Category  |  Santapan Rohani

Dalam Tangan Allah

Usia delapan belas menandai era baru dalam kehidupan putri saya. Di mata hukum ia telah dewasa dan berhak memberi suara di pemilihan umum mendatang. Tak lama lagi ia akan memulai kehidupan baru setelah lulus dari sekolah menengah atas. Perubahan ini membuat saya merasa hanya punya sedikit waktu berharga bersamanya di rumah. Saya perlu segera memberinya wejangan yang ia butuhkan dalam menghadapi dunia ini: cara-cara mengelola keuangan, mewaspadai masalah kehidupan yang akan timbul, dan mengambil keputusan yang tepat.

Suka dan Duka

Keluarga Angela diliputi dukacita besar karena mereka harus menghadapi tiga peristiwa perkabungan hanya dalam kurun waktu empat minggu. Setelah kematian mendadak keponakan laki-lakinya, Angela dan dua saudara perempuannya duduk mengelilingi meja dapur selama tiga hari. Mereka hanya pergi dari situ ketika harus membeli guci abu, memesan makanan, dan menghadiri pemakaman. Di tengah perkabungan mereka atas kematian Mason, mereka juga bersukacita melihat foto-foto ultrasonografi dari janin dalam rahim adik perempuan bungsu mereka.

Allah yang Memulihkan

Pada tanggal 4 November 1966, bencana banjir yang melanda Firenze, Italia, menenggelamkan lukisan ternama Perjamuan Terakhir karya Giorgio Vasari dalam genangan lumpur, air, dan minyak selama lebih dari dua belas jam. Catnya menjadi pudar dan bingkai kayunya rusak berat, sehingga banyak orang menganggap karya seni itu tidak terselamatkan lagi. Namun, setelah melakukan upaya konservasi yang tekun selama lima puluh tahun, para ahli dan relawan berhasil mengatasi rintangan-rintangan yang luar biasa untuk memulihkan lukisan yang sangat berharga itu.

Memegang Pengharapan

“Aku tahu Ayah akan pulang karena ia mengirimi aku bunga.” Itulah yang dikatakan adik saya yang berusia tujuh tahun kepada ibu kami ketika Ayah dilaporkan hilang dalam perang. Sebelum Ayah berangkat, ia sudah memesan karangan bunga untuk dikirimkan pada hari ulang tahun adik saya, dan karangan itu tiba ketika Ayah sedang hilang. Namun, adik saya benar: Ayah memang pulang, setelah menghadapi pertempuran yang mengerikan. Hingga berpuluh-puluh tahun kemudian, adik saya tetap menyimpan vas yang menjadi wadah bunga tadi untuk mengingatkan dirinya agar selalu memegang pengharapan.

Hanya oleh Karya Roh Kudus

Ketika membahas buku mengenai Roh Kudus yang ditulis oleh Jürgen Moltmann, teolog Jerman yang berusia sembilan puluh empat tahun, seorang pewawancara bertanya: “Bagaimana Anda mengaktifkan Roh Kudus? Apakah bisa dengan obat? Apakah perusahaan farmasi bisa [menghadirkan Roh Kudus]?” Alis Moltmann yang lebat terangkat. Sambil menggeleng, ia menyeringai dan menjawab dalam aksen yang kental. “Apa yang bisa saya lakukan? Jangan lakukan apa-apa. Nantikanlah Roh Kudus, dan Roh Kudus akan datang.”

Kecil tetapi Besar

Apakah aku bisa bertanding di Olimpiade? Seorang perenang tingkat perguruan tinggi khawatir bahwa ia kurang cepat. Namun, ketika seorang profesor matematika, Ken Ono, mempelajari teknik renang pemudi itu, ia menemukan cara untuk meningkatkan kecepatannya sampai enam detik penuh—perbedaan yang substansial pada kompetisi setingkat Olimpiade. Setelah memasang sensor pada punggung perenang, ia tidak melihat perlunya perubahan-perubahan besar untuk meningkatkan rekor waktunya. Sebaliknya, Ono mengidentifikasi tindakan korektif kecil yang, jika diterapkan, akan membuat atlet muda itu berenang dengan lebih efisien di dalam air, sehingga dapat mencapai jarak waktu yang dibutuhkan untuk menang.

Yesus adalah Jawaban

Konon dalam perjalanan Albert Einstein dari kampus ke kampus untuk memberikan kuliah umum, sang sopir berkata bahwa saking seringnya mendengar Einstein, ia sudah hafal bahannya di luar kepala dan bisa menggantikan tuannya mengajar. Einstein pun mengusulkan agar mereka bertukar peran di perguruan tinggi berikutnya, mengingat tidak seorang pun di sana pernah melihat fotonya. Sopir itu setuju, lalu ia menyampaikan kuliah dengan sangat baik. Lalu tibalah sesi tanya-jawab. Ketika salah seorang hadirin mengajukan pertanyaan yang sulit, sang sopir berkata, “Saya lihat Anda seorang profesor yang brilian, tetapi saya terkejut Anda mengajukan pertanyaan yang begitu sederhana yang bahkan dapat dijawab oleh sopir saya.” Lalu “sang sopir”—Albert Einstein sendiri—berhasil menjawabnya! Begitulah akhir cerita yang lucu tetapi fiktif tersebut.

Segalanya untuk Yesus

Ketika Jeff berusia empat belas tahun, ibunya mengajaknya menonton pertunjukan seorang penyanyi terkenal. Selayaknya banyak musisi pada zamannya, B. J. Thomas pernah terjebak dalam gaya hidup yang merusak diri sendiri di sepanjang tur musiknya. Namun, semua itu terjadi sebelum ia dan istrinya mengenal Tuhan Yesus. Hidup mereka diubahkan total saat mereka percaya kepada Kristus.

Rutinitas yang Diberkati

Memandangi serombongan orang yang berbondong-bondong memasuki kereta di pagi hari, perasaan lesu menghadapi hari Senin melanda saya. Menilik wajah-wajah mengantuk dan muram di dalam gerbong yang penuh sesak, saya mendapat kesan bahwa tak seorang pun bersemangat untuk bekerja. Banyak dahi yang makin berkerut ketika beberapa orang berebut ruang kosong dan semakin banyak penumpang mendesak masuk. Lagi-lagi hari yang membosankan di kantor.