Di Manakah Allah?
Where’s Waldo? (Di Mana Waldo?) adalah seri buku puzzle untuk anak-anak karya Martin Handford yang terbit pertama kalinya pada tahun 1987. Karakter Waldo yang sulit ditemukan itu mengenakan kaus, kaus kaki, dan topi bergaris-garis merah-putih, celana jins, sepatu bot coklat, dan kacamata. Dalam ilustrasi yang rumit, Handford dengan cerdik menyembunyikan Waldo di antara keramaian orang-orang yang memenuhi berbagai lokasi di seluruh dunia. Waldo tidak selalu mudah ditemukan, tetapi penciptanya berjanji para pembaca akan selalu dapat menemukannya. Meskipun mencari Allah tidak seperti mencari Waldo dalam buku puzzle, Pencipta kita juga berjanji kita dapat menemukan-Nya.
Dan yang Tujuh Lainnya
Pada Januari 2020 terjadi musibah di dekat Los Angeles ketika sembilan orang tewas dalam kecelakaan helikopter. Kebanyakan berita tentang peristiwa tersebut diawali dengan pernyataan seperti ini: “Bintang NBA Kobe Bryant, putrinya Gianna (“Gigi”), dan tujuh orang lainnya tewas dalam kecelakaan tersebut.”
Lem yang Baik dari Allah
Para ilmuwan dari Universitas Penn State baru-baru ini menciptakan sejenis lem yang sangat kuat tetapi mudah dilepas. Desain ini terinspirasi dari hewan siput yang lendirnya mengeras dalam kondisi kering dan merenggang lagi ketika basah. Karena sifat lendirnya yang berubah-ubah itu, siput bisa bergerak bebas pada kondisi lembab atau sebaliknya, menempel pada permukaan tempatnya berada ketika pergerakan bisa membahayakan keberadaannya.
Sederhana Saja
Surat elektronik yang saya terima itu singkat tetapi sangat mendesak. “Aku ingin diselamatkan. Aku ingin mengenal Yesus.” Sungguh permohonan yang luar biasa. Tidak seperti sikap enggan teman-teman dan keluarga yang belum menerima Kristus, orang ini tidak perlu lagi diyakinkan. Saya hanya perlu meredakan keraguan diri saya tentang cara menjelaskan Injil kepadanya, dan langsung menyampaikan konsep-konsep penting, ayat-ayat Kitab Suci, dan sumber-sumber tepercaya yang sesuai dengan kebutuhan pria ini. Setelah itu, dengan iman, ia akan dipimpin Allah untuk semakin mengenal-Nya.
Terhilang di Masa Lalu
Raja Korea Yeongjo (1694–1776) merasa kecewa dengan korupsi dan pemborosan yang merajalela di kerajaannya, dan memutuskan untuk melakukan perubahan yang radikal. Ia menghapus seni tradisional menyulam dengan benang emas yang dianggap terlalu mewah. Dalam waktu singkat, pengetahuan tentang proses menyulam yang rumit itu pun lenyap.
Bangkit untuk Menari
Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat seorang wanita paruh baya yang anggun duduk di atas kursi roda. Marta González Saldaña pernah menjadi balerina terkenal, tetapi kini ia mengidap penyakit Alzheimer. Namun, sesuatu yang ajaib terjadi ketika musik Swan Lake karya Tchaikovsky diperdengarkan kepadanya. Seiring hentakan musik, tangannya yang lemah mulai terangkat perlahan; dan saat bunyi trompet pertama menggelegar, ia mulai menari dari kursi rodanya. Meski pikiran dan tubuhnya semakin lemah, tetapi bakatnya tidak pernah surut.
Meraih Kembali Waktu Kita
Ibu saya bercerita, meski memilih tidak meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi karena ingin menikah dengan ayah saya di dekade 1960-an, ia selalu memendam mimpinya untuk menjadi guru ilmu kesejahteraan keluarga. Setelah membesarkan tiga anak, ibu saya yang tidak pernah kuliah dapat menjadi asisten ahli gizi dalam sistem kesehatan negara bagian Louisiana. Beliau memasak berbagai hidangan sebagai contoh pilihan menu sehat—mirip dengan pekerjaan guru ilmu kesejahteraan keluarga. Ketika menceritakan impian dan perjalanan hidupnya, ibu saya menyatakan bahwa Allah sungguh mendengarkan doa-doanya dan memberikan apa yang diinginkan hatinya.
Rubah-Rubah Kecil
Seorang pilot tak dapat menaruh cangkir tehnya di tempat cangkir, jadi ia meletakkannya di konsol tengah kokpit. Ketika pesawat mengalami turbulensi, minumannya tumpah ke panel kontrol hingga membuat salah satu mesin pesawat mati. Penerbangan tersebut dialihkan dan pesawat dapat mendarat dengan selamat. Namun, ketika dua bulan kemudian hal yang sama terjadi lagi dengan kru penerbangan lain, pabrik pesawat pun menyadari adanya masalah. Harga pesawat itu 300 juta dolar, tetapi tempat minumannya terlalu kecil. Hal kecil yang terlewatkan itu telah mengakibatkan sejumlah momen mengerikan.
Menyediakan Tempat bagi Kita
Keluarga kami hendak memelihara anak anjing, jadi selama berbulan-bulan anak perempuan saya yang berumur 11 tahun mengumpulkan berbagai informasi. Ia tahu apa yang dimakan anjing dan bagaimana memperkenalkan rumah kami kepadanya, ditambah segudang detail lainnya.