Category  |  Santapan Rohani

Intervensi yang Berdaulat

Barbara tumbuh besar di bawah tanggungan pemerintah Inggris pada dekade 1960-an, tetapi saat menginjak usia 16 tahun, ia dan bayinya yang baru lahir kehilangan tempat berteduh serta menjadi gelandangan. Negara tidak lagi wajib memelihara hidupnya karena usianya yang sudah beranjak dewasa. Barbara pun menulis surat kepada Ratu Inggris untuk meminta bantuan dan ternyata dijawab! Ratu berbelas kasihan kepadanya dan mengatur agar Barbara bisa memiliki rumah sendiri.

Allah Jauh Lebih Besar

Giles Kelmanson, seorang penjaga wilayah perburuan di Afrika Selatan menggambarkan peristiwa luar biasa: dua ekor musang madu bertarung melawan enam ekor singa. Walau kalah dari segi jumlah, musang madu pantang mundur melawan predator ganas yang besarnya 10 kali ukuran tubuh mereka. Singa-singa itu mengira akan menang mudah, tetapi rekaman video menunjukkan justru musang madu yang meninggalkan kawanan singa dengan kepala tegak.

Mulai Dari Sekarang

Pada akhir Februari 2017, ketika biopsi yang dijalani kakak sulung saya menunjukkan ia terkena kanker, saya berkata kepada teman-teman, “Saya perlu meluangkan waktu sebanyak mungkin bersama Carolyn—mulai dari sekarang.” Sejumlah teman mengatakan bahwa saya memberikan reaksi yang berlebihan terhadap berita itu. Namun, Carolyn meninggal dunia sepuluh bulan kemudian. Saya memang menghabiskan waktu berjam-jam bersamanya, tetapi ketika kita mengasihi seseorang, rasanya tidak pernah ada cukup waktu bagi kita untuk menunjukkan kasih tersebut.

Perbuatan yang Sesuai Perkataan

Pendeta dan penulis Eugene Peterson pernah berkesempatan mendengarkan kuliah dari Paul Tournier, seorang dokter dan konselor pastoral asal Swiss yang sangat dihormati. Peterson telah membaca tulisan sang dokter dan mengagumi caranya membimbing orang kepada kesembuhan. Kuliah tersebut meninggalkan kesan mendalam pada diri Peterson. Sepanjang kuliah, ia merasa Tournier benar-benar menerapkan apa yang ia bicarakan, dan berbicara tentang apa yang ia terapkan. Peterson memilih kata congruence (kesesuaian) untuk menggambarkan pengalamannya.

Setiap Kisah

Saya membuka Alkitab untuk anak yang memuat ilustrasi yang sangat menarik dan mulai membacakan isinya kepada cucu saya. Kami langsung dibuat terpesona oleh kisah-kisah tentang kasih Allah yang diuraikan di dalamnya. Saya membaca judulnya sekali lagi: The Jesus Storybook Bible: Every Story Whispers His Name (Yesus dalam Alkitab Bergambar: Setiap Kisah Membisikkan Nama-Nya).

Jujur kepada Allah

Cucu saya yang berusia tiga tahun mengawali harinya dengan uring-uringan. Ia tidak bisa menemukan kaus kesayangannya. Sepatu yang ingin dipakainya terlalu panas. Ia jengkel dan marah-marah kepada neneknya, lalu duduk dan menangis.

Menemukan Damai Sejahtera

“Apa pendapatmu tentang damai sejahtera?” tanya teman saya saat kami makan siang bersama. “Damai sejahtera?” tanyaku bingung. “Entahlah—mengapa kau bertanya?” Ia menjawab, “Karena kau menggoyang-goyangkan kaki terus selama kebaktian tadi. Jadi kupikir mungkin kau sedang gelisah tentang sesuatu. Ingatkah bahwa Tuhan memberi damai sejahtera kepada mereka yang mengasihi Dia?”

Sudah Lapar?

Thomas lahir dari keluarga miskin di India lalu diadopsi oleh orang Amerika. Dalam kunjungan ke India, ia menyaksikan banyak anak berkekurangan di kampung halamannya. Ia pun tahu ia harus membantu mereka. Mulailah ia membuat rencana untuk kembali ke AS, menyelesaikan pendidikannya, menabung banyak uang, dan kembali ke India suatu saat nanti.

Dengan Kacamata yang Baru

“Pasti luar biasa memandangi pohon dan bisa melihat setiap helai daunnya dengan jelas, bukan sekadar sekumpulan warna hijau yang kabur!” kata ayah saya. Benar sekali yang beliau katakan. Waktu itu saya berumur delapan belas tahun dan tidak terlalu senang menggunakan kacamata, tetapi benda itu mengubah cara pandang saya terhadap segala sesuatu dengan membuat semua yang terlihat kabur menjadi indah!