Bintang yang Bercahaya
Adakalanya saya memejamkan mata dan membayangkan kembali rumah masa kecil saya. Saya ingat bagaimana saya pernah memandangi bintang-bintang di langit bersama ayah saya. Kami bergantian melirik ke arah langit melalui teleskop, berusaha memperhatikan titik-titik cahaya yang berkilauan dan berkedip-kedip. Titik-titik terang yang terbuat dari panas dan api tersebut sangat kontras dengan permukaan langit yang hitam kelam.
Diterima Masuk
Anjing saya yang sudah tua duduk di samping saya dengan mata menerawang. Entah apa yang ia pikirkan. Namun, saya tahu ia pasti tidak sedang memikirkan kematian sebab anjing tidak “mengerti” soal itu. Berbeda dengan kita, hewan tidak memikirkan tentang masa depan. Berapa pun usia kita atau bagaimanapun kondisi kesehatan atau besarnya kekayaan kita, pada titik tertentu kita akan memikirkan tentang kematian. Itu karena, tidak seperti hewan, kita “mempunyai pengertian,” menurut Mazmur 49:21. Kita tahu bahwa kita akan mati, dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menghindarinya. “Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya” (ay.8). Uang sebanyak apa pun tidak mampu menghindarkan seseorang dari kematian.
Air yang Berlimpah
Di Australia, sebuah laporan menuliskan “kisah suram” tentang musim kemarau yang ekstrem, udara panas, dan kebakaran. Laporan itu menyebutkan tentang sepanjang tahun yang sangat buruk dengan curah hujan yang sangat minim, sehingga rumput kering menjadi mudah terbakar. Kobaran api yang meluas membakar kawasan pedesaan. Ikan-ikan mati. Panen gagal. Semua itu terjadi karena tidak adanya air, sumber daya alam yang sering dianggap remeh tetapi sebenarnya sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan.
Penglihatan yang Diperbarui
Setelah menjalani operasi kecil yang menyakitkan pada mata kiri, saya disarankan dokter untuk mengikuti tes penglihatan. Dengan percaya diri, saya menutup mata kanan dan mulai membaca setiap baris di papan tes mata dengan mudah. Namun, saat menutup mata kiri, saya terkesiap. Bagaimana mungkin saya tidak menyadari bahwa penglihatan saya sudah sekabur itu?
Mendengarkan Nasihat Bijaksana
Pada masa perang saudara di Amerika Serikat, Presiden Abraham Lincoln pernah ingin menyenangkan hati seorang politisi, sehingga ia mengeluarkan surat perintah pemindahan sejumlah resimen tertentu dalam Angkatan Bersenjata (pihak Utara). Menteri Pertahanan Edwin Stanton menerima surat perintah tersebut, tetapi ia menolak melaksanakannya. Stanton bahkan menyebut sang presiden bodoh. Mendengar perkataan Stanton, Lincoln pun berkata, “Kalau Stanton mengatakan saya bodoh, berarti saya memang bodoh, karena beliau biasanya benar. Saya akan menemuinya sendiri.” Setelah berdiskusi dengan menterinya, Lincoln langsung menyadari bahwa keputusannya salah besar dan seketika itu juga menarik surat perintahnya. Meskipun Stanton sempat menyebut Lincoln bodoh, sang presiden terbukti bijak karena ia tidak bersikeras mempertahankan pendapatnya. Sebaliknya Lincoln mendengarkan nasihat Stanton, mempertimbangkannya, lalu mengubah keputusannya.
Bersorak-Sorak karena Kita
Seorang ayah muda menggendong bayi laki-lakinya sambil menimang dan bernyanyi dengan irama yang meneduhkan hati. Karena sang bayi memiliki gangguan pendengaran, ia tidak bisa mendengar suara atau nyanyian ayahnya. Namun, sang ayah tetap bersenandung dengan penuh kasih sayang kepada anaknya. Usaha itu pun membuahkan senyum manis dari bayi kecilnya.
Memperhatikan Alam
Baru-baru ini saya dan seorang teman mengunjungi tempat kesukaan saya. Setelah mendaki bukit yang berangin kencang, kami menyeberangi padang bunga liar untuk memasuki kawasan hutan pinus yang pohon-pohonnya tinggi menjulang, lalu menuruni lembah untuk berhenti sejenak. Awan melayang lembut di atas kepala kami. Tidak jauh dari tempat kami berdiri mengalir sebuah parit. Yang terdengar hanyalah suara kicauan burung. Saya dan Jason menikmati suasana dengan terdiam selama lima belas menit penuh.
Milik-Nya yang Sah
Liz menangis bahagia ketika mereka memperoleh akta kelahiran dan paspor untuk anak mereka, sehingga adopsi yang mereka lakukan telah sah secara hukum. Sekarang Milena akan selalu menjadi anak mereka, dan selamanya menjadi anggota keluarga mereka. Saat merenungkan segala proses hukum itu, Liz teringat pada “pertukaran sejati” yang terjadi ketika kita menjadi anggota keluarga Yesus: “Kita tidak lagi terbelenggu oleh kelemahan dan dosa warisan kita,” melainkan secara sah masuk sepenuhnya ke dalam Kerajaan Allah ketika kita diangkat menjadi anak-anak-Nya.
Perkataan yang Benar
Dalam satu-dua tahun terakhir ini, sejumlah penulis mendorong orang-orang Kristen untuk meninjau kembali “kosa kata” yang dipakai dalam lingkungan iman kita. Seorang penulis, contohnya, menekankan bahwa kosa kata yang kaya makna secara teologis sekalipun dapat kehilangan dampaknya. Karena telah terbiasa dan terlalu sering digunakan, kata-kata tersebut tidak lagi membuat kita mengagumi kedalaman Injil dan kebutuhan kita akan Allah. Ketika itu terjadi, si penulis menyarankan, mungkin kita perlu mempelajari ulang bahasa iman kita “dari nol”, dengan melepaskan asumsi yang ada sampai kita dapat melihat kembali keindahan Injil untuk pertama kalinya.