Keseluruhan Cerita
Baru-baru ini Dallas, cucu laki-laki saya yang berusia 5 tahun, bertanya, “Mengapa Yesus mati di kayu salib?” Jadi kami membahasnya sejenak. Saya menjelaskan kepadanya tentang dosa dan kerelaan Yesus menjadi korban bagi kita. Setelah itu ia lari ke luar untuk bermain.
Misteri yang Tersembunyi
Sebagian besar yang terjadi di alam semesta ini tidak pernah dapat kita lihat. Banyak yang ukurannya terlalu kecil, bergerak terlalu cepat, atau bahkan terlalu lambat untuk dapat kita lihat. Namun dengan bantuan teknologi modern, seorang pembuat film bernama Louis Schwartzberg bisa menangkap gambar-gambar bergerak yang menakjubkan dari benda dan gerakan seperti mulut seekor ulat bulu, mata seekor lalat, dan proses bertumbuhnya sebuah jamur.
Semua Itu Layak
Pada akhir abad ke-4, para pengikut Kristus tidak lagi dijadikan santapan singa untuk menghibur warga Roma. Namun hiburan yang berujung maut itu masih berlanjut sampai suatu hari seorang pria dengan berani melompat keluar dari tempat duduk penonton dan berusaha mencegah dua gladiator yang saling membunuh.
Berjalan di Atas Air
Ketika belajar berlayar, saya harus berjalan di atas sebilah papan yang mengapung dan bergoyang untuk mencapai perahu-perahu kecil tempat kami akan belajar. Saya tidak suka melakukannya. Keseimbangan tubuh saya tidak terlalu baik, dan saya takut akan terjatuh di celah antara papan dan perahu dalam usaha saya untuk menaikinya. Hampir-hampir saya menyerah. “Arahkan pandanganmu padaku,” kata sang instruktur. “Aku di sini, dan aku akan menangkapmu jika kamu tergelincir.” Saya melakukan apa yang dikatakannya, dan sekarang saya sudah mengantongi sertifikat kecakapan berlayar tingkat dasar!
Berbelanja dengan Liam
Anak saya Liam suka sekali memetik dandelion (sejenis bunga rumput liar) untuk ibunya. Sampai sekarang, ibunya tak pernah bosan menerima pemberiannya. Rumput liar bahkan bisa dianggap sebagai bunga oleh seorang anak kecil.
Tantangan Masa Peralihan
Chris Sanders, seorang mantan atlet profesional, pernah mengalami cedera yang membuat kariernya harus berakhir. Kepada sekelompok veteran militer, ia mengatakan bahwa meskipun ia tidak pernah terjun dalam medan pertempuran, “Saya memahami perasaan tertekan di tengah masa peralihan.”
Ayah yang Sayang
Setelah menempuh perjalanan panjang, kedua orangtua itu terlihat kewalahan menghadapi dua anak balita mereka yang tak bisa duduk diam, apalagi sekarang penerbangan terakhir mereka harus ditunda. Selagi mengamati kedua anak itu berlarian di ruang tunggu yang padat, saya bertanya-tanya dalam hati bagaimana sang ibu dan ayah akan menenangkan mereka selama setengah jam di pesawat dalam penerbangan kami ke Grand Rapids. Ketika kami akhirnya berada di dalam pesawat, ternyata sang ayah dan salah seorang anaknya duduk di belakang saya. Lalu saya mendengar ayah yang kelelahan itu berkata kepada sang anak, ”Kamu mau Ayah bacakan cerita dari salah satu buku ceritamu?” Dan di sepanjang penerbangan tersebut, ayah yang penuh kasih sayang itu membacakan cerita untuk anaknya dengan perlahan dan sabar sehingga anaknya dapat menjadi tenang dan memperhatikan cerita.
Domba yang Hilang
Laura menaikkan seekor kambing dan domba pinjaman ke atas truk panjang yang akan dibawa ke gereja untuk latihan pementasan Natal. Awalnya, kedua binatang itu saling menyeruduk dan kejar-kejaran sebelum akhirnya bisa tenang. Namun Laura harus berhenti dahulu di pompa bensin untuk mengisi bahan bakar.
Lihatlah Jumbai-Jumbai Itu
Chaim Potok, seorang penulis ternama, memulai novelnya yang berjudul The Chosen (Yang Terpilih) dengan menggambarkan sebuah pertandingan bisbol antara dua tim berlatar belakang Yahudi di kota New York. Reuven Malter, tokoh utama dalam novel itu, memperhatikan bahwa pada seragam yang dikenakan para pemain lawan terdapat sebuah aksesori unik, yakni empat utas jumbai-jumbai panjang yang terjulur dari bawah kaos setiap pemain tim itu. Reuven mengenali jumbai-jumbai itu sebagai sebuah tanda ketaatan yang ketat pada hukum Allah di Perjanjian Lama.