Category  |  Santapan Rohani

Dia Mengenal Kita

Apakah Allah tahu keadaan saya saat berkendara di malam hari dan menempuh perjalanan sejauh 160 km untuk pulang ke desa saya? Saya sempat merasa ragu. Saat itu suhu tubuh saya sangat tinggi dan kepala saya sakit. Saya pun berdoa, “Tuhan, aku tahu Engkau menyertaiku, tetapi sekarang aku sedang kesakitan!”

Sauh yang Teguh di saat Kita Takut

Apakah Anda sering khawatir? Saya juga. Saya bergumul dengan kecemasan hampir setiap hari. Saya khawatir tentang hal-hal besar dan hal-hal kecil. Terkadang, sepertinya saya khawatir tentang apa saja. Ketika saya masih remaja, saya pernah menelepon polisi saat orangtua saya pulang empat jam lebih lama dari waktu yang dijanjikan.

Menyambut Sesama Orang Asing

Ketika saya dan suami pindah ke Seattle agar tinggal dekat dengan saudara perempuannya, kami tidak tahu di mana kami akan tinggal ataupun bekerja. Sebuah gereja setempat membantu kami menemukan tempat tinggal: sebuah rumah kontrakan dengan kamar tidur yang cukup banyak. Kami dapat menggunakan salah satu kamar tidur, dan menyewakan kamar lainnya kepada para pelajar dari mancanegara. Jadi, sepanjang tiga tahun kemudian kami menjadi orang asing yang menyambut orang asing lainnya. Kami berbagi rumah dan makanan dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Kami dan teman-teman serumah kami juga menyambut lusinan pelajar dari mancanegara yang datang untuk mengikuti kegiatan pemahaman Alkitab setiap Jumat malam.

Tuhan Penguasa Kedalaman Laut

“Ketika kita menyelam hingga ke lautan yang dalam dan mengambil sampel, kita pasti akan menemukan spesies yang baru,” ujar seorang ahli biologi laut, Ward Appeltans. Dalam satu tahun terakhir, para ilmuwan telah mengidentifikasi 1.451 jenis kehidupan baru di bawah laut. Sejauh ini kita bahkan belum mengenali setengah dari seluruh kehidupan yang ada di dalam sana.

Tenanglah, Hai Jiwaku!

Bayangkanlah orangtua yang dengan penuh kasih berusaha menenangkan anaknya yang sedang sedih, kecewa, atau menderita. Dengan lembut ia bergumam ke telinga sang anak—“ssttt.” Sikap tubuh dan gumaman sederhana itu dimaksudkan untuk menghibur dan menenangkan si buah hati. Kita dapat membayangkannya karena itu terjadi di mana saja dan kapan saja. Banyak dari kita pernah memberi atau menerima ungkapan penuh kasih seperti itu. Gambaran itulah yang terlintas di benak saya ketika merenungkan Mazmur 131:2.

Banyak Karunia, Satu Tujuan

Jagung adalah makanan pokok di negara asal saya, Meksiko. Ada banyak jenis jagung. Anda dapat menemukan tongkol jagung berwarna kuning, cokelat, merah, dan hitam, bahkan ada yang bercorak belang-belang. Namun, penduduk kota biasanya tidak mau memakan jagung yang belang-belang. Amado Ramírez, seorang pengusaha restoran sekaligus peneliti, menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena mereka meyakini keseragaman menunjukkan kualitas yang tinggi. Meski demikian, jagung yang belang-belang ternyata enak rasanya dan cocok untuk bahan baku keripik tortilla.

Bergantung Penuh

Ibunda Laura sedang berjuang melawan penyakit kanker. Suatu pagi, Laura dan seorang teman mendoakan ibunya. Teman Laura yang telah bertahun-tahun menderita cerebral palsy (kelumpuhan pada tulang belakang) itu berdoa: “Tuhan, Engkau selalu menolongku. Sekarang tolonglah juga ibunya Laura.”

Keindahan yang Tersembunyi

Anak-anak kami perlu sedikit dibujuk agar mau diajak snorkeling untuk melihat-lihat pemandangan di bawah permukaan Laut Karibia dari lepas pantai Pulau Tobago. Namun, setelah menyelam, mereka muncul kembali ke permukaan dengan sangat gembira, “Ada ribuan ikan dan banyak sekali jenisnya! Keren banget! Aku belum pernah melihat ikan yang warna-warni seperti itu!”

Ciptaan Allah yang Agung

Baru-baru ini, saat cucu-cucu kami berkunjung ke rumah, kami menonton tayangan di Internet dari kamera web yang menyoroti kehidupan sebuah keluarga rajawali di Florida. Setiap hari kami membuka tayangan itu dan menyaksikan bagaimana induk betina, induk jantan, dan bayi rajawali melakukan rutinitas sehari-hari dalam sarang mereka di ketinggian. Hari demi hari, kedua induk burung tersebut terus-menerus menjaga bayi mereka dan menyuapkan ikan yang diperoleh dari sungai di dekat sana untuk mendukung perkembangan si bayi.