Dikasihi Untuk Mengasihi
Sekalipun terus-menerus berada dalam bahaya saat menetap di Jerman yang dikuasai Hitler, Dietrich Bonhoeffer memilih untuk tetap tinggal. Saya membayangkan bahwa ia mempunyai pandangan yang sama seperti Paulus, hatinya rindu untuk berada di surga, tetapi Allah menghendakinya tetap tinggal di mana ia dibutuhkan (Flp. 1:21). Jadi, ia tetap tinggal, dan sebagai pendeta ia mengadakan ibadah secara diam-diam dan terus menentang kekejaman rezim Hitler.
Melampaui Batas Kemampuan
Saya mempunyai seorang teman yang rasanya lebih baik dari saya hampir dalam segala hal. Ia lebih pintar; berpikir lebih dalam; dan tahu buku-buku yang lebih baik untuk dibaca. Ia bahkan sering mengalahkan saya dalam permainan golf. Menghabiskan waktu bersamanya menantang saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peduli kepada sesama. Keunggulannya atas saya telah mendorong saya untuk meraih dan melakukan hal-hal yang lebih baik.
Masalah Karena Stroberi
Seorang pria meletakkan sekotak besar stroberi di halaman depan rumah yang baru kami tempati belum lama ini. Dalam catatan yang disertakannya dalam kotak itu, ia menyatakan keinginannya agar kami berbagi stroberi itu dengan para tetangga. Niatnya memang baik, tetapi ada beberapa anak yang menemukan kotak itu sebelum kami, dan mereka pun menggunakan stroberi itu untuk bermain lempar-lemparan ke arah rumah kami yang berdinding putih. Saat kami pulang, kami melihat anak-anak yang kami kenal itu memandang dari balik pagar. Mereka kembali ke “tempat kejadian perkara” untuk melihat reaksi kami terhadap masalah yang mereka perbuat. Kami bisa saja membersihkan rumah kami sendiri, tetapi agar hubungan di antara kami pulih kembali, kami merasa perlu untuk berbicara dengan anak-anak itu dan meminta mereka membantu membersihkan rumah kami dari ceceran stroberi yang mengotorinya.
Pilihlah Hidup
Apa kehendak Allah bagi hidup saya? Pertanyaan itu pernah menghantui saya ketika saya beranjak dewasa. Apa jadinya jika saya tidak dapat menemukannya? Bagaimana jika saya tidak mengetahuinya? Kehendak Allah itu bagai jarum dalam tumpukan jerami. Tersembunyi, tersamar, dan banyak kepalsuan.
Tidak Dihitung
Pertunjukan drama berjudul Amadeus bercerita tentang seorang komposer pada abad ke-18 yang sedang berusaha memahami maksud Allah. Antonio Salieri yang saleh memiliki keinginan yang tulus untuk dapat menciptakan suatu musik yang megah dan luar biasa, tetapi ia tidak dianugerahi talenta untuk melakukannya. Ia sangat marah karena Allah justru mencurahkan talenta berupa kejeniusan terhebat dalam bidang musik kepada seorang laki-laki berandalan bernama Wolfgang Amadeus Mozart.
Memeriksa Oli
Ketika dahulu menolong putri-putri saya belajar mengemudi, saya memberikan sedikit instruksi tentang perawatan dasar bagi mobil. Kami mengunjungi sebuah bengkel mobil di lingkungan kami dan mereka belajar untuk memeriksa oli mobil setiap kali mengisi bensin. Saat ini, bertahun-tahun kemudian, mereka masih mengingatkan saya tentang sebuah slogan enam kata yang pernah saya ajarkan, “Oli itu murah, mesin itu mahal.” Harga 1 liter oli tidaklah sebanding dengan biaya mengganti sebuah mesin.
Apa Arti Sebuah Nama?
Teman saya menulis secarik surat kepada anaknya yang baru lahir dengan maksud agar surat itu dibaca sang anak setelah ia dewasa: “Putraku, Ayah dan Ibu berharap kau akan menemukan Sang Terang dan tetap ber-fokus kepada-Nya. Nama Mandarinmu adalah xin xuan. Xin berarti kesetiaan, kepuasan, dan integritas; xuan berarti kehangatan dan terang.” Dengan saksama, teman saya dan istrinya memilih nama itu sesuai dengan harapan mereka untuk putra mereka.
Anda Punya Sahabat
Salah satu konsekuensi ironis dari pesat-nya pertumbuhan media sosial adalah kita justru sering merasa semakin terasing dan sendirian. Sebuah artikel online memperingat-kan: “Orang-orang yang menolak untuk mengutamakan atau semata-mata menjalani kehidupan melalui dunia maya mengakui bahwa teman-teman di dunia maya tidaklah sebanding dengan para sahabat di dunia nyata, dan . . . orang-orang yang menjadikan teman-teman di dunia maya sebagai pengganti dari sahabat-sahabat di dunia nyata justru lebih merasa kesepian dan lebih mengalami depresi daripada sebelumnya.”
Tomat Gratis
Saat sedang memasukkan belanjaan ke bagasi mobil, saya melirik sekilas ke mobil di sebelah saya. Melalui kaca belakang-nya, saya bisa melihat sejumlah keranjang penuh tomat merah yang segar, bulat, dan lebih bagus daripada tomat yang dijual di toko-toko. Ketika kemudian si pemilik mobil itu muncul, saya berkata, “Tomat-tomat Anda kelihatan sangat enak!” Ia menjawab, “Panenan tomat saya sangat bagus tahun ini. Anda mau mencicipinya?” Terkejut oleh kemurahan hatinya, dengan senang hati saya menerima tawarannya. Ia pun memberi saya beberapa buah tomat dengan cuma-cuma—dan tomat-tomatnya tidak hanya sedap dipandang tetapi juga sedap di lidah.