Allah atas Hidup Kita
Setelah operasi yang dijalaninya tidak membawa pemulihan yang diharapkan, Joan menerima kabar bahwa ia perlu dioperasi lagi dalam waktu lima minggu. Dalam masa-masa penantian itu, Joan mulai merasa cemas. Ia dan suaminya sudah lanjut usia, dan keluarga mereka tinggal di tempat yang jauh. Joan dan suaminya harus berkendara ke kota yang asing, menjalani prosedur rumah sakit yang rumit, dan akan ditangani oleh dokter spesialis yang baru.
Kesulitan yang Baik demi Allah
Pada suatu hari, seorang murid kelas enam melihat teman sekelasnya mengiris lengannya dengan pisau cukur. Dengan niat melakukan hal yang benar, ia merebut pisau cukur itu dari temannya lalu membuangnya. Yang mengejutkan, alih-alih dipuji, ia justru diskors selama sepuluh hari. Mengapa? Ia sempat memegang pisau cukur itu—perbuatan yang dilarang di sekolah. Ketika ditanya apakah ia akan mengulangi perbuatannya itu, ia menjawab: “Meskipun aku harus dihukum sebagai akibatnya, . . . aku akan melakukannya lagi.” Seperti anak yang mencoba berbuat baik tetapi justru dihukum itu (hukumannya kemudian dicabut), intervensi yang Yesus lakukan telah membuat Dia mengalami “kesulitan yang baik” dengan para pemuka agama.
Berbeda tetapi Satu di dalam Yesus
Seorang analis bisnis bernama Francis Evans pernah mempelajari 125 orang tenaga pemasaran asuransi untuk mengetahui rahasia kesuksesan mereka. Yang mengejutkan, kompetensi ternyata bukanlah faktor utama. Sebaliknya, Evans menemukan bahwa pelanggan cenderung membeli dari tenaga pemasaran yang memiliki pandangan politik, tingkat pendidikan, bahkan tinggi badan yang sama dengan mereka. Para ahli menyebut ini dengan istilah homophily: kecenderungan untuk menyukai orang yang mirip dengan kita.
Seribu Titik Cahaya
Dismals Canyon di daerah barat laut Alabama menarik banyak turis setiap tahunnya, terutama pada bulan Mei dan Juni ketika larva serangga menetas dan berubah menjadi sejenis kunang-kunang. Pada malam hari, kunang-kunang itu mengeluarkan cahaya biru yang indah, dan ketika berkumpul dalam jumlah ribuan, mereka menciptakan cahaya yang sangat menakjubkan.
Terbebas dari Perbudakan
“Anda seperti Musa, membawa kami keluar dari perbudakan!” seru Jamila. Sebagai seorang pemanggang bata di Pakistan, Jamila dan keluarganya menderita karena terikat oleh besarnya utang mereka kepada pemilik tempat pembakaran. Mereka memakai sebagian besar pendapatan mereka untuk membayar bunga utangnya saja. Sewaktu sebuah lembaga nirlaba memberikan hibah yang membebaskan mereka dari utang tersebut, mereka merasa sangat lega. Dalam ucapan terima kasihnya kepada perwakilan lembaga untuk pembebasan mereka, Jamila, yang telah percaya kepada Yesus, merujuk kepada kisah pembebasan dari perbudakan yang telah Allah lakukan bagi Musa dan bangsa Israel.
Memprioritaskan Hadirat Allah
Pada tahun 2009, sebuah tim riset di Universitas Stanford mempelajari lebih dari dua ratus mahasiswa. Dalam eksperimen itu, para mahasiswa diminta untuk bergantian mengerjakan beberapa tugas dan latihan mengingat. Yang mengejutkan, para mahasiswa yang menganggap diri mampu mengerjakan beberapa tugas sekaligus (multitasking) karena sudah terbiasa melakukannya, malah hasilnya lebih buruk daripada mereka yang lebih suka melakukan satu demi satu tugas mereka. Rupanya multitasking membuat para mahasiswa itu sulit untuk berfokus dan menyaring informasi yang tidak relevan. Memang tidak mudah menjaga fokus di saat pikiran kita teralihkan.
Para Pemberi Perlindungan
Karena tergerak oleh kisah-kisah mengenai anak-anak para pengungsi, Phil dan Sandy membuka hati dan rumah mereka untuk dua orang anak. Setelah menjemput anak-anak itu dari bandara, dengan gugup mereka berkendara pulang tanpa mengucap sepatah kata. Siapkah mereka menerima anak-anak ini? Mereka semua berbeda budaya, bahasa, dan agama; tetapi Phil dan Sandy kini menjadi pemberi perlindungan bagi anak-anak itu.
Autentik dan Terbuka
“Hai, Poh Fang!” tulis seorang teman gereja dalam pesan singkat. “Untuk persekutuan kelompok kita bulan ini, ayo kita ajak semua orang untuk menerapkan Yakobus 5:16. Kita coba menciptakan lingkungan yang saling percaya dan dapat menjaga rahasia, supaya kita bisa terbuka untuk menceritakan dan saling mendoakan pergumulan hidup kita.”
Yang Kuat dan Yang Lemah
Di Universitas Iowa berlangsung tradisi pertandingan football perguruan tinggi yang sangat mengharukan. Di sebelah Stadion Kinnick terdapat Rumah Sakit Stead Family Children, dan lantai teratas rumah sakit itu mempunyai jendela-jendela besar yang membentang dari lantai hingga langit-langit dengan pemandangan ke arah lapangan. Pada hari-hari berlangsungnya pertandingan, para pasien anak-anak dan keluarga mereka memenuhi lantai tersebut untuk menyaksikan keseruan pertandingan di bawah mereka. Kemudian, pada akhir kuarter pertama, para pelatih, atlet, dan ribuan penonton di stadion akan mengarahkan pandangan dan melambaikan tangan mereka ke arah rumah sakit itu. Untuk beberapa saat lamanya, mata para pasien anak-anak itu berbinar-binar. Sungguh luar biasa melihat para atlet tersebut, di hadapan penonton yang memenuhi stadion dan ribuan lainnya yang menonton di TV, mau berhenti sejenak dan menunjukkan kepedulian mereka.