Kamar Gelap di Hutan
Pihak militer tidak memberi kesempatan kepada Tony Vaccaro untuk menjadi fotografer mereka, tetapi itu tidak menghentikannya. Ia tetap mengambil foto di tengah momen-momen pertempuran yang mengerikan sambil menghindari peluru artileri yang menghujaninya dari balik pepohonan. Saat teman-temannya tidur, ia menggunakan helm mereka sebagai wadah mencampur bahan kimia untuk mencetak foto-fotonya. Hutan di malam hari itu menjadi kamar gelap tempat Vaccaro mengabadikan pertempuran di Hutan Hürtgen pada masa Perang Dunia II.
Surga Bernyanyi
Sukacita terdengar jelas dari nada-nada yang dinaikkan oleh paduan suara sebuah SMA yang menyanyikan lagu asal Argentina “El Cielo Canta Alegría.” Saya menikmati penampilan mereka, meski tidak mengerti liriknya yang berbahasa Spanyol. Namun, tak lama kemudian saya mengenali sebuah kata yang akrab di telinga ketika paduan suara itu berseru dengan penuh sukacita, “Aleluya!” Kata “Aleluya” yang diserukan berulang-ulang itu adalah ungkapan pujian kepada Allah yang terdengar mirip dalam sebagian besar bahasa di dunia. Karena penasaran dengan latar belakang lagu tersebut, sepulang dari konser itu saya pun mencari informasi di Internet dan menemukan bahwa terjemahan dari judul lagu tersebut adalah “Heaven Is Singing for Joy” (Surga Bernyanyi dengan Sukacita).
Saling Membantu
Ketika tim bola basket Universitas Fairleigh Dickinson (FDU) bermain di suatu turnamen antarperguruan tinggi, para penggemar di tribun menyoraki tim yang tidak diunggulkan tersebut. Tim FDU diperkirakan tidak akan lolos dari babak pertama, tetapi ternyata mereka berhasil. Lalu mereka mendengar lagu mars kampus mereka menggelegar dari tribun, padahal mereka tidak membawa band sama sekali. Rupanya band Universitas Dayton telah mempelajari lagu mars FDU beberapa menit sebelum pertandingan. Meski bisa saja memainkan lagu-lagu yang sudah dikenal, band itu memilih mempelajari lagu mars tadi untuk menyemangati tim FDU dan juga sebuah tim lain.
Lebih dari Keluarga
Jon dilantik sebagai guru besar di sebuah perguruan tinggi bergengsi. Kakak laki-lakinya, David, merasa senang, tetapi seperti saudara laki-laki kebanyakan, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda Jon. David mengingatkan Jon bagaimana ia pernah bergulat dan mengalahkan si adik sewaktu mereka masih kecil. Jon sudah mencapai banyak keberhasilan dalam hidup, tetapi ia akan selalu menjadi adik laki-laki David.
Bersalah dan Dibebaskan
“Aku tidak melakukannya!” Saya berbohong, dan hampir berhasil, sampai Allah menghentikan saya. Ketika masih di SMP, saya dan beberapa teman pernah melontari band sekolah kami dari belakang dengan gumpalan-gumpalan kertas di tengah pertunjukan mereka. Kepala sekolah kami adalah seorang mantan marinir yang terkenal sangat disiplin, dan saya sangat takut kepadanya. Jadi, ketika teman-teman menyebut nama saya, saya pun berbohong. Saya juga berbohong kepada ayah saya.
Kasih Allah yang Murah Hati
Laksamana William McRaven dikenal luas sebagai perwira militer yang berpidato tentang pentingnya merapikan tempat tidur kita setiap hari, dan video daringnya sudah ditonton sebanyak 100 juta kali. Namun, pensiunan Angkatan Laut tersebut berbagi pelajaran lain yang sama mengesankannya. McRaven dengan sedih menyesali bahwa beberapa anggota sebuah keluarga yang tidak bersalah tewas terbunuh secara tidak sengaja dalam sebuah operasi militer di Timur Tengah. Karena meyakini bahwa keluarga tersebut berhak mendapatkan permintaan maaf yang tulus, McRaven memberanikan diri untuk meminta pengampunan kepada ayah dari keluarga yang berduka itu.
Di Balik Jeruji Penjara
Seorang pemain football Amerika yang terkenal naik ke atas podium yang tidak berada di stadion olahraga. Ia berbicara di hadapan 300 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Everglades di Miami, Florida, untuk membagikan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Yesaya.
Keset Selamat Datang
Saat melihat-lihat berbagai keset yang dijual di sebuah toko perlengkapan rumah tangga, saya memperhatikan pesan yang tertera di permukaan keset-keset itu. Ada yang bertuliskan “Halo!” dan “Rumah” dengan gambar hati sebagai pengganti huruf “a”. Akhirnya saya memilih keset dengan tulisan yang lebih umum, “Selamat Datang”. Saat meletakkannya di rumah, saya memeriksa hati saya. Apakah rumah saya benar-benar terbuka untuk menyambut orang lain seperti yang Allah inginkan? Menyambut anak yang menjajakan cokelat untuk tugas sekolahnya? Menyambut seorang tetangga yang sedang butuh pertolongan? Menyambut kerabat dari luar kota yang tiba-tiba datang?
Pecinta Kitab Suci
Seorang mempelai wanita yang cantik bersiap melangkah menuju altar gereja sambil menggenggam lengan ayahnya yang bangga. Namun, sebelum itu, keponakan laki-lakinya yang berusia 13 bulan akan masuk terlebih dahulu. Alih-alih membawa “cincin” yang sudah umum, sang keponakan menjadi “pembawa Alkitab”. Dengan cara itu, kedua mempelai yang sungguh-sungguh beriman kepada Yesus itu ingin bersaksi tentang kecintaan mereka pada Kitab Suci. Nyaris tanpa kesulitan, si keponakan akhirnya tiba di depan altar. Yang menarik, bekas gigi si batita tercetak pada sampul kulit Alkitab tersebut. Sungguh gambaran yang sangat pas tentang aktivitas orang percaya atau mereka yang ingin mengenal Dia, yaitu merasakan dan menikmati Kitab Suci.