Category  |  Santapan Rohani

Sesuatu yang Jauh Lebih Besar

Lebih dari dua ratus relawan membantu memindahkan barang-barang inventaris milik October Books, sebuah toko buku di Southampton, Inggris, ke tempat baru di ujung jalan. Para relawan itu berbaris di pinggir jalan dan mengoper buku satu demi satu dalam rangkaian seperti “ban berjalan manusia.” Saat menyaksikan para relawan itu bekerja, seorang karyawan toko berkomentar, “Sungguh . . . mengharukan sekali melihat begitu banyak orang [membantu] . . . Mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.”   

Alasan untuk Beristirahat

Jika Anda ingin berumur panjang, pergilah berlibur! Empat puluh tahun setelah melakukan penelitian terhadap para pekerja pria paruh baya yang memiliki risiko penyakit jantung, para peneliti di Helsinki, Finlandia, menindaklanjuti setiap partisipan tersebut dan menemukan hasil yang sebenarnya tidak mereka duga dalam penelitian awal mereka. Temuan mereka menunjukkan bahwa tingkat kematian para pekerja yang mengambil waktu untuk berlibur lebih rendah daripada yang tidak mengambilnya. 

Lebih Manis dari Madu

Pada Oktober 1893, kota Chicago di Amerika Serikat menyelenggarakan pekan raya World’s Fair secara besar-besaran. Semua gedung pertunjukan di kota itu tutup karena para pemilik membayangkan semua orang pasti akan pergi menghadiri pekan raya tersebut. Lebih dari tujuh ratus ribu orang memang menghadirinya, tetapi Dwight Moody (1837–1899) justru berencana mengadakan kebaktian dan pengajaran Alkitab di sebuah gedung pertunjukan musik di sisi kota yang lain. Kawannya, R. A. Torrey (1856–1928), tidak yakin Moody dapat menghimpun massa sebanyak itu pada hari yang sama dengan penyelenggaraan pekan raya. Namun, berkat kemurahan Allah, Moody berhasil melakukannya. Di kemudian hari, Torrey menyimpulkan, orang banyak datang karena Moody memahami “satu-satunya Kitab yang paling dirindukan dunia ini—Alkitab.” Torrey rindu agar banyak orang juga mencintai Alkitab seperti Moody, tekun membacanya secara teratur dengan penuh kesungguhan.

Allah Sedang Bekerja

“Tuhan menangis.” Itulah kata-kata yang dibisikkan oleh putri Bill Haley yang baru berusia sepuluh tahun ketika ia berdiri di bawah hujan lebat bersama sekelompok orang percaya yang berasal dari berbagai etnis. Mereka mengunjungi Lembah Shenandoah di Virginia untuk berdoa kepada Allah sembari berusaha memahami akar perpecahan rasial di Amerika Serikat. Ketika tiba di tempat para budak dahulu dikuburkan, mereka bergandengan tangan dan berdoa. Tiba-tiba angin bertiup kencang, dan hujan pun turun. Ketika pemimpin kelompok berdoa untuk terjadinya pemulihan hubungan antar-etnis, hujan turun makin deras. Mereka yang berkumpul saat itu percaya bahwa Allah sedang bekerja untuk mendatangkan perdamaian dan pengampunan.

Teguran Penuh Kasih

Selama lebih dari lima puluh tahun, ayah saya selalu berusaha menghasilkan suntingan yang bermutu tinggi. Yang ia usahakan bukan hanya membetulkan berbagai kesalahan penulisan, melainkan juga membuat tulisan tersebut lebih jernih, masuk akal, mengalir, dan akurat secara tata bahasa. Ayah saya menggunakan tinta hijau untuk menandai pembetulan, bukan tinta merah. Goresan hijau dirasakannya “lebih ramah”, sementara coretan merah bisa jadi terlihat garang bagi seorang penulis pemula atau pengarang yang kurang percaya diri. Ayah saya bermaksud menunjukkan cara penulisan yang lebih baik dengan penuh kasih.

Selendang Ungu

Ketika mendampingi dan merawat ibu saya di sebuah pusat rehabilitasi kanker ratusan kilometer jauhnya dari rumah, saya meminta dukungan doa dari sejumlah teman. Setelah sekian bulan berlalu, perasaan kesepian dan terpencil membuat kekuatan saya terkuras. Saya berpikir, bagaimana bisa saya merawat ibu saya dengan baik kalau saya sendiri merasa kelelahan, baik secara fisik, mental, maupun emosional?

Kecil Tetapi Perkasa

Sesekali pada larut malam di Gurun Sonora yang keras di Amerika Utara, sayup-sayup terdengar suara lolongan melengking. Namun, tidak ada yang mengira sumber suara itu adalah seekor hewan kecil tetapi perkasa—tikus belalang yang melolong nyaring untuk menandai wilayah kekuasaannya. 

Tetapi Yesus!

Dalam sebuah episode America’s Got Talent, ajang pencarian bakat yang populer di TV, seorang anak perempuan berusia lima tahun bernyanyi dengan riang gembira dan membuat seorang juri membandingkannya  dengan penyanyi dan penari cilik yang terkenal pada dekade 1930-an. Juri itu berkata, “Saya melihat Shirley Temple dalam dirimu.” Anak perempuan itu pun memberi jawaban yang tidak terduga: “Bukan Shirley Temple, tetapi Yesus!” 

Hati yang Kuat 

Dalam buku Fearfully and Wonderfully Made yang ditulis bersama Philip Yancey, Dr. Paul Brand mengamati bahwa “jantung burung kolibri yang beratnya hanya sepersekian ons dapat berdetak delapan ratus kali per menit; jantung paus biru yang beratnya setengah ton hanya berdetak sepuluh kali per menit, dan detaknya terdengar hingga lebih dari tiga kilometer jauhnya. Berbeda dengan kedua makhluk itu, jantung manusia terkesan tidak istimewa, tetapi melakukan fungsinya dengan baik dengan berdetak sebanyak 100.000 kali per hari [65-70 kali per menit] tanpa pernah berhenti satu kali pun, sehingga manusia dapat terus hidup sampai usia tujuh puluh tahun atau lebih.”