Pemberian dan Sang Pemberi
Itu hanya sebuah gantungan kunci. Lima buah kotak kecil yang dijalin satu dengan tali sepatu. Gantungan itu diberikan putri saya beberapa tahun lalu ketika ia masih berusia tujuh tahun. Sekarang talinya sudah koyak dan kotak-kotaknya sudah terkelupas, tetapi kata-kata yang tertera di situ tidak pernah usang: “I DAD” (Aku Sayang Ayah).
Tak Terduga
Pada suatu siang yang terik di musim panas, dalam perjalanan ke wilayah selatan Amerika Serikat, saya dan istri berhenti sejenak untuk membeli es krim. Pada dinding di belakang kedai itu terpasang sebuah papan yang bertuliskan, “Dilarang Berseluncur Es”. Saya pun tertawa karena sama sekali tidak menduga akan melihat larangan itu di musim panas.
Ratapan Menjadi Sukacita
Kami harus memberhentikanmu dari pekerjaan.” Kalimat itu membuat saya terguncang ketika sepuluh tahun lalu perusahaan tempat saya bekerja tidak lagi membutuhkan tenaga saya. Saat itu, saya sangat sedih karena merasa pekerjaan saya sebagai editor sudah menjadi identitas saya. Baru-baru ini, saya kembali merasakan kesedihan ketika proyek yang saya kerjakan secara lepas tidak lagi diperpanjang. Namun kali ini saya tidak terguncang seperti dahulu, karena dari tahun ke tahun saya telah melihat bahwa Allah itu setia dan Dia sanggup mengubah ratapan saya menjadi sukacita.
Adakah yang Perlu Saya Ketahui?
Dalam salah satu konsernya, penyanyi sekaligus penulis lagu David Wilcox menjawab pertanyaan hadirin mengenai proses penciptaan lagu-lagunya. Ia menyebutkan ada tiga aspek dalam prosesnya: ruangan yang tenang, selembar kertas kosong, dan pertanyaan, “Adakah yang perlu saya ketahui?” Jawaban tersebut menggambarkan cara yang patut diikuti oleh para pengikut Yesus yang ingin mengetahui rencana Tuhan bagi hidupnya dari hari ke hari.
Jalan yang Mudah?
Jalan kehidupan sering kali terasa sulit. Jika kita mengharapkan Allah akan selalu memberi kita jalan yang mudah, mungkin kita akan tergoda untuk berpaling dari-Nya ketika keadaannya berubah menjadi sulit.
Menerima Sebuah Pelajaran
Mary adalah seorang janda yang sedang mengalami masalah serius dengan kesehatannya. Mary diajak pindah oleh putrinya ke kompleks apartemen baru untuk orang lanjut usia yang terletak di sebelah rumah sang putri. Meski Mary harus tinggal jauh sekali dari teman-teman dan kerabatnya yang lain, ia tetap bersukacita atas pemeliharaan Allah.
Bahasa Kasih
Ketika nenek saya tiba di Meksiko sebagai misionaris, ia mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa Spanyol. Suatu hari saat pergi ke pasar, ia menunjukkan daftar belanjaannya kepada seorang wanita yang membantunya. Ia berkata, “Daftar ini tertulis dalam dua lidah (lenguas).” Sebenarnya ia bermaksud mengatakan bahwa daftar itu ditulisnya dalam dua bahasa (idiomas). Penjual daging yang mendengar percakapan mereka mengira bahwa nenek ingin membeli dua buah lidah sapi. Lucunya, nenek tidak menyadari kesalahannya sampai ia tiba di rumah. Alhasil, ia membawa pulang lidah sapi yang tidak tahu harus ia apakan!
Lebih dari yang Kita Butuhkan
Di sebuah ladang di wilayah pedesaan Inggris, G. K. Chesterton tiba-tiba bangkit dari tempat duduknya dan tertawa terbahak-bahak. Luapan sukacitanya terdengar sangat keras hingga mengejutkan sapi-sapi yang merumput di sekitarnya.
Tugas Utama Kita
Saat seorang cendekiawan Inggris mendorong agama-agama di dunia untuk bekerja sama bagi persatuan dunia, orang-orang di mana pun memujinya. Dengan menyatakan bahwa setiap agama besar memiliki keyakinan yang sama tentang Kaidah Kencana, ia menyarankan, “Tugas utama kita di masa kini adalah membangun suatu masyarakat global di mana orang-orang dari keyakinan yang berbeda-beda dapat hidup bersama dalam kedamaian dan keharmonisan.”