, “Kita tidak mungkin menyatakan bahwa semua ini terjadi secara kebetulan.” Dengan kata lain, segala sesuatu di alam semesta ini terlihat seolah-olah sudah direncanakan oleh satu Pribadi. Meski berkata demikian, sang astronom tetap menjadi ateis.
Karunia Pertobatan
“Tidak! Aku tidak melakukannya, Ma!” Jane mendengar penyangkalan putranya yang masih remaja itu dengan hati sedih, karena ia tahu putranya berbohong. Jane berdoa dalam hati, memohon pertolongan Allah sebelum kembali menanyai Simon tentang apa yang terjadi. Simon terus menyangkal dirinya berbohong, sampai akhirnya Jane menyerah dengan jengkel. Saat ia hendak melangkah pergi untuk menjernihkan pikirannya, tiba-tiba Simon menyentuh bahunya dan meminta maaf. Menanggapi teguran Roh Kudus, Simon pun bertobat.
Menyelesaikan dengan Baik
Beberapa menit sebelum sesi empat puluh menit latihan saya berakhir, hampir pasti instruktur saya akan berseru, “Selesaikan dengan semangat!” Setiap pelatih pribadi atau instruktur kelompok kebugaran yang saya kenal memakai seruan tersebut beberapa menit sebelum sesi pendinginan. Mereka tahu cara mengakhiri latihan itu sama pentingnya dengan cara kita memulainya. Mereka juga tahu tubuh manusia cenderung ingin melambat atau mengendur setelah bergerak selama beberapa waktu.
Berjalan Melewatkan Berkat
Pada tahun 1799, Conrad Reed yang berusia dua belas tahun menemukan batu besar yang berkilau di sungai yang membelah tanah pertanian kecil milik keluarganya di North Carolina. Ia membawa batu itu pulang untuk ditunjukkan kepada ayahnya, seorang petani imigran yang miskin. Karena tidak menyadari batu itu sangat berharga, sang ayah menjadikannya sebagai penahan pintu. Selama bertahun-tahun keluarga tersebut melewatkan saja batu itu.
Selalu Layak untuk Dibagikan
Setelah menjadi orang percaya, saya menyampaikan kabar baik tentang Tuhan Yesus kepada ibu saya. Beliau menolak untuk percaya kepada Yesus, bahkan kemudian mendiamkan saya selama satu tahun. Pengalaman buruk yang dialaminya dengan orang-orang yang mengaku pengikut Tuhan membuatnya tidak mudah percaya. Saya terus mendoakan ibu saya dan berusaha menghubunginya tiap minggu. Roh Kudus menghibur dan terus memelihara hati saya sementara ibu saya masih kukuh pada sikapnya. Ketika akhirnya beliau mau menjawab telepon saya, saya bertekad untuk terus mengasihinya dan membagikan kebenaran Allah kepadanya setiap kali muncul kesempatan. Berbulan-bulan setelah kami berbaikan, beliau berkata saya berubah. Hampir satu tahun setelah itu, ia pun menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, dan, karena itu, hubungan kami terjalin semakin erat.
Memahat Duka
Setelah didiagnosis mengidap kanker otak langka yang tidak dapat disembuhkan, Caroline menemukan pengharapan dan tujuan baru melalui pelayanan yang unik: menjadi fotografer yang bekerja secara sukarela untuk memotret anak-anak yang sakit keras dan keluarga mereka. Melalui pelayanan ini, keluarga-keluarga dapat mengabadikan momen-momen berharga bersama anak mereka, baik momen kesedihan maupun “momen penuh kasih dan keindahan yang sering dianggap tidak hadir dalam situasi-situasi memilukan.” Ia mengamati bahwa “dalam momen-momen tersulit, keluarga-keluarga itu . . . memilih untuk mengasihi, walaupun dan justru karena ada pergumulan.”