Category  |  Santapan Rohani

Kotak Jus yang Kosong

Ketika saya memimpin pelayanan bagi para ibu dari anak-anak balita, kami mencari sebuah gambaran yang dapat mewakili beratnya tugas para ibu sehari-hari: mengganti popok, membersihkan ingus, membereskan mainan. Lalu kami menemukannya dalam sebuah kotak jus yang sudah kosong dan penyok. Demikianlah perasaan para ibu: terkuras dan hampa. Pelayanan kami hadir untuk menolong mereka berjumpa dengan Yesus, Sumber air hidup yang sanggup memenuhi kembali semangat mereka.

Sukacita dan Kekuatan dalam Allah

Di Museum New Orleans, di antara karya-karya warna-warni dari botol plastik bekas yang dipotong menyerupai bulu dan kap lampu, seorang pemandu wisata menjelaskan alasan penggunaan bahan tersebut. Ia berkata, “Bagi sebuah kota yang telah mengalami banyak masalah, kami belajar untuk menciptakan kebahagiaan dan keindahan dari apa yang kami miliki. Kami tidak hanya berfokus pada masa-masa sulit; kami merayakan ketangguhan.”

Mengembangkan Sikap Bersyukur

“Papa, bisa tolong ambilkan air minum?” pinta putri bungsu saya. “Ini ya,” jawab saya, sambil menyodorkan secangkir penuh. Ia menerimanya tanpa sepatah kata pun. Tak lama kemudian, putri sulung saya meminta hal yang sama—dan reaksinya sama: diam. Dengan nada kesal, akhirnya saya berkata, “Mengapa tidak ada yang mengucapkan terima kasih? Apa susahnya?”

Menunjuk kepada Yesus

Seorang pria tua sedang berlari santai di jalanan kota New York ketika ia melihat sepasang sepatu kets usang di sebelah papan milik seorang gelandangan muda yang meminta bantuan. Saat mengetahui bahwa mereka berdua mengenakan ukuran sepatu yang sama, pria tua tadi melepas sepatunya—beserta kaus kakinya!—dan memberikannya kepada pemuda tersebut. Sebelum berjalan pulang tanpa alas kaki, ia berkata kepada gelandangan itu, “Hidupku sangat diberkati oleh Allah. Dia begitu baik kepadaku, jadi sekarang aku ingin memberkatimu juga.”