Kasih yang Nyata
“Aku merasa seperti kehilangan pijakan,” cerita Jojie. “Rasanya syok sekali ketika mengetahui hal itu.” Jojie baru saja mendapati bahwa ternyata tunangannya berhubungan dengan wanita lain. Hubungan Jojie sebelumnya juga berakhir dengan cara yang sama. Jadi, ketika kemudian ia mendengar tentang kasih Allah dalam sebuah kelas pendalaman Alkitab, tak ayal itu membuatnya berpikir: Apakah ada udang di balik batu? Akankah aku tersakiti bila aku percaya kepada Allah yang berkata bahwa Dia mengasihiku?
Oasis yang Menyegarkan
Ketika Andrew dan keluarganya bersafari di Kenya, mereka senang menonton beragam jenis binatang mendatangi sebuah danau kecil yang muncul di tengah-tengah padang gersang. Jerapah, wildebeest, kuda nil, dan unggas air mendatangi mata air yang memberi kehidupan itu. Sambil mengamati hewan-hewan yang datang dan pergi, Andrew membayangkan bahwa “Alkitab adalah bagaikan mata air ilahi”. Tidak hanya menjadi sumber pedoman dan hikmat, Alkitab juga merupakan oasis menyegarkan yang memuaskan dahaga orang-orang dari segala lapisan kehidupan.
Menemukan Kelegaan di dalam Yesus
Jiwa yang gelisah tidak akan pernah puas dengan kekayaan dan kesuksesan. Ungkapan ini telah dibuktikan kebenarannya oleh seorang tokoh musik country yang telah meninggal dunia. Ia memiliki hampir empat puluh album dan banyak lagu yang bertengger di puncak tangga musik country Billboard. Namun, ia juga pernah beberapa kali kawin cerai dan mendekam di penjara. Meskipun memiliki segudang prestasi, ia pernah mengeluh, “Ada kegelisahan dalam jiwaku yang tak pernah berhasil kutaklukkan, baik dengan kesibukan, pernikahan, atau makna . . . dan sampai taraf tertentu, kegelisahan itu masih ada. Dan itu akan terus ada sampai aku mati.” Sayang sekali, ia sebenarnya dapat menemukan kelegaan dalam jiwanya sebelum hidupnya berakhir.
Seekor Babun, Seekor Keledai, dan Saya
Jack tahu caranya mengarahkan kereta pada jalur rel yang tepat. Selama sembilan tahun masa kerjanya, ia tidak pernah salah mengarahkan lokomotif ke jalur rel yang tepat saat kereta yang bergerak mendekati Stasiun Uitenhage, Afrika Selatan, membunyikan peluit sebagai tanda arah yang hendak dituju.
Melihat Sebuah Kebutuhan
Beberapa hari sebelum ayah saya meninggal, seorang perawat datang ke kamarnya dan bertanya kepada saya apakah ia boleh mencukur ayah saya. Sambil mencukur wajah beliau dengan lembut, Rachel menjelaskan, “Orang tua seumur beliau biasanya senang bercukur setiap hari.” Rachel melihat adanya sebuah kebutuhan dan bertindak mengikuti dorongan hatinya untuk menunjukkan kebaikan, penghargaan, dan sikap hormat kepada seseorang. Perawatan penuh kasih yang diberikannya mengingatkan saya pada teman saya Julie yang masih mengecat kuku ibunya yang sudah tua karena penting bagi beliau untuk “terlihat cantik”.
Apakah Ini Pertanda?
Tawaran pekerjaan itu tampak bagus, dan tepat seperti apa yang Peter butuhkan. Sebagai tulang punggung dari keluarga muda, ia berdoa sungguh-sungguh untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah di-PHK dari pekerjaan sebelumnya. “Pasti ini jawaban Allah untuk doa-doamu,” teman-temannya berkata.
Teruslah Berbicara tentang Yesus!
Dalam sebuah wawancara, seorang musikus yang juga seorang percaya, bercerita bagaimana ia pernah didesak untuk “berhenti berbicara tentang Yesus” terlalu sering. Mengapa? Mereka menganggap grup musiknya bisa lebih terkenal dan menghasilkan lebih banyak uang untuk memberi makan orang miskin jika ia berhenti mengatakan bahwa semua karyanya adalah untuk Yesus. Setelah memikirkan hal tersebut, musikus itu memutuskan, “Tujuan saya bermusik adalah untuk membagikan iman saya dalam Kristus. . . . Jadi tidak mungkin [saya] diam.” Ia berkata bahwa “dalam hati[nya] ada panggilan yang berkobar-kobar untuk memberitakan tentang Yesus.”
Berdoa di Saat Sulit
Russell Moore, penulis sekaligus teolog, bercerita bagaimana ia menyadari keheningan yang membuatnya merinding saat berada di sebuah panti asuhan di Rusia, tempat ia mengadopsi anak laki-lakinya. Belakangan ia diberi tahu bahwa bayi-bayi tersebut berhenti menangis karena mereka belajar tidak ada orang yang bakal menanggapi tangisan mereka.
Air Hidup
Kondisi keluarga Andrea sangat buruk, sehingga ia memutuskan kabur dari rumahnya pada usia empat belas tahun. Ia mencari pekerjaan dan menumpang di rumah teman-temannya. Karena merindukan kasih sayang dan penerimaan, ia pun sempat tinggal bersama seorang pria, yang kemudian memperkenalkannya pada narkoba. Namun, hubungannya dengan pria itu, serta minuman keras dan narkoba yang dikonsumsinya, tak dapat memuaskannya. Andrea terus mencari, hingga beberapa tahun kemudian bertemu dengan beberapa orang percaya yang dengan tulus melayani dan mendoakannya. Beberapa bulan kemudian, akhirnya ia bertemu dengan Pribadi yang dapat memuaskan dahaganya akan kasih sayang, yaitu Yesus sendiri.