Buanglah
Ketika rumah tangga kakak laki-lakinya mulai bermasalah, Rebecca sungguh-sungguh berdoa agar keluarga mereka utuh kembali. Namun, akhirnya mereka bercerai. Kemudian kakak iparnya membawa anak-anak mereka pindah ke negara bagian lain, sementara sang kakak diam dan tidak berbuat apa-apa. Rebecca tidak pernah bertemu lagi dengan keponakan-keponakan yang sangat ia sayangi. Bertahun-tahun kemudian, ia berkata, “Karena aku mencoba memendam kesedihan ini sendiri, aku membiarkan akar pahit tumbuh dalam hatiku, dan itu menyebar ke keluarga dan teman-temanku.”
Allah bagi Mereka yang Terabaikan
“Terkadang saya merasa seolah-olah saya terabaikan. Padahal saya ingin sekali dipakai oleh Allah,” kata Ann, pegawai yang sedang merapikan ruang olahraga di hotel yang saya kunjungi. Lewat obrolan kami, saya mendapati bahwa ternyata kisah hidup Ann sangat luar biasa.
Tiuplah Trompetnya
“Taps” adalah lagu dari bunyi trompet yang dimainkan oleh anggota militer Amerika Serikat di penghujung hari atau dalam upacara pemakaman. Saya takjub ketika membaca lirik tidak resminya dan menemukan bahwa banyak dari bait lagu itu diakhiri dengan frasa “God is nigh” (Allah itu dekat). Entah sedang menyambut tibanya malam atau sedang berkabung karena wafatnya seseorang yang dikasihi, lirik tersebut menawarkan keyakinan yang indah kepada para prajurit bahwa Allah itu dekat.
Kedalaman Kasih
Dylan McCoy, bocah lelaki berusia tiga tahun yang baru belajar berenang, sempat terjatuh ke dalam sumur batu sedalam dua belas meter lebih di pekarangan kakeknya gara-gara menginjak penutup sumur dari kayu yang sudah lapuk. Dylan berhasil bertahan dengan mengapung di atas air sedalam tiga meter sampai ayahnya datang menyelamatkannya. Pemadam kebakaran ingin menggunakan tambang untuk mengangkat anak itu, tetapi sang ayah yang begitu khawatir nekat menuruni dinding batu sumur yang licin untuk memastikan anaknya selamat.
Proses Pematangan
Pada awal pelayanannya yang akhirnya berlangsung lima puluh tahun di Cambridge, Inggris, Charles Simeon (1759–1836) pernah bertemu dengan gembala gereja tetangga, Henry Venn, dan anak-anak perempuannya. Setelah kunjungan itu, anak-anak perempuan Venn mengomentari sikap Simeon muda yang menurut mereka kasar dan terlalu percaya diri. Venn menanggapi dengan menyuruh anak-anak perempuannya memetik sebutir buah persik dari pohon. Ketika anak-anaknya bingung mengapa sang ayah menyuruh mereka memetik buah yang belum matang, Venn menjawab, “Ya, anak-anakku, buah ini sekarang masih hijau, jadi kita harus menunggu; tetapi dengan bantuan sinar matahari, dan jika rajin disiram, persik ini akan menjadi matang dan manis. Demikian juga dengan Tn. Simeon.”
Gaya Hidup Penyembahan
Ketika saya mengantre untuk mengambil sarapan di sebuah konferensi Kristen, sekelompok wanita memasuki ruang makan kami. Saya tersenyum sembari menyapa seorang wanita yang berdiri di belakang saya. Saat membalas sapaan saya, ia berkata, “Saya kenal Anda.” Sambil mengambil telur orak-arik, kami berusaha mengingat-ingat kapan kami pernah saling bertemu sebelumnya. Saya rasa ia salah mengenali saya.
Bergerak Seirama dengan Yesus
Baru-baru ini, mobil saya perlu diperbaiki. Bengkel tempat saya memperbaiki mobil terletak tidak jauh dari rumah saya, jadi saya memutuskan pulang dengan berjalan kaki. Namun, ketika berjalan santai di pinggir jalan raya yang ramai, saya menyadari sesuatu: Mobil-mobil di jalan bergerak sangat cepat.
Ketika Banjir Melanda
Saya tinggal di Colorado, sebuah negara bagian di wilayah barat Amerika Serikat yang terkenal dengan Pegunungan Rocky dan tingginya curah salju yang turun setiap tahun. Namun, bencana alam terburuk yang pernah dialami negara bagian ini tidak disebabkan oleh salju, melainkan hujan. Peristiwa banjir besar Thompson terjadi pada tanggal 31 Juli 1976, di sekitar kota wisata Estes Park. Sesudah banjir itu surut, korban yang tewas berjumlah 144 jiwa, belum termasuk ternak. Setelah bencana tersebut, dilakukan penyelidikan di daerah tersebut, terutama yang berkaitan dengan fondasi jalan dan jalan raya. Hasil penyelidikan itu menemukan bahwa dinding jalan-jalan yang bertahan terhadap terjangan badai adalah dinding yang terbuat dari beton. Dengan kata lain, tembok-tembok tersebut memiliki fondasi yang benar-benar kuat.
Perairan yang Belum Terjelajahi
Bola waktu diturunkan menjelang tengah malam di Times Square, New York. Orang-orang menghitung mundur mengikuti dentangan lonceng Big Ben. Pertunjukan kembang api yang meriah di Sydney Harbor. Bagaimanapun cara kota Anda menandai pergantian tahun, selalu ada keseruan tersendiri yang dirasakan saat menyambut tahun baru dan permulaan baru yang menyertainya. Kita bagai berlayar mengarungi perairan yang belum terjelajahi. Entah persahabatan dan peluang apa saja yang akan kita jumpai di depan?