Apa yang Kita Lakukan
Untuk mengenang mendiang Roger Ebert—kritikus film peraih Anugerah Pulitzer—seorang rekan wartawan menuliskan: “Dengan segala ketenarannya, penghargaan yang diterimanya, dan status selebritasnya, wawancara eksklusifnya, dan kedekatannya dengan para tokoh film, Ebert tak pernah lupa akan esensi dari apa yang kami lakukan, yaitu mengulas film. Dan ia mengulas film dengan semangat yang menular dan pemikiran yang tajam” (Dennis King, The Oklahoman).
Bapaku Bersamaku
Seorang teman yang sedang berjuang melawan kesepian memuat kata-kata berikut ini pada halaman Facebook-nya: “Aku merasa sendirian bukan karena aku tak punya teman. Temanku banyak. Aku punya teman yang bisa memelukku, menguatkanku, bicara padaku, peduli padaku, dan memikirkanku. Hanya saja mereka tidak bisa selalu bersamaku di setiap waktu dan untuk selamanya.”
Sesuatu yang Baru
Bagi Charles Hooper, kayu-kayu bekas masih mempunyai nilai tertentu. Ia membuat sebuah rancangan sederhana dengan memanfaatkan batang-batang kayu tua yang diambilnya dari rumah pengeringan jagung yang telah lama terabaikan. Lalu ia menebang sejumlah pohon dari hutan miliknya, dan bersusah payah memotongnya menjadi persegi empat dengan kapak besar milik kakeknya. Sepotong demi sepotong, ia menyusun dan memadukan kayu-kayu yang tua dengan yang baru.
Merasa Tidak Berarti?
Kita berada di antara tujuh milyar orang yang hidup bersama di atas sebuah planet mungil yang merupakan bagian kecil dari tata surya kita yang tidak terlalu berarti. Memang pada kenyataannya, bumi kita hanyalah satu titik biru yang kecil di antara jutaan benda-benda angkasa yang diciptakan Allah. Di alam semesta yang luar biasa luasnya itu, bumi kita yang indah dan megah terlihat seperti setitik kecil debu.
Cahaya dalam Kegelapan
Dalam suatu perjalanan ke Peru, saya mengunjungi salah satu gua yang banyak terdapat di negara pegunungan itu. Menurut pemandu wisata kami, gua yang satu itu sudah pernah dijelajahi hingga kedalaman 14 km—dan kedalamannya jauh lebih dalam lagi. Di gua itu, kami melihat banyak kelelawar dan burung malam yang mengagumkan serta beragam bentuk karang yang menarik. Akan tetapi lama-kelamaan, kegelapan gua itu membuat saya gelisah—terasa begitu mencekam. Saya merasa sangat lega ketika kami tiba kembali ke mulut gua dan melihat terang cahaya matahari.
Mencari Kambing Hitam
Saya pernah disalahkan untuk banyak hal, dan saya memang layak disalahkan. Dosa, kegagalan, dan ketidakmampuan saya telah menyebabkan duka, kecemasan, dan ketidaknyamanan bagi sahabat dan keluarga (dan mungkin juga bagi orang yang tidak saya kenal). Saya juga pernah disalahkan untuk hal-hal yang bukan merupakan kesalahan saya, hanya karena saya tidak kuasa mengubah hal-hal tersebut.
Karunia Air Mata
S uatu hari saya menelepon seorang teman lama ketika ibunya meninggal dunia. Ibunya adalah teman dekat ibu saya, dan sekarang mereka berdua telah berpulang ke rumah Bapa. Sepanjang perbincangan itu, luapan emosi kami berdua mengalir bergantian dengan bebas—ada air mata kesedihan karena mengenang ibunya yang telah tiada, tetapi ada air mata tawa ketika kami mengingat kepribadiannya yang menyenangkan dan penuh perhatian.
Jalan Misterius
S aat putra saya mulai belajar dalam kelas bahasa Mandarin, saya takjub melihat isi makalah yang dibawanya pulang setelah sesi pertama. Sebagai orang yang bahasa ibunya bahasa Inggris, saya sulit memahami bagaimana karakter-karakter huruf dapat berkaitan dengan pengucapan kata. Bahasa Mandarin terlihat sangat rumit bagi saya dan tidak dapat saya mengerti.
Membingungkan
Teka-teki ini membingungkan saya: Isilah dengan satu kata yang sama. _____ ada yang lebih hebat daripada Allah. _____ ada yang lebih jahat daripada Iblis. Orang miskin _____ memiliki apa-apa. Orang kaya _____ butuh apa-apa. Jika Anda _____ makan, Anda akan mati.