Category  |  Santapan Rohani

Apakah 
Kasih Itu?

Ketika ditanya, “Apakah kasih itu?”, anak-anak punya jawaban yang luar biasa. Noelle, usia 7 tahun, berkata, “Kasih itu adalah saat seorang wanita bilang ia menyukai baju seorang pria, dan pria itu memakai baju itu setiap hari.” Rebecca, usia 8 tahun, menjawab, “Sejak nenek mengidap radang sendi, ia tak bisa membungkuk untuk mengecat kuku kakinya. Jadi kakek yang melakukannya setiap saat, bahkan setelah tangan kakek juga terkena radang sendi. Itu namanya kasih.” Jessica, yang juga berusia 8 tahun, menyimpulkan, “Jangan berani bilang ‘Aku sayang kamu’ kecuali kamu memang sungguh-sungguh. Jika kamu sungguh-sungguh sayang, katakan itu berulang-ulang. Orang itu gampang lupa.”

Hikmat 
Orang Banyak

Deskripsi online tentang buku The Wisdom of Crowds (Hikmat Orang Banyak) menyatakan, “Dalam buku yang memukau ini, kolumnis bisnis dari mingguan New Yorker, James Surowiecki, membedah ide sederhana yang sering terabaikan: Sekelompok besar orang terbukti lebih cerdas daripada sekelompok kecil kaum elit, sehebat apa pun kelompok elit ini—kelompok besar ini lebih baik dalam memecahkan masalah, mendorong inovasi, mengambil keputusan yang bijak, bahkan memprediksi masa depan.”

Prinsip Pelepasan

Dalam bukunya yang berjudul Throw Out Fifty Things (Buang 50 Hal Ini), Gail Blanke menuliskan 4 “Prinsip Pelepasan” yang berguna untuk menolong pembacanya menyingkirkan berbagai sampah dari hidup mereka. Prinsip pertama menyatakan, “Jika hal itu . . . membebanimu, menghalangimu, atau membuatmu merasa tidak nyaman dengan dirimu sendiri; buanglah, berikanlah, juallah, lepaskanlah hal itu, dan lanjutkanlah hidupmu.”

Berakar

Ada satu bagian dari kebun saya yang tak bisa ditumbuhi tanaman. Rumput pun tampak jarang tumbuh di bagian itu, meski saya sering menyiraminya.

Dari Mana Hikmat Berasal?

Hikmat merupakan keindahan dari kekudusan. Yakobus berkata bahwa hikmat itu masuk akal, fleksibel, penuh pengampunan, pendamai, penuh perhatian, suka mengunjungi, bersikap sopan, dan 
ramah. Hikmat itu rendah hati, terbuka, sederhana, lembut, dan murah hati (Yak. 3:17).

Terlalu Diberkati

Saat berkendara setiap harinya dari rumah ke kantor dan sebaliknya, saya punya banyak waktu untuk membaca—membaca stiker mobil maksudnya. Ada stiker yang isinya tidak sopan, sementara yang lainnya kedengaran cerdas, dan masih banyak lain-nya yang pesannya tidak enak untuk dibaca. Meski demikian, salah satu stiker yang saya lihat baru-baru ini ternyata menantang saya 
secara halus untuk memikirkan cara saya memandang hidup ini. Stiker itu bertuliskan, “Terlalu diberkati untuk mengeluh.”

Perbaikan Jalan

Di Michigan, kami bercanda dengan ber-kata bahwa kami punya dua musim: musim dingin dan musim perbaikan jalan. Musim dingin telah merusak permukaan jalan sehingga petugas perbaikan jalan segera bekerja setelah es meleleh dan jalanan ter-bebas dari salju. Meski kami menyebutnya “perbaikan”, tetapi yang dilakukan pekerja 
itu terlihat lebih seperti “perusakan”. Di beberapa tempat, mereka tak bisa sekadar menambal lubang di tengah jalan, tetapi harus mengganti jalan yang lama dengan yang baru.

Lebih, Lebih, Dan Lebih Lagi

Sebagian orang senang berbelanja. Mereka punya hasrat yang tak henti-hentinya untuk membeli, membeli, dan membeli. Nafsu untuk mencari penawaran terbaru ini menjangkiti seluruh dunia. Pusat-pusat perbelanjaan raksasa tersebar di China, Arab Saudi, Kanada, Filipina, Amerika Serikat, 
dan tempat-tempat lain di seluruh dunia. Meningkatnya jumlah pembelian di toko-
toko dan di dunia maya menunjukkan bahwa berbelanja telah menjadi fenomena global.

Kecongkakan Dan Kesombongan

Dalam buku Screwtape Letters (Surat-Surat Screwtape) karya C. S. Lewis, sesosok setan senior mendesak anak didik-
nya untuk mengalihkan pikiran seorang Kristen dari Allah dan membuatnya sibuk memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain yang ada di gereja.