Bagian dari Keluarga
Downton Abbey adalah drama televisi populer asal Inggris tentang keluarga Crawley yang berjuang melewati perubahan struktur masyarakat di Inggris pada awal abad ke-20. Salah satu tokoh utamanya, Tom Branson, awalnya bekerja sebagai sopir keluarga. Ia mengejutkan semua orang dengan menikahi putri bungsu keluarga Crawley. Setelah menjalani masa pengasingan, pasangan muda itu kembali ke Downton Abbey, lalu Tom menjadi bagian dari keluarga tersebut, sehingga ia memperoleh hak-hak istimewa yang sebelumnya tidak ia terima sebagai pegawai.
Jauhilah Pintu Itu
Hidung hewan pengerat itu berkedut. Ada yang lezat di dekat sini. Benar saja, aromanya mengarah ke wadah pakan burung yang penuh biji-bijian lezat. Si dormouse menuruni rantai menuju wadah, lalu menyelinap masuk melalui pintu kecil. Di sana ia makan dan makan sepanjang malam. Baru di pagi hari ia menyadari masalah besar yang dihadapinya. Burung-burung sekarang mematukinya melalui pintu wadah tersebut, tetapi setelah makan semalaman, ukuran tubuhnya sekarang dua kali lipat daari sebelumnya dan ia tak dapat meloloskan diri.
Mengikuti Teladan Pemimpin
Tidak ada kata-kata. Hanya musik dan gerakan. Dalam suatu maraton Zumba yang berlangsung 24 jam di tengah pandemi COVID-19, ribuan orang dari seluruh dunia berolahraga bersama dan secara virtual mengikuti gerakan para instruktur dari India, China, Meksiko, Amerika, Afrika Selatan, Eropa, serta beberapa wilayah lainnya. Individu yang berbeda-beda itu mampu bergerak bersama tanpa halangan bahasa sedikit pun. Kenapa? Karena para instruktur Zumba, yang gerakannya diciptakan pada pertengahan dekade 1990-an oleh seorang instruktur aerobik asal Kolombia, menggunakan isyarat nonverbal untuk berkomunikasi. Para instruktur bergerak, dan para murid mencontoh. Mereka mengikuti tanpa satu pun kata diucapkan atau diteriakkan.
Menantang Bintang
Pada awal abad ke-20, penyair asal Italia F. T. Marinetti meluncurkan Futurisme, suatu aliran seni yang menolak masa lalu, mengejek pandangan tradisional tentang keindahan, dan sebaliknya memuja industri mesin. Marinetti menulis Manifesto Futurisme pada tahun 1909, dan di dalamnya ia menyatakan kebenciannya terhadap kaum perempuan, memuja kekerasan fisik, dan mengagung-agungkan perang. Manifesto itu ditutup dengan ungkapan: “Dengan berdiri di puncak dunia, dengan nekat sekali lagi kami menantang bintang-bintang!”
Mengasihi Orang-orang Terkasih
Amos seorang yang sangat ekstrover, sedangkan Danny penyendiri yang tidak percaya diri. Entah bagaimana, kedua orang genius dengan kepribadian bertolak belakang ini menjadi sahabat karib. Mereka tertawa dan belajar bersama selama satu dekade penuh. Hasil kolaborasi mereka kelak akan dianugerahi Hadiah Nobel. Namun, suatu waktu Danny menyatakan kepada Amos bahwa ia tidak lagi mau berteman dengan Amos karena tidak tahan dengan gaya hidupnya yang egois.
Jangan Pernah Berkata “Tidak Bisa”
Jen terlahir tanpa kaki dan ditinggalkan begitu saja di rumah sakit. Namun, ia mengaku bahwa baginya diadopsi adalah berkat. “Aku ada di sini karena orang-orang yang telah mencurahkan hidupnya bagiku.” Keluarga angkatnya membantu Jen untuk melihat bahwa ia “dilahirkan seperti itu karena suatu alasan”. Mereka membesarkan Jen dengan sikap “jangan pernah berkata ‘tidak bisa’”, dan mendorong Jen untuk mengejar semua cita-citanya, termasuk menjadi pemain akrobat udara yang ulung! Jen menyikapi tantangan-tantangan yang ditemuinya dengan pertanyaan, “Bagaimana aku dapat mengatasi ini?” dan memotivasi orang lain untuk melakukan yang sama.
Bersandar kepada Allah
Harriet Tubman tidak dapat membaca dan menulis. Sebagai budak di masa remajanya, ia menderita cedera kepala karena disiksa oleh mandor yang kejam. Akibatnya ia sering mengalami kejang dan kehilangan kesadaran di sepanjang sisa hidupnya. Namun, begitu lepas dari perbudakan, Harriet dipakai Allah untuk membebaskan tiga ratus orang lain dari perbudakan.
Fokus kepada Allah
Pirouette adalah gerakan berputar yang anggun di atas satu tumpuan kaki, yang biasa dilakukan para balerina dan penari kontemporer. Waktu kecil, di kelas tari modern yang saya ikuti, saya senang melakukan pirouette dengan berputar-putar hingga pening dan jatuh ke lantai. Seiring bertambahnya usia, ada trik yang saya pelajari untuk membantu menjaga keseimbangan dan kendali. Caranya adalah dengan “spotting”, yaitu melihat kembali ke satu titik yang sama setiap kali selesai melakukan satu putaran. Saya hanya perlu memiliki satu titik fokus untuk dapat melakukan pirouette dengan anggun.
Terangkat
Ketika kami mengikuti tur ke suatu kapal induk, seorang pilot pesawat tempur menjelaskan bahwa pesawat membutuhkan angin berkecepatan 56 km per jam untuk dapat lepas landas pada landasan pacu yang pendek. Untuk mencapai kecepatan angin yang stabil ini, kapten akan mengarahkan kapal induk untuk melaju melawan arah angin. “Bukankah angin itu seharusnya datang dari belakang pesawat?” tanya saya. Sang pilot menjawab, “Tidak. Pesawat harus terbang menantang angin. Hanya itu satu-satunya cara agar pesawat dapat terangkat.”