Di Balik Salib
Pada pertengahan abad ke-20, di wilayah India tengah pernah terjadi ketegangan antara orang-orang non-Kristen dan umat Kristen. Seorang pemuda disuruh memanjat gedung setinggi tiga tingkat dan mencabut salib dari atapnya. Namun, bukan saja tidak berhasil, ia juga terjatuh dari atap ke jalan di bawahnya dan terluka parah. Ketika dibawa ke rumah sakit, ia ditempatkan di sebuah kasur lipat bersebelahan dengan seorang pasien Kristen.
Tindakan Drastis
Sebuah hiasan busur dan tempat anak panah telah bertahun-tahun tergantung pada dinding rumah kami di Michigan. Ayah saya, yang mendapatkannya sebagai kenang-kenangan ketika kami melayani sebagai misionaris di Ghana, mewariskannya kepada saya.
Kelebihan Mencukupkan Kekurangan
Kantin sekolah, seperti bisnis katering besar lainnya, sering kali menyediakan lebih banyak makanan daripada yang dikonsumsi. Hal ini karena mereka tak dapat memperkirakan dengan tepat jumlah yang dibutuhkan. Alhasil, sisa makanan jadi mubazir, sementara ada banyak siswa yang kekurangan makanan di rumah mereka dan kelaparan pada akhir pekan. Sebuah distrik sekolah di Amerika Serikat bekerja sama dengan lembaga nirlaba setempat untuk menemukan solusi bagi masalah ini. Mereka membungkus sisa makanan dari kantin dan membagi-bagikannya kepada para murid. Dengan demikian, mereka mengatasi masalah sisa makanan yang mubazir sekaligus masalah kelaparan para murid.
Allah Membela Kita
Seorang ibu di Colorado membuktikan bahwa ia akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Suatu ketika ia mendengar putranya yang berusia lima tahun menjerit saat sedang bermain di luar. Sang ibu yang segera berlari keluar itu sangat kaget melihat “teman main” anaknya yang tak disangka-sangka—seekor singa gunung. Singa besar tersebut menindih anaknya, dan kepala si anak berada dalam mulutnya. Dengan mengerahkan segenap keberanian dalam dirinya untuk melawan si singa, ibu itu lalu membuka paksa mulut hewan tersebut demi menyelamatkan putranya. Aksi heroiknya mengingatkan kita bagaimana sosok ibu digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan kegigihan kasih Allah dalam membela dan melindungi anak-anak-Nya.
Kasih yang Dapat Dipercaya
Mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkannya? Emosi saya bercampur aduk antara sedih, merasa bersalah, marah, dan bingung.
Bukan Lagi Seorang Yatim
Guy Bryant hidup melajang dan tidak memiliki anak kandung. Ia bekerja di dinas kesejahteraan anak-anak kota New York. Karena setiap hari ia menghadapi besarnya kebutuhan akan orangtua asuh, Bryant pun memutuskan untuk melakukan sesuatu. Selama lebih dari satu dekade, Bryant mengasuh lebih dari lima puluh anak, bahkan pernah mengasuh sembilan anak pada saat bersamaan. “Selalu saja ada anak yang membutuhkan tempat tinggal,” Bryant menjelaskan. “Saya pikir, karena saya memiliki tempat di rumah dan hati saya bagi mereka, jadi saya melangkah saja tanpa pikir panjang.” Sampai sekarang, anak-anak asuh Bryant yang telah dewasa dan mandiri masih menyimpan kunci apartemennya dan sering berkunjung pada hari Minggu untuk makan siang bersama orang yang mereka juluki “Pops” itu. Bryant telah menunjukkan kasih seorang ayah kepada banyak orang.
Bagaimana Keadaanmu?
Sisa hidup Charla tidak lama lagi, dan ia menyadarinya. Suatu kali, saat Charla terbaring di rumah sakit, dokter bedah dan para dokter magang masuk ke kamarnya. Selama beberapa menit, si dokter mengabaikan Charla ketika menerangkan kondisinya yang sudah tidak tersembuhkan itu kepada para dokter magang. Akhirnya, ia menoleh ke Charla dan bertanya, “Bagaimana keadaanmu?” Charla tersenyum lemah, lalu dengan hangat bercerita tentang harapan dan kedamaiannya di dalam Yesus.
Tertanam Dalam Allah
“Angin mempermainkan bunga-bunga lilac.” Dengan kalimat pembuka dari puisi tentang musim semi berjudul May itu, penyair Sara Teasdale menggambarkan semak-semak lilac yang bergoyang ditiup angin. Namun, sebenarnya Teasdale sedang meratapi cintanya yang telah berlalu, sehingga nada puisinya pun berubah muram.
DNA Baru dalam Yesus
Chris kembali melakukan tes darah empat tahun setelah transplantasi sumsum tulang yang menyelamatkan nyawanya. Sumsum dari seorang donor telah menyediakan apa yang dibutuhkannya untuk sembuh, tetapi selain itu ada kejutan yang menyertainya: dalam darah Chris terdapat DNA sang pendonor, bukan hanya DNA dirinya. Sebenarnya itu masuk akal, karena tujuan transplantasi adalah untuk menggantikan darah yang lemah dengan darah yang sehat dari pendonor. Namun, hasil usap pipi, bibir, dan lidah Chris juga menunjukkan DNA sang donor. Bisa dibilang, Chris sudah menjadi orang lain, meskipun ingatan, tampilan fisik, dan sebagian DNA tetap asli dari dirinya.