Category  |  Santapan Rohani

Mendengarkan Itu Penting

“Datang segera. Kami menabrak gunung es.” Itulah kata-kata pertama yang diterima Harold Cottam, operator telegraf di atas kapal RMS Carpathia, dari kapal RMS Titanic yang sedang tenggelam pada pukul 00.25 tanggal 15 April 1912. Carpathia, kapal pertama yang tiba di lokasi kecelakaan, akhirnya berhasil menyelamatkan 706 jiwa.

Tersedia bagi Semua Orang

Dari jembatan buatan manusia di Eleuthera, sebuah pulau kecil di Karibia, para pelancong dapat mengagumi perbedaan tajam antara perairan berombak berwarna biru tua dari Samudra Atlantik dan air tenang berwarna biru kehijauan dari Laut Karibia. Seiring berjalannya waktu, badai mengikis habis sebidang tanah asli yang pernah menjadi tempat bagi sebuah lengkungan batu alami. Jembatan yang sekarang menjadi daya tarik bagi wisatawan di Eleuthera itu dikenal sebagai “tempat tersempit di bumi”.

Kasih yang Mendidik

Anak perempuan saya membanting pintu kamarnya. Kemudian ia melakukannya sekali lagi. Saya pun mengambil palu dan obeng dari gudang, lalu mendatangi kamarnya. Dengan tenang, saya berbisik di telinganya: “Sayang, belajarlah mengendalikan emosimu.” Setelah itu saya mencopot pintu kamarnya dan membawanya ke gudang. Saya berharap, dengan membongkar pintu kamar anak saya untuk sementara waktu, ia akan ditolong untuk mengingat pentingnya pengendalian diri.

Kasih yang Tak Kenal Takut

Ada foto-foto yang meninggalkan kesan begitu kuat dan tak terlupakan. Salah satunya adalah foto terkenal mendiang Putri Diana, yang sambil tersenyum hangat, menjabat tangan seorang pria yang tidak disebutkan namanya. Sekilas, suasana dalam foto itu terlihat biasa-biasa saja. Akan tetapi, kisah di balik foto itulah yang membuatnya luar biasa.

Perkara yang Baik

Ketika John Lewis, seorang anggota Kongres AS dan pemimpin gerakan hak-hak sipil, meninggal dunia pada tahun 2020, orang-orang dari berbagai arus politik ikut merasakan dukacita. Pada tahun 1965, Lewis pernah melakukan unjuk rasa bersama Martin Luther King, Jr. untuk melindungi hak suara warga kulit hitam. Dalam peristiwa itu, tulang tengkorak Lewis mengalami keretakan hingga meninggalkan bekas luka yang tidak pernah hilang. “Ketika kita melihat sesuatu yang tidak benar, tidak adil, atau tidak sepatutnya,” kata Lewis, “kita memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara. Untuk berbuat sesuatu.” Ia juga berkata, “Jangan pernah sekali-kali takut bersuara dan masuk dalam masalah yang tidak enak bila memang diperlukan.”

Berdamai Dahulu

Kami menyebut diri kami “saudari dalam Tuhan,” tetapi saya dan sahabat saya yang berkulit putih mulai bersikap seperti musuh. Suatu pagi, ketika sedang sarapan bersama di sebuah kafe, kami bertengkar hebat karena perbedaan pandangan soal ras. Kami pun berpisah, dan saya bersumpah tidak mau menemuinya lagi. Namun, setahun kemudian, kami sama-sama diterima bekerja di sebuah lembaga pelayanan—dalam departemen yang sama. Mau tidak mau, kami harus berhubungan kembali. Meski canggung pada awalnya, kami berusaha membicarakan konflik di antara kami. Seiring berjalannya waktu, Allah menolong kami untuk saling mengampuni, berbaikan, dan bertekad memberi yang terbaik bagi pelayanan.

Bangun Kembali

Ryan Hall adalah atlet pelari, peserta Olimpiade, dan pemegang rekor nasional untuk nomor setengah maraton asal Amerika Serikat. Ia berhasil menyelesaikan perlombaan lari dua puluh satu kilometer dengan catatan waktu 59 menit 43 detik, rekor luar biasa yang menjadikannya sebagai atlet AS pertama yang menyelesaikan perlombaan itu di bawah satu jam. Walaupun Hall merayakan kemenangannya yang memecahkan rekor, ia juga tahu bagaimana rasanya kecewa karena gagal menyelesaikan suatu perlombaan.

Yang Terbesar

Cuthbert adalah tokoh iman yang sangat dicintai di Inggris bagian utara. Selain berhasil memenangkan banyak jiwa di wilayah tersebut, Cuthbert juga menjadi penasihat bagi raja-raja dan membawa pengaruh bagi negara; sehingga setelah kematiannya, dibangunlah kota Durham untuk menghormatinya. Namun, bukan itu saja bukti kebesaran Cuthbert.

Tidak Pernah Dilupakan

“Paman Arthur, ingatkah waktu Paman mengajakku ke tukang cukur dan belanja? Aku pakai celana warna krem, kemeja kotak-kotak biru, kardigan biru tua, kaus kaki coklat, dan sepatu Rockport coklat. Waktu itu hari Kamis, tanggal 20 Oktober 2016.” Meskipun Jared, keponakan saya, memiliki kondisi autisme yang membuatnya sulit melakukan berbagai hal, ia memiliki kelebihan dalam bentuk daya ingat yang fenomenal. Ia sanggup mengingat secara rinci hari, tanggal, bahkan pakaian yang dikenakannya bertahun-tahun setelah berlangsungnya peristiwa tersebut.