Doa yang Berharga
Clark’s Nutcracker adalah jenis burung yang menakjubkan. Setiap tahun burung ini bersiap menghadapi musim dingin dengan cara menyembunyikan kumpulan-kumpulan biji pinus whitebark hingga bisa mencapai lima ratus biji per jam. Berbulan-bulan kemudian, burung itu akan kembali untuk mengeluarkan biji-biji tersebut, bahkan di tengah hujan salju yang lebat. Seekor Clark’s Nutcracker mampu mengingat hingga sepuluh ribu lokasi tempat biji-bijinya disembunyikan. Sungguh kemampuan yang luar biasa (terutama jika dibandingkan dengan manusia, yang bisa kesulitan mengingat di mana kita meletakkan kunci mobil atau kacamata).
Bukan Kutukan
Cak Lontong adalah pelawak yang dikenal luas karena guyonan khasnya yang tidak hanya dianggap kocak tetapi juga cerdas. Dengan pembawaan yang santai, pernyataan-pernyataan dari pelawak asal Jawa Timur itu sering membuat orang berpikir, tergelitik, atau bahkan tersindir secara halus. Contohnya, “Bila Anda jelek, jangan takut mencintai, karena yang seharusnya takut adalah yang Anda cintai.” Yang lain lagi, “Salah kalau banyak yang bilang hidup itu cuma satu kali. Yang benar, hidup itu setiap hari, dan mati hanya sekali.”
Berdiri Teguh dalam Iman
Nokia menjadi perusahaan ponsel dengan penjualan terlaris di dunia pada tahun 1998 dan keuntungannya naik sampai hampir empat miliar dolar pada tahun 1999. Namun, pada tahun 2011, penjualan merosot tajam dan merek ponsel yang semakin turun pamornya itu diakuisisi oleh Microsoft. Salah satu faktor kegagalan divisi ponsel Nokia adalah budaya kerja yang didasari oleh rasa takut yang berakibat pada dihasilkannya keputusan-keputusan yang membawa petaka. Karena takut dipecat, para manajer enggan berbicara jujur tentang sistem operasi ponsel Nokia yang kalah bersaing dan berbagai masalah lain seputar desain.
Keajaiban Natal
Di sebuah acara cuci gudang, saya menemukan seperangkat hiasan gua Natal dalam sebuah kardus bekas. Saat memegang patung bayi Yesus, saya memperhatikan ukirannya yang sangat teperinci. Patung bayinya tidak terbungkus selimut dengan mata terpejam. Sebaliknya, matanya terbuka lebar, selimutnya sedikit tersibak, dan kedua lengannya terentang. Seakan-akan bayi itu berkata, “Aku datang!”
Secukupnya Saja
Dalam film Fiddle on the Roof, tokoh Tevye berbicara blak-blakan kepada Allah tentang cara kerja-Nya: “Engkau membuat banyak, banyak sekali orang miskin. Aku tahu miskin itu tidak memalukan, tetapi juga tidak terlalu terhormat! Jadi, apa salahnya kalau aku memiliki kekayaan sedikit saja? . . . Memangnya itu akan merusak suatu rencana agung dan kekal—kalau aku jadi kaya?”
Warisan Iman
Pada tahun 2019, sebuah penelitian mengenai warisan rohani terhadap umat Tuhan di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa para ibu dan nenek memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap perkembangan rohani seseorang. Hampir dua pertiga dari responden menyatakan diri mereka mewarisi iman dari ibu mereka, dan sepertiga lagi mengaku bahwa nenek dan kakek (biasanya nenek) juga sangat berperan.
Sahabat Seumur Hidup
William Cowper (1731–1800), penyair asal Inggris, bersahabat dengan John Newton (1725–1807), pendetanya yang mantan pedagang budak. Cowper menderita gangguan depresi dan kecemasan, bahkan pernah mencoba bunuh diri lebih dari sekali. Manakala Newton mengunjunginya, mereka akan pergi berjalan-jalan sambil bercakap-cakap tentang Allah. Agar Cowper kembali berkreasi dan punya alasan untuk menulis puisi, sang pendeta terpikir untuk membuat buku nyanyian. Cowper pun menyumbangkan banyak lagu, termasuk “God Moves in a Mysterious Way” (Dengan Cara-Mu yang Ajaib, Nyanyian Rohani Methodist no. 135). Ketika Newton pindah ke gereja lain, persahabatannya dengan Cowper terus terjalin dan mereka berkorespondensi secara rutin hingga akhir hidup Cowper.
Dalam Tangan-Nya
William Shatner pernah berperan sebagai Captain Kirk dalam serial televisi Star Trek, tetapi ketika benar-benar melakukan perjalanan ke ruang angkasa, ia begitu terkesima. Ia menyebut penerbangan ruang angkasa sub-orbital yang dijalaninya selama sebelas menit itu sebagai “pengalaman paling luar biasa yang bisa saya bayangkan.” Setelah melangkah keluar dari roketnya, dengan terkagum-kagum Shatner bercerita, “Sungguh menakjubkan, bagaimana saya melihat warna biru melintas di depan mata dan sesudah itu, hanya ada warna hitam yang pekat. Kalau saya melihat ke bawah, ada warna biru di sana, dan warna hitam di atasnya.” Ia menambahkan, “Warna birunya indah dan begitu tipis, lalu lewat begitu saja dengan cepat.”
Makna Kehidupan
Penulis Jorge Luis Borges dari Argentina pernah menulis sebuah cerita pendek tentang Marcus Rufus, prajurit Romawi yang minum dari “sungai rahasia yang meluputkan orang dari maut”. Namun, Marcus akhirnya sadar bahwa keabadian tidaklah seindah yang ia bayangkan. Ia mendapati bahwa hidup tanpa akhir sama dengan hidup tanpa arti. Justru mautlah yang sesungguhnya memberikan makna bagi kehidupan. Marcus pun menemukan penawarnya—sebuah mata air yang jernih. Setelah minum dari mata air itu, ia menggoreskan duri pada tangannya, dan keluarlah setetes darah yang menandakan hidupnya tidak lagi abadi.