Fokus Pada Proses
Dalam bukunya On Writing Well (Menulis dengan Baik), William Zinsser berkata bahwa banyak penulis dibebani oleh “tirani dari hasil akhir”. Mereka begitu khawatir dengan hasil penjualan artikel atau buku mereka hingga lalai untuk mempelajari proses dalam berpikir, berencana, dan mengorganisir. Zinsser meyakini, apabila “sang penulis, dengan mata yang tertuju hanya pada garis akhir, tak pernah memikirkan sungguh-sungguh bagaimana caranya menempuh perlombaannya”, yang dihasilkan hanyalah sebuah naskah yang campur aduk.
Membuatnya Menarik
Alkisah pada zaman lampau, ada seorang bocah laki-laki yang berusaha mencari nafkah dengan cara menjual apel di atas kereta api berpenumpang. Ia menyusuri gerbong demi gerbong, sambil berseru, “Apel! Apel! Adakah yang mau membeli apel?” Sesampainya di gerbong terakhir, si bocah masih memiliki apel sekantong penuh, tetapi tidak ada uang.
Tidak Berbuat Jahat
Banyak orang memandang Hipokrates, sang tabib pada zaman Yunani kuno, sebagai bapak ilmu kedokteran Barat. Hipokrates memahami pentingnya mengikuti prinsip-prinsip moral dalam menerapkan pengobatan. Ia juga dikenang sebagai penulis Sumpah Hipokrates, yang sampai sekarang masih digunakan sebagai panduan etika untuk para dokter di zaman modern ini. Salah satu konsep penting dari sumpah tersebut adalah “untuk tidak berbuat jahat”. Hal itu mengandung arti bahwa seorang dokter hanya akan melakukan apa yang menurutnya baik dan bermanfaat untuk pasien-pasiennya.
Bantuan Pinggir Jalan
Seorang kenalan saya sedang berburu bersama teman-temannya di dekat Bal-moral, tanah di luar kota milik ratu Inggris. Saat berjalan, pergelangan kakinya terkilir amat parah sehingga ia tidak dapat meneruskan perjalanan. Ia pun meminta teman-temannya untuk melanjutkan perjalanan mereka sementara ia akan menunggu di pinggir jalan.
Hikmat Dari Atas
Andai saja Kiera Wilmot melakukan proyek percobaannya di dalam ruang kelas sains di SMA-nya, mungkin ia akan mendapatkan nilai A. Namun ia justru dituntut karena telah menyebabkan sebuah ledakan. Meskipun ia telah berharap agar gurunya menyetujui percobaan itu, teman-teman sekelasnya berhasil membujuknya untuk melakukan percobaan tersebut di luar ruang kelas. Saat ia mencampur zat-zat kimia ke dalam sebuah botol plastik, botol itu meledak dan secara tidak sengaja ia telah membuat panik siswa-siswi yang lain.
Alur Emas
Ketika mengunjungi daerah Cotswold yang indah di Inggris, saya membeli sejumlah cangkir keramik sebagai cendera-mata. Saya memakainya dengan hati-hati, tetapi suatu hari sebuah cangkir terjatuh di wastafel dan pecah. Baru-baru ini saya ter-ingat pada cangkir yang pecah tersebut saat mengetahui tentang seni Kintsugi asal Jepang.
Diperbaiki Oleh Ahlinya
Selama berabad-abad, banyak usaha telah dilakukan untuk memperbaiki karya- karya seni agung yang telah rusak dan termakan oleh waktu. Walaupun lewat keterampilan yang mahir beberapa upaya itu telah berhasil menjaga kelestarian karya asli dari para seniman besar, di sisi lain, ada sejumlah usaha perbaikan yang justru merusak banyak karya agung, seperti yang terjadi pada patung-patung Yunani kuno dan setidaknya dua lukisan karya da Vinci.
Saat Ayahku Bertemu Yesus
Kakek saya, ayah saya, dan saudara-saudaranya berwatak keras. Mereka tak menyukai orang yang berbicara tentang iman Kristen kepada mereka. Saat ayah saya, Howard, didiagnosa menderita kanker ganas yang mematikan, saya begitu khawatir sehingga saya memanfaatkan tiap kesempatan untuk berbicara tentang kasih Yesus dengan-nya. Ia selalu mengakhiri perbincangan kami dengan sopan tetapi tegas: “Aku sudah tahu semua yang kuperlu tahu.”
Pejalan Kaki Tercepat Dunia
Menurut sebuah penelitian yang mengukur laju kehidupan dari berbagai kota di 32 negara, orang yang hidupnya paling tergesa-gesa adalah yang tinggal di Singapura. Warga Singapura menempuh jarak 18 meter dalam waktu 10.55 detik. Itu lebih cepat daripada warga New York yang memerlukan waktu 12.00 detik dan 31.60 detik bagi mereka yang tinggal di kota Blantyre, di Malawi, Afrika.