Menarik Perhatian Allah
Dalam buku The Call of Service, Robert Coles meninjau berbagai alasan orang melayani sesamanya. Ia bercerita tentang seorang wanita lanjut usia yang bekerja sebagai supir bus. Wanita itu sangat memperhatikan anak-anak yang diantarnya ke sekolah setiap hari dengan menanyai mereka tentang tugas sekolah dan ikut bersyukur atas keberhasilan mereka. Ia berkata, “Saya mau melihat anak-anak itu berhasil dalam hidup.” Namun, masih ada alasan lain.
Bertumbuh dalam Memberi
“Aku punya hadiah untuk Kakek!” seru cucu saya yang berumur dua tahun, sambil menaruh sebuah kotak di tangan saya. “Ia sendiri yang memilih hadiahnya, lho,” kata istri saya sambil tersenyum. Saya membuka kotak itu dan menemukan sebuah ornamen Natal bergambar tokoh kartun kesukaan cucu saya. “Boleh aku lihat?” tanyanya gelisah. Lalu, ia bermain dengan hadiah “saya” itu sepanjang malam, dan saya tersenyum saat melihatnya bermain.
Tamu Malam Natal
Di Malam Natal tahun 1944, seorang pria tua yang dijuluki “Brinker” terbaring dalam kondisi sekarat di rumah sakit penjara. Ia menunggu dimulainya kebaktian Natal yang dipimpin oleh sesama tahanan di sana. “Kapan musiknya main?” tanyanya kepada William McDougall, sesama tahanan di penjara Muntok, Sumatra. “Sebentar lagi,” jawab McDougall. Pria yang sekarat itu pun membalas, “Bagus. Aku akan bisa membandingkannya nanti dengan nyanyian para malaikat.”
Untaian “Ya”
Suatu kali di hari Natal, nenek menghadiahi saya seuntai kalung mutiara yang sangat cantik. Untaian mutiara itu berkilau di leher saya hingga suatu hari, rantainya putus. Butir-butir mutiara pun jatuh berserakan ke mana-mana. Saya perlu merangkak, memunguti, dan mengumpulkan setiap butir mutiara yang terserak. Masing-masing mutiara itu begitu kecil, tetapi menjadi sangat memukau ketika semuanya diuntai menjadi satu!
Berkat Bapa
Belum lama ini, beberapa orang di gereja kami meminta saya menjadi figur ayah yang penyayang dan berdoa memberkati mereka. Mereka semua mempunyai hubungan yang kurang baik dengan ayah mereka. Doa berkat itu memohonkan pengampunan atas perbuatan para ayah yang menyakiti anaknya dengan menaruh harapan yang terlalu tinggi, menjaga jarak, kurang perhatian, atau lalai memberikan dorongan semangat. Doa itu juga memohonkan sukacita, penerimaan, dan kasih yang melimpah atas mereka. Saya menangis saat mendoakan mereka, karena saya sadar betapa saya sendiri masih butuh mendengar kata-kata itu, dan anak-anak saya juga sangat membutuhkannya.
Sukacita Memberi
Pernahkah Anda memberikan mainan sebagai hadiah Natal? Mainan apa saja yang pernah Anda hadiahkan? Jenis hadiah Natal yang paling populer antara lain adalah boneka, permainan elektronik, dan permainan papan untuk keluarga.
Mustahil Gagal
“Mustahil gagal!” Kalimat ini diucapkan oleh Susan B. Anthony (1820–1906), tokoh pembela hak-hak asasi perempuan di Amerika Serikat. Meski terus-menerus menghadapi kritik, bahkan ditahan, diadili, dan dinyatakan bersalah karena memberikan suara secara ilegal, Anthony bersumpah takkan menyerah berjuang agar kaum wanita mendapatkan hak pilih karena meyakini bahwa perjuangannya itu benar. Meski Anthony wafat sebelum melihat buah dari perjuangannya, pernyataannya terbukti benar. Pada tahun 1920, amandemen kesembilan belas terhadap Konstitusi Amerika Serikat memberi hak kepada wanita untuk memilih.
Tertulis dalam Hati
Sebagai dosen, saya sering diminta para mahasiswa membuatkan surat rekomendasi bagi mereka—untuk mengisi posisi kepemimpinan, mengikuti program belajar di luar negeri, mendaftar kuliah pascasarjana, bahkan melamar pekerjaan. Dalam setiap surat tersebut, saya mendapat kesempatan untuk memuji kecakapan dan karakter murid-murid saya.
Selalu Berjalan Bersama Allah
Dalam Mere Christianity, C. S. Lewis menulis: “Allah tidak berada di dalam waktu. Hidup-Nya tidak terdiri dari momen demi momen. . . . Saat ini—dan setiap momen lainnya sejak penciptaan dunia—selalu merupakan masa kini bagi-Nya.” Meski demikian, masa-masa penantian kita seringkali terasa tidak berujung. Namun, saat kita belajar mempercayai Allah, Sang Pencipta waktu yang abadi, kita bisa meyakini bahwa keberadaan kita yang rapuh ini aman di tangan-Nya.