Category  |  Santapan Rohani

Juruselamat Seperti Apakah Dia?

Tahun lalu, saya dan teman-teman mendoakan kesembuhan tiga wanita yang berjuang melawan kanker. Kami tahu Allah berkuasa melakukannya, maka setiap hari kami meminta-Nya untuk menyembuhkan mereka. Kami pernah melihat karya-Nya di masa lalu dan percaya bahwa Dia sanggup melakukannya lagi. Ada hari-hari ketika mereka tampaknya benar-benar akan sembuh, dan itu sempat membuat kami bersukacita. Namun, ketiganya meninggal dunia pada musim gugur tahun lalu. Kata orang, kematian adalah “kesembuhan sejati”, dan memang kita bisa melihatnya seperti itu. Namun, kepergian mereka tetap menyakitkan. Kami ingin Allah menyembuhkan mereka—dalam kehidupan yang sekarang—tetapi entah mengapa, tak ada mukjizat yang terjadi.

Cara untuk Tidak Khawatir

Seorang pria yang taat hukum dan jujur menerima pesan suara berisi ucapan, “Saya petugas ____ dari kepolisian. Mohon hubungi saya kembali di nomor ini.” Orang itu langsung merasa khawatir—ia takut jangan-jangan telah melakukan suatu kesalahan. Ia tidak berani menelepon, bahkan tiap malam ia tak bisa tidur karena memikirkan segala hal yang mungkin terjadi. Ia begitu khawatir akan tertimpa masalah. Petugas tadi tak pernah menelepon lagi, tetapi pria itu merasa khawatir sampai berminggu-minggu lamanya.

Orang Biasa

William Carey adalah seorang anak sakit-sakitan dari keluarga sederhana yang menetap di dekat Northampton, Inggris. Masa depannya tampak tidak terlalu cerah, tetapi Allah mempunyai rencana bagi hidup Carey. Meski kelihatannya mustahil, Carey pindah ke India, dan di sana ia melakukan reformasi sosial yang luar biasa dan menerjemahkan Alkitab ke dalam beberapa bahasa daerah di negeri itu. Carey mengasihi Allah dan sesamanya, serta berhasil mencapai banyak hal bagi Allah.

Keagungan Terbesar

Kaisar Agustus dikenang sebagai kaisar Romawi yang pertama dan terbesar. Dengan kelihaian politik dan kekuatan militernya, ia mengalahkan musuh, memperluas wilayah kekaisaran, dan mengubah kota Roma dari lingkungan kumuh menjadi penuh kemewahan dengan patung-patung dan kuil-kuil dari marmer. Warga Romawi memuja Agustus sebagai dewa agung dan penyelamat umat manusia. Menjelang akhir pemerintahannya pada tahun ke-40, kata-kata terakhirnya yang dikenal secara resmi adalah, “Aku membangun Roma dari kota bertanah liat menjadi kota penuh marmer.” Namun, menurut sang istri, kata-kata terakhir Agustus yang sebenarnya adalah, “Sudahkah aku menjadi kaisar yang baik? Jika ya, rayakanlah saat aku mangkat.”

Diubahkan dan Mengubahkan

Tani dan Modupe dibesarkan di Nigeria, lalu melanjutkan studi di Inggris pada dekade 1970-an. Sebagai pribadi-pribadi yang telah diubahkan oleh kasih karunia Allah, mereka tak pernah menyangka akan dipakai Allah untuk mengubahkan salah satu masyarakat paling miskin dan terkucil di Inggris, yaitu wilayah Anfield di kota Liverpool. Ketika Dr. Tani dan Dr. Modupe Omideyi mencari Tuhan serta melayani masyarakatnya dengan setia, Allah pun memulihkan pengharapan banyak orang. Keduanya memimpin sebuah gereja yang sangat aktif dan terus mengerjakan sejumlah proyek sosial yang telah mengubahkan kehidupan begitu banyak orang.

Berjalan dalam Terang

Kegelapan meliputi desa kami di tengah hutan setelah bulan menghilang ditutupi awan. Kilat membelah langit, diikuti hujan badai dan guntur menggelegar. Saat masih anak-anak, saya sering terbangun ketakutan sambil membayangkan semua jenis monster mengerikan yang siap menerkam saya! Namun, saat fajar menyingsing, bunyi-bunyi itu lenyap, matahari terbit, dan ketenangan muncul kembali seiring kicauan burung-burung menyambut sinar mentari. Begitu tajam kontras antara kegelapan malam yang mencekam dan terang pagi yang penuh keceriaan.

Mata yang Terpejam Rapat

Ia sadar ia tidak sepatutnya melakukan perbuatan itu. Raut wajahnya jelas menunjukkan rasa bersalah! Saat saya hendak membicarakan kesalahannya, keponakan saya itu memejamkan matanya rapat-rapat. Ia duduk di depan saya, sambil berpikir—dengan logika anak berumur tiga tahun—bahwa jika ia tidak bisa melihat saya, pasti saya juga tidak dapat melihatnya. Dalam pikirannya, jika ia tidak terlihat, ia bisa kabur dari pembicaraan (dan hukuman) yang ditakutinya.

Bertanya itu Baik

Ayah saya punya ketajaman arah yang tidak saya miliki. Hanya dengan naluri, ia bisa mengetahui di mana utara, selatan, timur, dan barat. Sepertinya, kepekaan itu adalah bawaan lahir, dan sejauh ini ia tidak pernah salah. Hingga suatu hari, ia keliru.

Tahun Baru, Prioritas Baru

Sejak dahulu, saya ingin belajar bermain selo, tetapi tak pernah ada waktu untuk mendaftar kursus. Mungkin lebih tepatnya, saya memang tidak pernah menyediakan waktu untuk itu. Saya pernah berpikir, mungkin baru nanti di surgalah saya akan piawai memainkannya. Untuk saat ini, saya akan mencurahkan waktu saya untuk melakukan apa yang sesuai dengan panggilan Allah dalam pelayanan kepada-Nya.