Category  |  Santapan Rohani

Yesus Layak Diikuti

Ronit datang dari keluarga non-Kristen yang taat beragama. Diskusi mereka tentang hal-hal rohani terasa kering dan teoretis. “Saya terus berdoa,” katanya, “tetapi saya tidak juga mendengar jawaban Allah.”

Di Bawah Sayap Allah

Sejumlah keluarga angsa kanada dengan anak-anaknya sering menempati kolam dekat kompleks apartemen kami. Anak-anak angsa kecil itu sangat halus bulunya dan menggemaskan, sehingga sulit untuk tidak mengamati mereka ketika saya sedang berjalan-jalan atau berlari mengelilingi kolam. Namun, saya sudah belajar untuk menghindari kontak mata dan menjaga jarak dari angsa-angsa itu, karena jika tidak, bisa-bisa induk angsa yang protektif menganggap saya sebagai ancaman lalu mendesis dan mengejar saya!

Belas Kasihan lewat Telepon Cerdas

Apakah pengemudi ojol (ojek online) terlambat mengantarkan makanan pesanan Anda? Anda bisa menggunakan telepon Anda dan memberinya nilai satu bintang. Apakah pemilik toko melayani Anda dengan ketus? Anda bisa memberinya ulasan negatif. Telepon cerdas memang telah memungkinkan kita untuk berbelanja, terhubung dengan teman-teman, dan banyak hal lainnya. Akan tetapi, telepon cerdas juga memberi kita kuasa untuk saling menilai di hadapan umum. Hal ini bisa menjadi masalah.

Anda Dapat Mempercayai Allah

Ketika mata Mickey, kucing saya, terkena infeksi, saya perlu meneteskan obat ke matanya setiap hari. Begitu saya meletakkan Mickey pada meja rias di kamar mandi, ia akan duduk dan menatap saya dengan sorot mata ketakutan, sambil bersiap-siap menerima semprotan obat mata. “Anak manis,” bisik saya. Meski Mickey tidak mengerti apa yang saya lakukan, ia tidak pernah melarikan diri, mendesis, atau mencakar saya. Mickey justru semakin menempel ke tubuh saya, orang yang membuatnya menderita. Kucing saya tahu bahwa ia dapat mempercayai saya.

Lebih Berharga daripada Emas

Pernahkah Anda melihat-lihat barang-barang murah yang dijajakan tukang loak dan berharap menemukan benda yang sangat berharga di sana? Peristiwa seperti itu pernah terjadi di Connecticut, Amerika Serikat. Sebuah periuk antik China bercorak bunga yang dibeli dengan harga 35 dolar di tukang loak kemudian terjual dengan harga lebih dari 700 ribu dolar dalam sebuah lelang pada tahun 2021. Ternyata periuk itu adalah sebuah artefak penting yang langka dan bersejarah dari abad ke-15. Ini menjadi pengingat bahwa sesuatu yang dianggap kurang berharga oleh beberapa orang ternyata dapat bernilai sangat besar.

Tiga Raja

Dalam drama musikal yang sukses besar, Hamilton, Raja Inggris George III ditampilkan dengan jenaka sebagai penjahat yang sinting. Akan tetapi, sebuah biografi terbaru tentang Raja George menyatakan bahwa ia bukanlah seorang tiran seperti yang digambarkan dalam Hamilton ataupun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Seandainya George memang seorang yang lalim seperti yang dinyatakan orang Amerika, ia pasti sudah menghalangi upaya perjuangan kemerdekaan tersebut dengan cara membumihanguskan semuanya. Namun, menurut buku tadi, temperamennya yang “santun dan baik hati” telah menahannya dari perbuatan tersebut.

Perhiasan Ganti Abu

Setelah terjadinya Marshall Fire, bencana kebakaran paling merusak dalam sejarah Colorado, sebuah lembaga pelayanan menawarkan bantuan kepada para keluarga untuk mencarikan barang-barang berharga milik mereka di antara abu bekas kebakaran. Keluarga-keluarga itu menyebutkan benda-benda berharga apa saja yang mereka harap masih dapat diselamatkan. Jumlahnya tidak banyak. Seorang pria menyebutkan tentang cincin kawin yang ia letakkan dalam meja rias kamar di lantai dua rumahnya. Rumahnya telah musnah, isinya hangus atau meleleh menjadi selapis reruntuhan di tanah. Orang-orang berusaha mencari cincin tersebut di sudut tempat kamar itu semula berada, tetapi tidak menemukan apa-apa.

Pintu yang Sama bagi Semua Orang

Sewaktu saya kecil, restoran di lingkungan tempat tinggal saya masih memberlakukan aturan yang mengikuti dinamika sosial dan rasial pada akhir 1950-an sampai awal 1960-an. Para pelayan dapur—Mary si juru masak, dan para pencuci piring seperti saya—berkulit hitam, sementara para pengunjung restorannya berkulit putih. Pelanggan berkulit hitam dapat memesan makanan, tetapi harus mengambilnya di pintu belakang. Kebijakan tersebut mempertegas diskriminasi terhadap orang kulit hitam di masa itu. Meski semua itu telah lama berlalu, kita masih perlu bertumbuh dalam cara kita berhubungan dengan satu sama lain sebagai manusia yang diciptakan serupa dengan gambar Allah.

Jangan Tawar Hati

Saya tidak ingat masa-masa ketika Dorothy, ibu saya, dalam keadaan sehat. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi penderita diabetes yang rapuh, dan gula darahnya tidak pernah stabil. Akhirnya ia mengalami komplikasi dan ginjalnya yang rusak memerlukan dialisis permanen. Neuropati dan patah tulang pun mengharuskan beliau untuk memakai kursi roda. Penglihatannya menurun dan ia hampir buta.