Kedekatan Luar Biasa
Ketika John F. Kennedy menjadi presiden Amerika Serikat, sesekali para fotografer menangkap suatu adegan yang menarik. Salah satu foto itu menunjukkan para anggota kabinet sedang duduk mengelilingi meja sang presiden di Kantor Oval dan memperdebatkan masalah-masalah dunia yang penting. Sementara itu, putra presiden yang baru berumur 2 tahun, yang bernama John, sedang merangkak di seputar dan di bawah meja presiden yang sangat besar, tanpa mempedulikan tata cara di Gedung Putih dan persoalan-persoalan negara yang serius. Ia hanya sedang mengunjungi ayahnya.
Pertemuan Tak Terduga
Drew, seorang anak muda yang penuh semangat, baru pertama kalinya memimpin pujian di sebuah gereja besar. Lois, anggota jemaat yang sudah lama beribadah di sana, ingin memberi Drew semangat. Namun Lois berpikir, tentu sulit untuk maju ke depan dan menemui Drew sebelum ia pergi. Lois lalu melihat bahwa ia dapat menyusup di antara kerumunan orang, dan ia pun berhasil menemui Drew dan berkata, “Aku senang melihat semangatmu dalam beribadah. Teruslah melayani-Nya!”
Pintu Kucing
Saya dan Jay, suami saya, memiliki anggota keluarga baru—seekor kucing berumur 2 bulan, bernama Jasper. Untuk menjaga keamanan anak kucing itu, kami harus meninggalkan beberapa kebiasaan lama, seperti membiarkan pintu terbuka. Akan tetapi, karena kucing gemar memanjat, kami masih menemui satu masalah. Anak kucing sudah tahu bahwa dunia terlihat lebih baik jika dilihat dari ketinggian. Setiap kali Jasper berada di lantai bawah bersama saya, ia berkeras naik ke lantai atas. Saya pun harus menyiasati cara untuk membatasi Jasper dan menjaganya di tempat yang aman di dekat saya. Pintu yang berguna untuk melindungi anak-anak dan anjing tidak berlaku bagi kucing.
Mengejar Kekudusan
Kita sering melihat jajak pendapat yang menanyakan apakah seseorang merasa bahagia, puas dengan pekerjaan mereka, atau menikmati hidup mereka. Akan tetapi, saya tidak pernah melihat ada jajak pendapat yang menanyakan, “Kuduskah Anda?” Bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan itu?
Kekuatan untuk Bertahan Hidup
Ketika saya masih anak-anak, saya mempunyai sebuah balon tinju yang terbuat dari plastik. Balon bersosok boneka setinggi saya itu menampilkan wajah yang tersenyum. Saya tertantang untuk meninju boneka itu sekeras mungkin sampai boneka itu roboh. Namun sekeras apa pun pukulan saya, boneka itu akan selalu berdiri tegak kembali. Rahasianya? Ada pemberat berbahan timah di bagian dasar yang membuat boneka itu selalu tegak. Kapal layar beroperasi dengan prinsip yang sama. Pemberat-pemberat timah pada lambung kapal menjaga kapal tersebut agar tetap seimbang dan tegak ketika angin kencang melanda.
Menyibak Misteri
Salah satu daya tarik wisata yang paling populer di Inggris ialah pilar-pilar batu raksasa Stonehenge. Pilar-pilar granit raksasa itu juga merupakan sumber misteri yang besar. Setiap tahun, orang-orang berkunjung ke Stonehenge dengan pertanyaan: Mengapa bangunan raksasa ini dibangun? Siapa yang menyelesaikan karya agung yang mengagumkan ini? Mungkin pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana mereka memba-ngunnya. Namun, para pengunjung tidak memperoleh jawaban apa pun dari batu-batu yang membisu itu. Semuanya tetap misterius.
Dimulai dari Saya
Saya menyebutnya Catatan Mell—catatan-catatan kecil yang dibuat putri saya, Melissa, di dalam Alkitab miliknya untuk membantunya menerapkan ayat-ayat Alkitab dalam hidupnya.
Semut Pencari Rumah
Menurut para peneliti dari Universitas Bristol, semut-semut batu asal Eropa mungkin lebih maju daripada kita dalam mengikuti perkembangan pasar perumahan. Para peneliti menemukan bahwa koloni-koloni semut menggunakan semut-semut pencari untuk terus-menerus mengawasi kondisi kehidupan koloninya. Lewat kemampuan sosial yang begitu rumit hingga membuat takjub para ilmu-wan, semut-semut batu itu bergotong-royong dalam mencari ruang, kegelapan, dan perlin-dungan yang pas untuk menemukan sarang yang terbaik bagi ratu semut dan larva-larvanya.
Segala Sesuatu Ada Masanya
Anda mungkin pernah kesulitan untuk menolak tanggung jawab baru yang ditawarkan kepada Anda, terutama jika hal itu bertujuan baik dan langsung memberi manfaat kepada orang lain. Kita mungkin memiliki alasan kuat untuk memilih-milih pekerjaan mana yang kita prioritaskan. Namun terkadang, setelah menolak untuk terlibat lebih jauh, kita bisa jadi merasa bersalah atau berpikir bahwa kita telah undur dalam perjalanan iman kita.