Category  |  Santapan Rohani

Obat yang Manjur

Cara mengemudi yang serampangan, emosi yang memuncak, dan lontaran bahasa kasar di kalangan pengemudi taksi dan angkutan umum merupakan penyebab utama terjadinya keributan di jalanan kota kami, Accra, Ghana. Namun suatu hari, saya menyaksikan salah satu kecelakaan lalu lintas yang berakhir dengan tidak lazim. Sebuah bus hampir ditabrak oleh taksi yang dikemudikan dengan sembrono. Saya mengira sopir bus itu akan marah dan meneriaki si pengemudi taksi. Ternyata tidak. Sopir bus itu justru mengendurkan raut wajahnya yang tegang dan tersenyum lebar ke arah si pengemudi taksi yang terlihat merasa bersalah. Senyuman itu sangat manjur. Sambil melambaikan tangan, sopir taksi itu meminta maaf, balas tersenyum, lalu melanjutkan perjalanannya. Ketegangan pun memudar.

Membebaskan Tahanan

Ketika saya dan istri berkunjung ke Museum Nasional dari The Mighty Eighth Air Force di dekat kota Savannah, Georgia, Amerika Serikat, kami sangat tersentuh oleh bagian pameran yang menceritakan tentang para tahanan perang, lengkap dengan benda-benda pameran yang dibuat menyerupai barak-barak tahanan perang di Jerman.

Bukan Orang Asing

Di pelosok Ghana, tempat saya tinggal semasa kanak-kanak, ada ungkapan yang berkata: “Dilarang berkunjung pada waktu makan”. Penduduk di sana menganggap tidak sopan seseorang berkunjung pada “waktu makan” karena makanan yang tersedia sangat terbatas, dan itu berlaku baik bagi tetangga ataupun orang asing.

Peringatan dari Allah

Seorang teman saya, Bob Honer, menyebut Yesus sebagai “Pemberi Peringatan yang Agung”. Itu benar sekali, karena kita memang sering ragu dan lupa. Entah sudah berapa sering Yesus memenuhi kebutuhan orang-orang yang datang kepada-Nya semasa Dia hidup, tetapi murid-murid-Nya tetap merasa khawatir bahwa mereka akan berkekurangan. Setelah menyaksikan mukjizat demi mukjizat yang diperbuat Yesus, mereka tetap gagal memahami maksud lebih besar yang Tuhan kehendaki untuk mereka ingat.

Berpegang Erat

Gunung Tianmen di Zhangjiajie, Tiongkok, dianggap sebagai salah satu gunung terindah di dunia. Untuk melihat tebing-tebingnya yang menjulang tinggi dengan megah, Anda harus menaiki kereta gantung Tianmen Shan, yang menempuh jarak sejauh 7.455 meter (4,5 mil). Sungguh menakjubkan melihat kereta gantung itu dapat melintasi jarak sedemikian jauh dan melewati kawasan pegunungan yang begitu curam tanpa adanya mesin di dalam kereta itu sendiri. Namun, kereta gantung itu bisa melaju dengan aman pada ketinggian-ketinggian yang sangat spektakuler dengan cara mencengkeram kuat-kuat seutas kawat baja yang digerakkan oleh sebuah mesin yang kuat.

Iman yang Benar

Kamu harus punya iman,” kata orang-orang. Namun apa artinya itu? Apakah setiap iman adalah iman yang benar?

Mendekat pada Anugerah-Nya

Para ahli Taurat dan orang Farisi menyeret seorang wanita yang kedapatan berbuat zina ke hadapan Yesus. Namun mereka tidak tahu bahwa mereka justru membawa wanita tersebut mendekat pada anugerah. Yang mereka mau adalah menjelek-jelekkan Yesus. Jika Dia meminta mereka untuk membiarkan wanita itu pergi, mereka dapat mendakwa-Nya sebagai pelanggar hukum Musa. Namun jika Dia menghukum mati wanita itu, orang-orang yang mengikut Dia akan mengabaikan perkataan-Nya tentang belas kasihan dan anugerah Allah.

Mendoakan Anda Hari Ini

Ketika menghadapi situasi yang sangat pelik atau masalah yang berat, kita sering meminta saudara-saudari seiman untuk mendoakan kita. Kita merasa begitu dikuatkan ketika mengetahui ada seseorang yang peduli dan mendoakan kita kepada Allah. Namun bagaimana jika Anda tidak mempunyai saudara seiman di sekitar Anda yang bisa mendoakan Anda? Mungkin Anda tinggal di suatu wilayah yang melarang pengabaran Injil. Siapa yang mendoakan Anda?

Kekayaan Sejati

Pada ibadah penghiburan untuk mengenang ayah dari seorang teman, seseorang berkata kepada teman saya itu: “Sebelum bertemu ayahmu, aku belum pernah mengenal seseorang yang merasa begitu senang saat menolong orang lain.” Ayahnya mengambil bagian dalam membangun kerajaan Allah dengan melayani sesama, membawa sukacita dan kasih, serta menjadi sahabat bagi orang-orang asing. Ketika meninggal dunia, beliau meninggalkan warisan kasih yang indah. Sebaliknya, bibi dari teman saya itu—saudari tertua dari sang ayah—memandang harta miliknya sebagai warisan. Ia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya dengan mengkhawatirkan siapa yang akan menjadi pewaris dari harta pusaka dan buku-buku langkanya.